42. saat kebenaran sedikit terungkap

318 35 12
                                        

"Eonni, kau sepertinya sangat lelah, pulanglah dengan Lisa, aku yang akan menjaga Jennie eonni" Jisoo setuju ia berjalan mencari Suho untuk memintanya mengantarkan ia dan Lisa pulang sebentar,

Sebenarnya selain dari itu, tujuan Rose sebenarnya ingin memberikan akses untuk Jimin dekat dengan Jennie, melihat wajah tak berdaya dari namja itu membuat hatinya tidak tega, Jisoo dengan tegas melarang Jimin menemui Jennie entah apa masalahnya,

" Jimin-ssi, kau tidak ingin masuk" dengan wajah yang berseru semangat, Jimin berjalan mendekat brankar tempat dimana istrinya terbaring lemah,

"Rose, kenapa kau membiarkan dia mendekati Jennie? Jika Jisoo eonni tau dia akan,,, "

"Jangan beri tahu dia, ku mohon Sinbi-ah kau tidak lihat dia begitu tersiksa? " Irene menarik Sinbi agar tetap dalam kendali yang aman, ia boleh tak suka tapi ingat Rose dan Lisa tidak tahu apa-apa,

Brakk

"JHope! Ada apa? " tanya NamJoon terkejut, pria itu yang tadi membuka dengan kasar pintu ruangan Jennie,

"Kita perlu bicara! "

"Aku tidak memiliki urusan denganmu tuan Jung jadi lep,,, "

"Berbicara tentang kebenaran! " dengan paksa JHope menarik lengan Sinbi karena yeoja itu terus melawan,

Sejenak ruangan kembali tenang, mungkin karena terganggu dengan keributan tadi Jennie berangsur-angsur sadar, semua orang tersenyum lega melihat Jennie mulai membuka mata,

"Eonni, kau sudah sadar,? Apa kau merasa sakit?"

"Chagiya, aku senang kau baik-baik saja,," Jennie terlihat diam sejenak, tak lama ia menjerit, menangis, meronta dan terus memukul dada Park Jimin,

"aaaaaahhhh, pergi! Jauhkan tangan menjijikkan itu dariku!, KAU PEMBUNUH!" semua orang panik, Seokjin berlari memanggil dokter, entah kenapa Seokjin yang semula terlihat tak peduli merasa sakit melihat keadaan Jennie,

"Jennie,,, Jennieyaa dengar oppa,,,tenanglah, kau harus memikirkan kesehatanmu oke? " Taehyung dan Jungkook yang juga belum tahu apa apa terkejut, melihat NamJoon yang memeluk Jennie dengan erat, mencium pucuk kepalanya berulang kali, entah kenapa hati Taehyung juga merasakan sensasi yang berbeda, rasa takut, cemas dan juga khawatir lebih tepatnya,

"Oppa,,,hiks,, hukum mati dia! DIA MEMBUNUH PUTRA KU!!! DIA MELENYAPKAN ANAKNYA SENDIRI!, JIHOOOOOONNNNNN!,,,, HAAAAAA JIHOONKUUU" Teriak Jennie keras tak henti mengutuk Jimin yang terus menundukkan wajahnya dan menangis,

"Kenapa Jennie noona mengatakan hal yang aneh? " selidik Jungkook merasa aneh, ia berpikir ia sedang bertanya pada Yoongi, tak menyangka ternyata yang berdiri di sebelahnya adalah Rose, wajah Jungkook berubah menjadi merah, dan senyum malu yang tercetak jelas di wajahnya, Jantungnya memang tidak berdetak kencang lagi seperti dulu tapi walau begitu Rose selalu mampu membuat Jungkook seperti bertemu dengan idola,

sedangkan Rose yang sama bingungnya hanya menggeleng tak tahu, dan kembali menatap Jennie dan NamJoon yang masih berpelukan dengan rasa sakit yang terpancar dari kedua wajah mereka,

Dokter datang dengan Seokjin yang berjalan di belakangnya, memerintahkan semua orang untuk meninggalkan ruangan terkecuali NamJoon yang masih terus memeluknya dengan erat,

