68. dia dan pilihannya

68 9 0
                                        

"kau tidak perlu memaksakan nya jika kau belum sanggup Jennie, tangan dan kakimu bergetar" Jennie dengan gangguan kecemasan miliknya tak henti merapalkan kalimat kalimat penenang untuk dirinya sendiri, Jimin menatapnya begitu cemas, jika Jennie seperti ini lama lama dia bisa histeris bahkan berakhir pingsan,

"Aku akan pergi" ucap Jimin yang merasa jika ia telah membuat Jennie tidak nyaman,

"Tidak!!" Cegah nya dengan tegas, semuanya harus di selesaikan sekarang juga, dia tidak lagi ingin terkait dengan masalalu yang menyakitkan,

Jennie akan berobat demi kesembuhan mentalnya , dan bertekad untuk membuka lembaran baru,

Mereka sedang berada di taman dekat rumah, mungkin tempat yang lumayan ramai bisa jauh membuat Jennie merasa aman berbicara pada Jimin namun nyatanya tetap saja ia belum bisa mengatakan apapun, sejak tadi ia hanya sibuk mengatur nafas dan menahan diri agar tidak terjatuh karena pingsan, dahi dan kedua pipinya terasa bagitu panas seperti terbakar,

"Aku, aku akan pergi! Dan aku ingin semua nya berakhir, kau dan aku tidak ada hubungan apapun lagi, lupakan semua yang pernah terjadi di masa lalu, aku ingin memulai hidup yang baru" ucap Jennie dengan cepat, ia tak tahan lagi, badan nya terus bergetar hebat bahkan hanya dengan duduk berdekatan dengan Jimin,

Laki laki ini sudah benar-benar meninggalkan luka dan berakhir trauma di hidupnya,

Luka masalalu nya tidak bisa sembuh total, dan ia tak menyangka jika itu masih sangat berpengaruh di hidupnya saat ini, Jennie benar benar butuh psikolog terbaik,

Sementara Jimin yang mendengar ucapan Jennie hanya diam saja otak nya berpikir keras, apa yang harus ia lakukan sekarang, jangankan kesempatan, nada bicara Jennie jelas dan tegas sekali menutup pintu maaf untuk nya, tidak ada kesempatan bahkan maaf untuknya, ia seperti menjadi seorang yang begitu di bencinya di dunia ini atau mungkin memang iya?,

"Jennie, aku minta maaf, luka yang aku buat memang tidak sedikit, tapi bisa jelaskan padaku sebenarnya apa yang terjadi, kenapa kalian berempat kompak datang menemui kami?"

"Jisoo, aku , Rose, dan Lisa kita akan pergi, rumah akan di jual dan kita akan meneruskan hidup, apa itu cukup jelas? " Baiklah ia tidak bisa memaksa Jennie untuk lebih lama lagi disini, sebelum Jennie tak tahan dan pingsan, lebih baik jika gadis itu pergi,

"Baiklah aku mengerti " dan benar saja selanjutnya Jennie langsung bangkit dan pergi dari sana meninggalkan Jimin yang masih duduk termangu di kursi taman, melihat suasana sekitar, mengalihkan pikiran nya yang saat ini hanya terfokus pada ucapan Jennie,

Mereka akan pergi, sudah bulat sekali sepertinya, tidak ada kesempatan untuk para pria memperbaiki diri, Jennie benar, ia juga harus memikirkan masa depan nya sendiri, masa sekolah sudah hampir berakhir ia bahkan tidak tahu akan jadi seperti apa dirinya 5 tahun kedepan ,

"Sudah selesai ya? Kenapa cepat sekali?"

*****

"Kim Taehyung-ssi tolong dengarkan aku, ini yang terakhir kali nya , menjauh dariku!" Irene jengah terus di ikuti setiap harinya, bahkan pagi pagi sekali Taehyun datang ke rumah untuk menggangu nya,

"Kau mengatakan nya sudah 587 kali "

"Oh benarkah? Kalau begitu tolong di catat saja di otakmu itu, sudah 500 kali dan kau masih belum mengerti juga hah?" Taehyung terkejut ia hampir tidak pernah melihat Irene berteriak dengan kasar seperti itu,

"Aku punya kehidupan Kim Taehyung-ssi dan kau sudah merusak banyak privasi ku! Bukankah dulu kau begitu tidak suka di ganggu bahkan di perhatikan dari jauh? Sekarang aku juga sama, kau begitu menganggu ku! Dan aku benci itu!"

"Irene beri aku kesempatan untuk bicara,, "

"Kau pikir aku tidak sedang bicara?, baiklah, jika kau ingin berbicara tentang masa lalu, ayo! Aku juga ingin menyelesaikan nya! " Irene berjalan terlebih dulu sementara Taehyung mengikutinya dari belakang entah mengapa jika perasaan nya mengatakan ia akan kehilangan segalanya, kesempatan dan maaf,

"Kim Taehyung-ssi, aku tidak pernah ingat aku memiliki hubungan denganmu di kehidupan ini, tapi di kehidupan sebelumnya mungkin iya, dan itu alasan mu menggangguku seperti tikus!"

"Sudah jelas kan? Maka bersikaplah seperti sebelumnya"

"Irene, aku bahkan begitu tersiksa dengan rasa bersalahku, maafkan aku, saat itu aku hanya berusaha menghibur Lisa , tidak bermaksud serius dengan ucapanku, aku bersumpah "

"Aku bahkan tidak peduli dengan itu! Aku Bae Irene , dan aku punya harga diri untuk tidak mengemis kasih sayang darimu lagi"

"Kau sangat membenciku ya?" Taehyung tersenyum nanar melihat Irene berdecih dan mengalihkan pandangan nya seolah menghindari melihat sampah,

"Asal kau tahu Kim Taehyung-ssi, sebelum kau bersikap seperti ini aku tidak membenci mu, aku sangat benci dengan orang yang tidak merasa bersalah seperti mu"

"Irene, aku sadar diri dan merasa bersalah karena telah menyakiti mu , aku,,"

"Kalau begitu menjauh lah, apa kau punya keyakinan jika aku akan memaafkan mu? Jika iya, buang itu segera , Karena maafku itu sangat berarti, dan itu tidak untuk mu! " Setelah puas mengatakan itu pada Taehyung Irene segera pergi, meninggalkan Taehyung yang saat ini masih terdiam dan tak percaya dengan kalimat kalimat pedas yang di katakan Irene,

Dia benar, seharusnya ia sadar diri bahwa ia tak pantas mendapatkan maaf dari Irene, apapun alasan yang ia gunakan tidak menampik fakta bahwa dulu Irene begitu terluka, hukuman terberat pun tidak mampu membayar kesalahan yang sudah ia perbuat,

Ia harus kembali, pulang dengan kekalahan yang dialami, tidak lagi berharap jika Irene akan memaafkan nya, itu tidak mungkin , mungkin ini hukuman yang pantas untuk Taehyung.

𝙍𝙚𝙞𝙣𝙠𝙖𝙧𝙣𝙖𝙨𝙞 𝓦𝓲𝓽𝓱 𝓑𝓵𝓪𝓬𝓴𝓫𝓪𝓷𝓰𝓽𝓪𝓷 Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang