Aku melepasmu. Bukannya perasaan ini telah sirna, tapi memang sudah tidak ada yang perlu kita pertahankan. Aku lelah.
•••
"Tiara."
"Nuca?"
Terlihat di sana Nuca berjalan menghampiri dirinya dan Anrez membuat jantungnya berdetak lebih cepat. Aku kayak terciduk selingkuh tolong.
"Ti, mau aku temenin atau aku pergi aja? Hm?" tanya Anrez lembut.
Tiara terenyuh mendengar nada bicara Anrez selembut itu padanya membuat gadis itu merasa lebih tenang.
"Kakak duluan aja, deh. Makasih, ya, Kak."
Anrez mengangguk sembari menampakkan senyum tulusnya. "Kalau ada apa-apa, kasih tau aku, ya," pesan Anrez dengan tangannya yang terulur mengelus pundak Tiara, guna menenangkannya.
"Tiara."
Tiara tersenyum paksa. "Iya, Nuc? Kok bisa di sini?"
"Kenapa kalau aku di sini? Kaget, ya, kamu? Kayak abis terciduk selingkuh, ya?" sergah Nuca dengan air muka yang sudah merah padam menahan amarah.
"Kamu kok gitu sih?"
"Kamu yang kok gitu! Kenapa gak ngabarin aku? Asik banget, ya, kayaknya berduaan sama dia dari kemarin," geram Nuca yang sudah tidak tertahan.
Tiara tersenyum kecut ke arah Nuca. "Oh, ya? Terus kamu juga apa? Kamu juga akhir-akhir ini deket, 'kan, sama Lini? Kamu juga gak ngabarin aku, tiba-tiba aja kamu atau Lini bikin story lagi berduaan. Terus apa bedanya aku sama kamu? Bukannya kita sama aja?" balas Tiara yang sudah tersulut emosi.
"Kamu kok jadi nyalahin aku? Jangan bawa-bawa Lini, Ti."
"Kamu juga bawa-bawa Kak Anrez, Nuc," balas Tiara.
"Ya emang kamu selalu sama dia, 'kan, sekarang?" jawab Nuca tak mau kalah.
"Kamu juga selalu sama Lini sekarang. Kamu jangan egois, Nuc. Coba kamu liat dulu diri kamu sendiri, jangan seolah-olah kamu yang paling tersakiti di sini dan semua ini salah aku," sentak Tiara membuat Nuca diam, bergeming.
Tak bisa ia pungkiri, semua yang dibilang Tiara itu benar. Selama sebulan terakhir, ia melupakan kehadiran Tiara di hidupnya karena Mahalini.
"Kenapa? Kok diem? Bener, 'kan, yang aku bilang?" tambah Tiara dengan air mata yang sudah membanjiri wajah cantiknya.
Hatinya sakit, ia merasa Nuca-nya sudah berubah. Cowok yang ada di hadapannya ini bukan Nuca-nya. Tiara sama sekali tidak mengenali sosok di depannya ini. Nuca yang selalu lembut kepadanya, perhatian, pengertian, dan selalu memberinya kabar, kini hilang entah kemana.
"Ti ..."
"Kamu nyaman, 'kan, sama Lini?" tanya Tiara yang lagi-lagi membuat Nuca tak berkutik.
Merasa tidak ada jawaban sama sekali dari Nuca, Tiara bisa mengetahui jawabannya. Tentunya jawabannya adalah, ya.
Tiara melepas gelang yang berinisial N dari tangan kirinya dan memberikannya pada Nuca.
"Kamu gak salah, karena aku pun ngerasain hal yang sama."
"Nucc ..." lirih Tiara. Tenaganya kini sudah habis karena berdebat dengan laki-laki di hadapannya ini.
"Kita selesai aja, ya."
•••
Anrez menunggu kehadiran Tiara di studio Dahsyat dengan cemas. Ia khawatir terjadi apa-apa pada gadis itu. Apalagi, dirinya bisa melihat Nuca seperti menahan emosi sejak kedatangannya di gedung RCTI.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rasa Ini ✓
Teen FictionAkan bahagia sekali rasanya kalau Allah menakdirkan kita berjodoh. Anrez Adelio yang mengidolakan seorang Tiara Andini ternyata perasaannya berkembang menjadi rasa sayang. Laki-laki itu bertekad untuk memperjuangkan gadis itu agar menjadi miliknya...