"Apa dia mengalami kejadian yang tidak baik, sepertinya dia mengalami trauma berat" NamJoon mengangguk, menatap wajah Jennie yang sudah mulai tenang, hidung yeoja itu memerah dengan kelopak mata yang sedikit bengkak, sungguh sakit melihat adiknya dalam kondisi seperti ini,

Sementara di luar ruangan, Jimin tersungkur dan menangis tanpa henti, Yoongi yang mengetahui segalanya hanya bisa menjadi tumpuan sementara untuknya, Kesalahan Jimin dimasalalu sangat berat begitupun kesalahan Yoongi, yang terlalu bodoh untuk menyadari dan menjaga sesuatu yang amat berarti dalam hidupnya,

"Lebih baik kau pulang Park Jimin-ssi, ini bukan waktu yang tepat untuk kau bicara padanya" Taehyung melirik Irene sejenak, melirik dengan tatapan selidik, mengapa seolah olah Irene mengetahui apa yang sebenarnya terjadi,

Jimin setuju, ia bangkit dengan bantuan Yoongi, memutuskan untuk pulang di ikuti yang lainnya, sebelum benar-benar mengikuti member lainnya, Taehyung berbalik menatap Irene sejenak,,

"Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi kau pasti tahu... "

.
.
.
.
.
.
.
.

Di sisi lain Sinbi harus mati matian menahan air matanya agar tidak jatuh, JHope sedang menjelaskan segalanya, segala kesalahan yang membuatnya mengira jika pengirim hadiah adalah Sanna,

Kali ini ia harus merasa bahagia atau sebaliknya? Ya memang benar itu adalah Sinbi, jika sebelum masalalu datang ia mungkin akan sangat bahagia, namun tidak untuk saat ini, bagaimana kau bisa bahagia jika kesalahan fatal yang Namja di depannya ini perbuat terus menghantui, ia tidak ingin jatuh ke dalam lubang yang sama, jatuh ke jurang rasa sakit yang namja ini ciptakan,

"Sinbi, kau mendengarku kan? Berikan aku satu kesempatan ya, aku akan menjelaskan semuanya pada Sanna, jika aku tidak mencintainya, aku hanya mencintai dirimu"

"Aku sudah menganggap itu hanyalah masalalu Sunbaenim, maaf jika aku terlalu kasar tadi, melihat kondisi Jennie mempengaruhi mental ku, tapi untuk hubungan yang kau katakan itu,,, aku tidak akan berpikir sampai kesana lagi, aku sudah menyerah tepat saat kau menyatakan perasaan mu pada Sanna-ssi, aku sudah melupakannya" JHope menggeleng hebat, tersenyum kaku mencoba meraih pergelangan tangan Sinbi,

"Itu karena aku mengira dia adalah dirimu, oke aku yang bersalah, Maafkan aku tapi beri aku kesempatan, aku mohon"

"Tidak sunbae, jangan menyakiti yeoja lain hanya karena kecerobohan mu, Sanna-ssi tidak tau apa yang terjadi jika kau tiba-tiba memutuskan hubungan dengannya, itu akan sangat melukainya"

"Aku pernah di posisi kecewa dan aku tidak ingin orang lain merasakannya, sunbae, aku memang memiliki perasaan yang lebih, tapi tidak untuk aku perjuangkan lagi, jadi lupakan semuanya, kita kembali berjalan seperti saat kau tidak mengenal ku, itu lebih baik" JHope merasa sesak memandangi punggung Sinbi yang semakin menjauh, ia sudah salah dan mungkin Sinbi sangat kecewa terhadapnya,

Bagaimana ia memperbaiki semua kesalahan ini?, jika Sinbi sendiri sudah menolaknya, menolak untuk bersama JHope lagi,

"Baiklah mungkin saat ini aku yang harus mengejarmu, agar aku juga bisa merasakan berada posisimu dulu" ujar JHope dengan senyum tulus dan tatapan menyendu.




𝙍𝙚𝙞𝙣𝙠𝙖𝙧𝙣𝙖𝙨𝙞 𝓦𝓲𝓽𝓱 𝓑𝓵𝓪𝓬𝓴𝓫𝓪𝓷𝓰𝓽𝓪𝓷 Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang