Lapangan kampus tempat Habib menempuh pendidikan sebagai seorang mahasiswa sudah dipenuhi oleh banyak orang, masing-masing mereka sudah memegang undangan khusus menghadiri acara wisuda mahasiswa terbaik tahun ini. Nama Habib Abimanyu sudan menjadi trend topik selama empat tahun, dan itu bukan lagi rahasia jika banyak para gadis yang rela ikut membayar kursi demi menyaksikan idola kampus itu lulus dengan nilai tertinggi. Menjadi kebanggan bagi kedua orangtua dan keluarga, Habib berjalan dengan tegak saat memasuki ruangan. Ia tersenyum melambaikan tangan pada keluarga nya yang duduk cukup jauh, rasa bahagia yang meliputi mereka sangat terlihat dari pancaran mata. Apalagi dengan kedatangan Shaina, semakin membuat hati Habib merasa gembira.
Semua orang telah berkumpul, mendengarkan kata sambutan kemudian masuk ke acara inti. Shaina tidak tersenyum, tidak juga memasang raut wajah terpaksa, dia hanya tak tahu harus menampilkan ekspresi seperti apa. Sudah beberapa kali dia mendengar orang dibelakang mereka berbisik soal kecantikan yang dimiliki Shaina namun gadis itu tak sekali pun membalas senyuman. Hal itu cukup membuat Shaina tersinggung, andai saja mereka tahu jika Shaina memiliki kesulitan yang berat saat berhadapan orang asing, untuk menorehkan senyum itu sudah jelas tidak mampu ia lakukan. Shaina menghela nafas pelan, tak ingin membuat Hagne atau orangtua nya mendengar keluhan nya. Ia menatap kedepan sana, orang-orang disitu masih belum memanggil satu pun nama. Tampak nya mereka masih berdiskusi, memakan waktu lima menit barulah salah satu dari mereka memegang mic kemudian berbicara sedikit untuk mencairkan suasana. Ruangan ini bergema karena tawa, Hagne pun ikut tersenyum, Shaina lagi-lagi tidak bisa tersenyum. Pipi nya terasa kebas, dan itu sangat konyol tapi memang begitu kenyataan nya.
"HABIB ABIMANYU. ."
Hanya itu yang mampu Shaina dengar, selebih nya samar-samar. Ia tenggelam dalam imajinasi nya sendiri menunggu acara ini selesai, tak berminat sama sekali pada yang mereka semua lakukan. Gadis itu melamun, teringat pada somay yang dijanjikan oleh Habib.
Selama hampir dua jam Shaina duduk diam diantara banyak nya orang yang hadir, bahkan ia sudah menghabiskan tiga botol air mineral. Meski ada snack kotak yang dibagikan, bosan dan jenuh yang dirasakan oleh Shaina jauh lebih besar ketimbang lapar. Jadi ia tak menyentuh makanan itu sama sekali. Penantian nya selesai juga ketika Habib dengan bangga memeluk ayah nya, bergantian ibu dan adik nya. Shaina tak bergerak sedikit pun dari tempat saat melihat ada Shanum dibelakang Habib.
"Lo gak mau kasih gue ucapan selamat gitu?" Sindir Habib pada Shaina yang tak bersambut.
"Gue laper, lo udah janji mau beliin somay". Balas Shaina dengan wajah cemberut. Haena yang melihat wajah Shaina pun baru sadar kalau gadis itu pasti sangat jenuh menunggu acara selesai.
"Ya ampun, Shain. Maafin kita ya sampe lupa sama kamu, astaga! Aunty terlalu senang soal nya". Shaina memaksakan diri tersenyum pada Haena, dalam hati ia memaklumi hal itu.
"Kapan sih mami gak lupa sama orang kalo udah senang, susah aja ingat". Pria itu menjawab perkataan istrinya, nada nya bicara sangat santai yang berarti cuma bercanda.
"Ish papi."
"Aduh ma, Hagne kayak nya dapet deh. Kita pulang duluan yuk, bisa bocor nih kalo sampai gak di balut". Hagne memegang dress nya dan melihat kebelakang bekas duduk, takut kalau nanti ada noda merah yang bisa membuat malu dirinya.
"Ada-ada aja kamu, mami masih mau disini padahal. Ya sudah kalo gitu, Shanum selamat ya atas kelulusan nya. Kamu selalu yang terbaik". Haena memberikan ucapan selamat dan pelukan pada Shanum, begitu juga suami nya yang cukup dengan salam, Hagne tidak sempat lagi memberikan ucapan pada Shanum. Ia segera keluar dari deretan kursi meninggalkan mereka, alarm bahaya kebocoran dari tamu bulanan sudah berdering di kepala Hagne dan itu sangat amat berbahaya.
Suami-istri itu hanya bisa melihat kelakukan Hagne dengan gelengan kepala, Shanum tersenyum, Shaina dan Habib sudah terbiasa melihat tingkah Hagne jadi mereka hanya merasa iba saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
LIMERENCE (COMPLETED)
ChickLitCover by : Pinterest (Edit by Me) Author note : NO CHILDREN (21+) Sedang Revisi (◍•ᴗ•◍)❤ Start : 1 Agustus 2021 End : 10 Agustus 2021
