Makasih udah jadi istriku, udah hamil anakku, udah jadi ibu dari
anak-anakku.
•••
Beberapa bulan kemudian ...
Tak kerasa, kandungan Tiara sudah memasuki 32 minggu. Pasangan suami istri itu semakin tak sabar menanti kelahiran sang buah hati.
Selama awal kehamilannya sampai sekarang, Anrez tak henti-hentinya memperhatikan Tiara dengan lebih intens dan lebih posesif.
Sekarang Tiara dan Anrez sedang berada di kamarnya. Mengistirahatkan tubuhnya setelah melakukan aktifitas seharian.
"Sayang," panggil Tiara sambil memperhatikan Anrez yang sedang mengelus perutnya dengan senyum manisnya.
"Hm?"
"Aku mau tanyaa."
Anrez menegakkan tubuhnya lalu menatap lekat wajah istrinya. "Tanya apa?"
"Kamu merasa apa yang udah berubah setelah menikah?"
Anrez tersenyum sambil mengelus lembut tangan Tiara yang berada di genggamannya. "Banyak sih, berubah banget. Malah sangat signifikan, sayang."
Tiara mengangguk. "Gimana?"
"Aku jadi punya tujuan, punya visi, lebih dewasa, apalagi aku sekarang udah jadi kepala keluarga dan calon ayah. Aku lebih jelas mau ke mana arahnya, mau ke kamuu," jawab Anrez seraya memeluk tubuh Tiara dari samping.
Tiara tertawa. "Kamu kok ketawa sih?" tanya Anrez.
"Iya-iya enggak. Terus?"
"Terus, 'kan, apalagi kita mau punya anak. Udah jelas gitu sekarang dalam hidup aku mau ngapain."
"Kalau kamu, yang?"
Tiara tersenyum. "Kalau aku, sama sih. Aku ngerasain banget perubahan aku tuh di cara berpikir aku. Aku dulu lebih childish, sekarang aku berusaha lebih dewasa."
"Apalagi sekarang aku udah berumahtangga, udah jadi istri, mau jadi ibu. Sekarang juga aku harus lebih bertanggungjawab, ditambah nanti kalau anak kita udah lahir," lanjut Tiara.
Anrez mengangguk lalu tersenyum. "Kamu emang udah berusaha keras selama ini."
"Apa yang kamu senengin dari pernikahan kita?" tanya Tiara.
"Semuanya seneng dong. Kalau sama kamu, pasti semuanya jadi menyenangkan, sayang."
Tiara terkekeh. "Bisa aja, Bang Condet."
"Ada yang mau kamu ubah gak dari pernikahan kita?" tanya Tiara lagi.
Anrez menggeleng. "Enggak, gak ada. Aku mensyukuri aja setiap momen yang datang ke pernikahan kita."
"Alhamdulillah kita gak pernah berantem hebat, sekalinya ada masalah kita pasti diskusiin dengan kepala dingin," sambung Anrez.
"Kamu seneng gak sebulan lagi mau punya anak?"
"Seneng dong, sayang. Seneng banget sekaligus gak sabar."
Tiara terkekeh. "Harapan kamu apa buat anak kita?"
Anrez tersenyum tangannya terulur mengelus perut Tiara. "Semoga anaknya ganteng, anak laki-laki yang harus lebih baik dari aku, harus belajar dari kesalahan aku biar dia gak ngulangin itu, pokoknya dia harus jadi versi lebih baiknya lagi."
"Aamiin."
"Aku mau aku jadi sahabatnya dia, aku akan selalu ada buat dia, dengerin cerita dia, sharing banyak hal sama dia, seru banget, ging."
KAMU SEDANG MEMBACA
Rasa Ini ✓
Teen FictionAkan bahagia sekali rasanya kalau Allah menakdirkan kita berjodoh. Anrez Adelio yang mengidolakan seorang Tiara Andini ternyata perasaannya berkembang menjadi rasa sayang. Laki-laki itu bertekad untuk memperjuangkan gadis itu agar menjadi miliknya...
