"aku tidak suka saos tomat" ucap Jisoo singkat saat melihat Jin hendak menuangkan saos tomat di sandwich miliknya,
"Ah maaf aku tidak tahu, alpukat?" Tawarnya melihat ke arah di mana Jisoo sedang duduk di pantry dengan tangan bersedekap ,
"Boleh,,"
"Ini milikmu,,,"
"Kamsahamnida Jin-ssi" dan suasana kembali sepi, mereka sibuk berpikir dengan mulut yang terus mengunyah roti isi yang baru saja siap,
Kedatangan Jisoo begitu mendadak, Seokjin bahkan tak mempersiapkan apapun untuk menyambut kedatangan nya, hanya roti isi dan segelas ice lemon tea,
"Jin-ssi, ayo berbaikan"
uhukk
Seokjin terbatuk karena ucapan Jisoo yang begitu terus terang, ia menatapnya dengan tatapan yang begitu serius? Bukankah kemarin Jisoo masih terlihat marah padanya?, apa yang membuat ia berubah seperti ini,
"Aku tidak mengerti, maksudnya kau memaafkan ku?" Jisoo mengangguk ringan, ada perasaan senang di hati Seokjin,
"Jadi kita kembali bersama?"
Uhuk ,,
Giliran Jisoo yang terbatuk , ia menatap Seokjin dengan tatapan aneh, darimana keberanian Seokjin untuk bertanya seperti itu, Jisoo hanya memberi maaf bukan berarti mereka kembali bersama,
"Tidak!, aku ingin kita berbaikan karena, aku pikir tidak etis jika aku terus membencimu hanya karena masa lalu, yang sudah sangat lama terjadi, ini kehidupan yang baru, kenapa kita tidak lupakan saja, bagaimanapun juga semua itu adalah referensi kita untuk belajar menghadapi masa depan"
"Haha,, Jisoo, itu sama saja kau tidak memaafkan ku, belum lagi kau akan kembali pada Junmyeon dan,,"
"Aku sudah mengakhiri nya, dan aku juga ingin mengakhiri sesuatu dengan mu, kau ingat? Dulu kita sudah berakhir, dan sekarang aku hanya mempertegas saja, aku hidup baik baik saja sebelumnya, sebelum bintang reinkarnasi datang, dan aku ingin semua nya kembali seperti saat sebelum bintang reinkarnasi datang, aku ingin hidup dengan normal"
Brakkk,,,
"Kau pikir aku bisa hidup dengan normal setelah ini? " Frustasi Seokjin tidak sadar jika ia menggebrak meja di hadapan Jisoo,
Jisoo pun cukup terkejut dengan respon nya, tapi ia harus tahan, dia bukan lagi perempuan lemah seperti dulu, hidup nya ia sendiri yang akan menentukan,
"Seokjin-ssi, kau bukan lagi putra ibu suri yang harus selalu di turuti, aku tidak bisa diam dan menurut padamu seperti dulu, naluri ku berbeda sekarang, aku tidak lagi Jisoo yang bodoh, aku punya pilihan dan aku bisa memilihnya sekarang, kau harus pelajari kesalahan mu, hanya itu yang ingin aku sampaikan, kau ingin melakukan nya atau tidak aku tidak peduli lagi, aku akan pulang!"
"Tunggu, beri aku waktu , kau ingat sebelum bercerai dulu aku meminta waktu berdua dengan mu kan?, bisa tidak kalau sekarang aku meminta hal yang sama, aku hanya ingin menghabiskan waktu denganmu sebelum kita benar-benar berakhir "
"Baiklah, besok jemput aku kita akan ke Lotte world"
"Trimakasih Kim Jisoo, setidaknya aku bisa mengobati rasa bersalahku meskipun hanya sedikit"
******
"Kau tidak ingin tanya aku kesini untuk apa?" Min Yoongi masih diam enggan untuk menanggapi, sebelumnya ia tidur dan di bangunkan paksa oleh gadis di depan nya ini, bukan karena tak senang, ingatlah jika Yoongi melakukan segala cara mendapatkan waktu untuk bicara berdua dengan Rose seperti ini,
Tapi kedatangan Rose kali ini rupanya tak membuat ia bahagia, Yoongi memiliki feeling yang buruk dengan inisiatif Rose datang bahkan mau repot-repot membangunkan nya,
"Biar aku tebak, kau ingin pergi?" Rose diam melirik pria berkulit pucat yang saat ini masih enggan menatap matanya, darimana Yoongi tahu jika ia akan pergi? Rose mengangguk kaku,
Entah mengapa ia menjadi gugup , mendengar nada yang begitu flat dari lawan bicara nya ,
"Ya aku akan pulang ke negaraku,, tapi Yoongi-ssi sebelum aku kembali, ku ingin menyelesaikan segalanya padamu, segala masalah kita" Yoongi masih diam, dadanya sakit setiap mendengar suara lembut milik gadis bersurai pirang itu, entah mengapa suara Rose tak lagi ia sukai, atau mungkin ia lebih tidak menyukai topik pembicaraan nya,
Sebahagia itukah pergi dari Yoongi? Sehingga dia mengatakan nya dengan penuh keyakinan ,
Entah apa yang Rose bicarakan, dari pada mendengar nya Yoongi lebih memilih menatap lurus ke depan di mana sebuah lukisan terpaku di dinding kamarnya, lukisan itu baru saja ia pasang kemarin,
"Yoongi-ssi kau mendengarku?"
