"Jeon, bangun antarkan aku ke pasar"
"Hmm jangan sekarang" ucapnya malas, hari masih pagi namun Lisa sudah memaksanya untuk bangun, menarik selimut mahalnya dan menggelitik telapak kaki Jungkook,
"Lisa-yaa, aku masih mengantuk, kau tidak ingat hari ini aku libur"
"Ayolah Jung, hari ini aku akan belanja banyak jadi kau harus membantuku" Tak punya alasan lagi Jungkook terpaksa bangun, mencium kening istrinya sekejap lalu berjalan ke kamar mandi,
Sebenarnya ini hanyalah alasan Lisa saja mengajak Jungkook ke pasar, padahal ia bisa saja meminta pelayan untuk menggantikan ia berbelanja, menjadi istri dari tuan muda Jeon membuat kehidupan Lisa jauh lebih mudah, tidak seperti Rose yang harus melakukan apapun sendiri karena gaya hidup suaminya yang sederhana, kehidupan Lisa sangat terjamin, ia hanya perlu diam dirumah dan menunggu suaminya pulang,
Andai saja semudah itu, mudah memikirkan angan namun menggapainya itu hal yang susah, ia harus selalu berperang dengan kenyataan pedih dan sampai saat ini tak kunjung meraih kemenangan,
"Aku akan menghilangkan nama putri Park dari hati dan pikiranmu, suamiku" gumamnya sembari melangkah menuju lemari untuk menyiapkan baju untuk suaminya,
Tak lama Jungkook keluar dengan handuk yalng melilit pinggangnya, rambut basah dan aroma mint yang menyapa indra penciuman, jangan lupakan tubuh berotot nya yang menggigil,
"huft, aku menyesal tidak mandi dengan menggunakan air hangat, badanku rasanya hampir membeku"
"Berapa suhu udara pagi ini?, dingin sekali" Imbuhnya membuat Lisa geleng kepala,
"Sudah? Kajja!"
Ramai orang sinis memperhatikan langkah kaki kuda yang menyeret gerbong berwarna putih dengan ukiran bunga dan bendera lambang kebanggaan keluarga Jeon di atapnya, Lalisa turun setelah memastikan Jungkook bangun dari tidur singkatnya,
Hari ini pasar lebih ramai dari biasanya, bendera-bendera kerajaan, dan tulisan-tulisan yang berisi ucapan untuk memeriahkan hari ulang tahun sang raja dipasang di seluruh penjuru yang dapat ditangkap mata,
Anak-anak berebut coklat dan roti yang di bagikan pengawal istana dengan percuma, raut wajah gembira mereka rupanya menular pada Lisa, sebelum senyum cerahnya menghilang seketika,
"Lalisa!" Bertahun-tahun menjalin persahabatan membuat ia sangat hafal dengan suara itu,
"Rose!" Ia menoleh memandang pedih Jungkook yang baru saja memanggil yeoja itu, ada binar bahagia dari sorot matanya, dan itu cukup membuat sesuatu dalam diri Lisa berteriak, orang lain menyebut itu dengan 'api cemburu'
"Kalian disini juga?" Tanya Rose dengan cengiran polos, yaa! Yeoja menantu Min memang sangat polos,
"Apa kabarmu tupai?"
"Yaa Jeon! , jangan memanggilku seperti itu"
"Kenapa aku tidak boleh memanggil mu tupai? lihat saja sekarang pipimu tambah mirip dengan tupai" Ucap Jungkook dengan tangan yang bergerak mencubit dua pipi gembul Rose,
tawa Jungkook meledak saat melihat wajah marah Rose yang membuatnya semakin imut,
"Chagiya,,kau disini rupanya, aku kan sudah bilang jangan pergi sendiri" Yoongi datang dengan permen kapas berwarna biru di tangannya,
"Ah oppa, mianhae, aku jenuh menunggu kau mengantri, aku melihat Lisa dan Jungkook jadi aku memutuskan bertemu mereka"
"Annyeong Jeon, Lalisa" Sapa Yoongi netral, ia memang tidak terlalu dekat dengan teman-teman istrinya,
"Annyeong tuan Min, syukurlah kau sudah mau mengantarkan istrimu ke pasar, jadi dia tak lagi merepotkan ku saat harus membawa belanjaannya" Ucapan Lisa membuat ketiga orang lain di sana terhenyak dan menatapnya,
"Apa yang kau katakan Lisa?"
"Aku minta maaf karena istriku telah membuat kau kerepotan, seharusnya jika kau terbebani katakan saja langsung, aku yakin istriku tidak akan memaksa mu, dia terlalu baik untuk memaksa orang asing" balas Yoongi tak kalah sengit dengan menekankan kata orang asing , ucapan yeoja berponi itu telah menciptakan kaca di kedua mata cantik istrinya,
"Rose, kalian ikut kami saja, aku akan mengantarkan kalian pulang" Lisa mendelik, mereka baru saja sampai tapi Jungkook berencana mengantar pasangan Min pulang,
"Tidak perlu tuan Jeon, kami bisa sendiri"
Tak ada yang di lakukan Lisa disana, ia hanya melihat Jungkook yang menatap sendu, punggung pasangan Min yang semakin menjauh, ego telah merusak pola pikirnya tak peduli jika perasaan rose tersakiti oleh ucapannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝙍𝙚𝙞𝙣𝙠𝙖𝙧𝙣𝙖𝙨𝙞 𝓦𝓲𝓽𝓱 𝓑𝓵𝓪𝓬𝓴𝓫𝓪𝓷𝓰𝓽𝓪𝓷
FanfictionHal hal yang di hindari ternyata adalah sebagian dari masa lalu "Jangan pergi Jisoo, kau bilang, kau adalah bayanganku, bayangan tidak akan pernah pergi kan? " "Apa yang dapat memisahkan bayangan dari objek nya? Kegelapan , Yang mulia,,, dan kau tel...
