30. Merenggang Lagi

812 108 6
                                        

Sesusah itukah kamu menceritakan semuanya padaku?

•••

Keesokan harinya, Anrez menjalani harinya seperti biasa. Diawali dengan acara Sahur Seger yang entah kenapa semangatnya menghilang begitu saja. Pikirannya selalu tertuju pada Tiara.

Sekarang pukul sepuluh pagi, Anrez sedang berada di perjalanan menuju rumah Tiara. Ia masih akan tetap berusaha untuk membujuk gadisnya dan menjelaskan semuanya pada Tiara.

Tak berselang lama, akhirnya Anrez sudah tiba di rumah gadisnya. Senyum dan semangatnya mengiringi langkahnya mendekat ke rumah Tiara.

Tok tok

"Assalamualaikum."

Ceklek

"Waalaikumsalam, eh Anrez dateng lagi," ramah Mama Yoshi. Anrez tersenyum lalu disusul mencium tangan Mama Yoshi.

"Iya, Tan. Tiaranya ada, 'kan?"

"Ada kok di kamar. Kamu ke sana lagi aja deh," balas Mama Yoshi.

Anrez mengangguk. "Anrez ke kamar Tiara dulu, ya, Tan," pamit Anrez diangguki oleh Mama Yoshi.

Tok tok

"Tiaraa."

Ceklek

Tiara menoleh ke arah pintu kamarnya dan menampakkan sosok Anrez di sana. Ia mengalihkan pandangannya dari cowok itu. Entahlah, rasa sakitnya masih berasa, pikirannya belum tenang sepenuhnya.

"Gingging ..."

Tiara menghela nafasnya kasar. "Aku belum mau ketemu kamu, Kak."

Anrez berjalan mendekati Tiara. "Ti, dengerin dulu penjelasan aku."

"Aku belum mau denger, Anrez," tegas Tiara. Anrez menghela napasnya. Untuk kali pertama Tiara menyebut namanya saja tanpa embel-embel. Jujur sedih, Tiara sama sekali tidak mau mendengar penjelasan darinya.

"Kamu gak cape diem-dieman? Kamu pasti overthinking sendiri juga, 'kan? Hm?" tanya Anrez.

"Aku cuman usaha bujuk kamu, biar kamu mau denger penjelasan dari aku. Aku abis Sahur Seger sempet-sempetin ke sini, buat kamu. Tapi kamunya gak ngehargain usaha aku," lanjutnya.

Tiara menatap lekat Anrez yang sepertinya sedang mengeluarkan unek-uneknya. Ia tau Anrez memiliki jadwal yang padat bulan ini. Tapi memang salah kalau dirinya belum siap mendengarkan penjelasan dari Anrez?

"Ya udah kalau kamu gak mau denger. Aku pulang aja," kata Anrez lalu mengangkat kakinya dari kamar Tiara menyisakan gadis itu yang sedang bergelut dengan pikirannya. Anrez marah padanya?

•••

Tiara kini sedang bersama teman-temannya di rumahnya. Gadis itu menghubungi mereka karena Tiara membutuhkan kehadiran mereka. Dengan senang hati teman-temannya langsung berangkat ke rumah Tiara.

"Kak Anrez marah, ya, sama aku?" tanya Tiara sedih. Gadis itu sudah menceritakan semuanya pada teman-temannya.

"Kak Anrez gak marah sama Kak Ti. Mungkin Kak Anrez capek aja karena jadwalnya padet kaannn," balas Lyodra menenangkan Tiara.

"Kak Anrez capek sama aku?"

"Enggak, Titi. Kak Anrez gak mungkin capek sama kamu, Kak Anrez, 'kan, sayang banget sama kamu," sahut Mahalini.

Rasa Ini ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang