Bisa menikah denganmu rasanya seperti mimpi indah.
•••
Tiara terbangun dari tidurnya pada pukul lima subuh. Ia menoleh ke arah Anrez yang masih tertidur pulas. Ditatapnya lekat wajah suaminya yang dua kali lebih tampan saat sedang tertidur.
Tiara tersenyum dengan tangannya mengelus pipi Anrez. "Sayang, bangun, yuk."
Anrez tergerak lalu membuka matanya perlahan. Senyumnya terukir saat melihat Tiara yang sedang menatapnya sembari tersenyum.
Cup
Tiba-tiba saja Anrez mencium bibirnya membuat Tiara terlonjak. "Iiihhh, sayang."
"Morning kiss."
"Ayo sholat," ajak Tiara seraya mendudukkan tubuhnya disusul oleh Anrez.
Tiara menyampirkan selimut dan menurunkan kakinya ke lantai. Baru saja ia berdiri, rasa nyeri ia rasakan pada paha bagian dalamnya membuat Tiara terduduk di tepi ranjang.
"Aaaa sayang, sakiiittt," keluh Tiara membuat Anrez berdiri dari duduknya lalu berjalan ke hadapan istrinya.
Anrez berlutut. "Kenapa?"
"Ulah kamu semalem nih," balas Tiara ketus. Anrez terkekeh saat ia mengingat kejadian semalam.
"Ya udah, sini aku bantuin. Mau ke kamar mandi, kan?"
Tiara mengangguk. Dengan lembut Anrez mengangkat istrinya menuju kamar mandi ala bridal style.
"Kalau pertama emang sakit, sayang. Tapi nanti juga terbiasa kok," kata Anrez.
Tiara hanya diam memperhatikan wajah suaminya. Anrez pun mendudukan tubuh Tiara di closet.
"Mau ditemenin gak?" tanya Anrez.
"KELUAR KAMU, AKU GAK MAU LAGI."
Anrez meringis saat mendengar pekikan dari istrinya. Semoga setelah ini Tiara tidak marah kepadanya. Kalau sudah marah, kan, susah bujuknya.
"Iya-iya, sayang. Aku keluar," kata Anrez lalu keluar dari kamar mandi seraya menutup pintunya. Tak berselang lama, Tiara keluar dari kamar mandi dengan tertatih.
Anrez langsung datang menghampiri Tiara membantu istrinya berjalan. "Bisa, kan, siapin sendiri alat sholatnya?"
"Bisa kok, udah sana wudhu cepet," balas Tiara diberi anggukan oleh Anrez.
Anrez pun segera berwudhu lalu melakukan sholat subuh berjamaah dengan Tiara.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh."
Pasutri itu akhirnya selesai melaksanakan kewajibannya. Tiara mendekatkan dirinya dengan Anrez lalu mencium punggung tangan suaminya.
Anrez tersenyum beralih mencium kening istrinya. Bahkan sampai saat ini pun, ia masih belum bisa percaya. Anrez mengimami Tiara sholat? Ya Allah, semoga ini bukan mimpi.
"Sayang," panggil Anrez.
"Kenapa?"
"Aku seneng banget, saking senengnya aku ngira kalau ini mimpi, yang."
Tiara mengerutkan keningnya. "Mimpi?"
"Iya, bisa nikah sama kamu." Tiara terkekeh lalu mengelus tangan suaminya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rasa Ini ✓
Genç KurguAkan bahagia sekali rasanya kalau Allah menakdirkan kita berjodoh. Anrez Adelio yang mengidolakan seorang Tiara Andini ternyata perasaannya berkembang menjadi rasa sayang. Laki-laki itu bertekad untuk memperjuangkan gadis itu agar menjadi miliknya...
