Kamu bohong, kalau udah sekali, akan jadi dua kali dan tiga kali.
•••
Selesai live, Anrez memberanikan diri untuk menelpon Tiara, berharap gadis itu mau mengangkatnya. Cowok itu menyunggingkan senyumnya saat Tiara mengangkat panggilannya.
"Halo, sayang."
"Hm."
"Cuek banget sih, pacar akuu."
"Apa sih, Kak?"
"Jangan marah-marah dong, sayang."
"Ya kamu yang bikin aku marah."
"Maaf, ya."
"Kenapa kamu bohong?"
"Tii, aku susul kamu ke sana, ya? Biar aku jelasin ke kamu secara langsung. Ya?"
"Hm. Ya udah, aku shareloc. Hati-hati."
Tut tut
Anrez tersenyum saat Tiara mengizinkannya untuk menyusul ke Bandung walaupun nada bicara Tiara kepadanya masih sama, dingin. Tapi tak apa, yang penting dirinya bisa menyusul ke Bandung.
Setelah mendapatkan shareloc dari Tiara, tanpa berlama-lama, Anrez segera mempersiapkan semuanya dan langsung berangkat ke Bandung.
Di lain tempat, Tiara sedang asyik mengobrol dengan Arsy dan Papa Yovie sambil make up.
"Ti, Anrez gak ke sini?" tanya Arsy.
"Kak Anrez lagi di jalan, mau nyusul ke sini. Tadi dia ada syuting dulu," jawab Tiara.
•••
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan panjang, akhirnya Anrez pun tiba di lokasi syuting Tiara.
Senyum Anrez merekah mengiringi langkahnya untuk menemui Tiara dengan tangannya yang menenteng plastik berisi chatime kesukaan gadisnya.
Anrez tersenyum lebar saat Tiara berjalan menghampirinya. Sepertinya mood Tiara masih sama, tidak ada senyum setipis HVS pun yang terbit dari bibir Tiara.
"Tii."
"Ayo, Kak, masuk."
Tiara berjalan meninggalkan Anrez tanpa tangan yang saling bertautan seperti biasa. Anrez meringis, apakah dirinya sudah merusak mood Tiara separah itu?
Anrez segera mengejar Tiara dan mencekal lengan gadis itu. "Kamu lagi istirahat, 'kan?" tanya Anrez dibalas anggukan oleh Tiara.
"Kita di luar dulu, ngobrol. Jangan di dalem, gak enak," kata Anrez sembari menarik lembut lengan Tiara untuk duduk di sebuah bangku di luar lokasi.
"Tiara," panggil Anrez tidak digubris sama sekali oleh Tiara. Yang gadis itu lakukan hanyalah menunduk sambil memainkan jari-jarinya.
Anrez mengambil kedua tangan Tiara lalu digenggamnya. Cowok itu menatap lekat ke arah Tiara. Merasa sangat bersalah karena dirinya harus berbohong kepada gadisnya.
"Heey, cantik," panggil Anrez lagi dengan lembut yang ternyata mampu membuat Tiara menengadahkan kepalanya lalu menatap Anrez.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rasa Ini ✓
Fiksi RemajaAkan bahagia sekali rasanya kalau Allah menakdirkan kita berjodoh. Anrez Adelio yang mengidolakan seorang Tiara Andini ternyata perasaannya berkembang menjadi rasa sayang. Laki-laki itu bertekad untuk memperjuangkan gadis itu agar menjadi miliknya...