"Kau lihat itu?" Tunjuk Yoongi pada lukisan yang sejak tadi menyita perhatian nya,
Rose berbalik dan seketika sudut mata nya penuh dan hatinya yang bergemuruh, ia berdiri menghampiri lukisan sesosok anak kecil dengan gula gula kapas di tangan nya,
"Dia Min Yoonjun, anak Min Yoongi, dan Min Chaeyeong, aku meminta seorang pelukis untuk melukiskan anak itu sementara aku mendeskripsikan nya"
"dia suka gula gula kapas seperti ibunya,meskipun dia memiliki wajah seperti ayahnya, Min Yoonjun lembut dan ramah seperti ibunya, dia suka,,,"
"STOP!!!! Hajimarayoo!!!" Rose berteriak dengan suara serak sembari menutup kedua telinganya,
"Kenapa kau melakukan ini?
"Kenapa kau terluka?" Rose menatap Yoongi dengan tatapan sengit,
"Kau pikir aku tidak sakit?, kau menceritakan segala hal tentang anak yang bahkan tidak pernah melihatku kau pikir aku tidak sakit?, mengingat luka yang bahkan membuatmu tak bisa bertemu anak mu? Merawatnya, memberikan kasih sayang padanya, kau pikir tidak sakit saat rasa sakit mu di bangkitkan?"
"Aku hanya ingin kau mengenalnya, dulu aku berjanji pada Yoonjun jika di kehidupan berikutnya, dia akan bertemu dengan ibu nya, dan dia bilang jika di kehidupan berikutnya akan menjadi anak mu lagi"
"Aku bilang sudah cukup!!" Rose menangis, entah mengapa ia begitu sensitif jika berbicara soal anak, ia benci dirinya sendiri, ia benci dirinya yang pergi meninggalkan anaknya,
"Kau tidak gagal Rose, Yoonjun bangga padamu, dia tangguh seperti mu, jika kau ingin pergi dan memulai hidup baru, tolong jangan lupakan Yoonjun, kau boleh hukum aku dengan pergi meninggalkan ku, lupakan aku, tapi tidak dengan Yoonjun, dia tidak berjuang hanya untuk kau lupakan" mohon Yoongi setengah menunduk, dia tahu jika dia sudah kalah, dan Yoongi tidak akan pernah memaksakan sesuatu untuk berjalan sesuai kehendaknya, dia bukan type laki laki egois, jika Rose bahagia dengan pilihan nya maka dia tidak akan mengganggu nya,
"Aku sudah cukup membuatmu menderita, aku tidak akan egois, aku tidak menceritakan nya agar kau tetap tinggal, aku hanya ingin kau mengenalnya, dan juga berharap jika kelak kau akan kembali melahirkan Yoonjun, menjaga dan merawatnya, entah siapapun ayahnya, bangunlah Rose, kau bisa pergi sekarang "
"Tunggu, bisa ceritakan lagi tentang Yoonjun padaku? hiks,, aku ingin tahu segalanya tentang anak ku" tangis Rose pecah , iya meskipun ia pergi sejauh mungkin tetap di kehidupan ini Rose ingin Yoonjun menjadi anaknya,
"Yoonjun, tidak suka alpukat, dia suka mangga"
"Ya ampun, dia sama sepertiku "
Dan sore itu meski singkat namun dalam hati Yoongi cukup berkesan, tidak ada lagi rasa sesak dalam hati keduanya, mereka telah benar benar selesai.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝙍𝙚𝙞𝙣𝙠𝙖𝙧𝙣𝙖𝙨𝙞 𝓦𝓲𝓽𝓱 𝓑𝓵𝓪𝓬𝓴𝓫𝓪𝓷𝓰𝓽𝓪𝓷
Fiksi PenggemarHal hal yang di hindari ternyata adalah sebagian dari masa lalu "Jangan pergi Jisoo, kau bilang, kau adalah bayanganku, bayangan tidak akan pernah pergi kan? " "Apa yang dapat memisahkan bayangan dari objek nya? Kegelapan , Yang mulia,,, dan kau tel...
