Berbagai upaya sudah dilakukan Mingyu demi menemukan dimana Soobin berada. Memata-matai rumah orang tuanya, rumah Nayeon, hingga membutuhkan 9 anak buah. Pada akhirnya, hasilnya tetap sama saja.
Walau sikap Mingyu sudah kelewat batas, para mafia masih bersedia membantu. Mereka meretas seluruh cctv yang kemungkinan besar dilewati oleh Soobin dan hampir mendapat petunjuk karna koper perempuan itu terlihat di dekat lampu merah.
"sudahlah, Gyu. Berhenti mencari Soobin" ujar Seungkwan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mafia jangkung itu menggelengkan kepala. Nampaknya ia tidak akan beranjak dari kursi hingga mendapat petunjuk lainnya. Beberapa mafia satu per satu mulai kembali ke kamar masing masing.
Hingga tersisa Hoshi.
Pada pukul 02.00 pagi, Mingyu akhirnya menyerah. Ia membanting keyboard komputer ke lantai. Bahkan Hoshi hanya menatapnya tanpa rasa terkejut.
"Mingyu"
Mingyu menoleh ke arah Hoshi dengan napas terengah-engah.
"penyesalan emang selalu ada di akhir"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"lo pantes ngedapetin semua ini"
Entah kenapa rasanya Hoshi seperti berada di pihak yang berlawanan. Mingyu mengerutkan kening, tidak percaya mendengar kakaknya bicara seperti itu. Tapi, Hoshi memang benar.
Tanpa melawan, Mingyu hanya diam. Ia menundukan kepala, memikirkan masalah yang tengah terjadi.
"jangan jadiin Soobin pilihan kedua, Gyu, karna gue pernah berada di posisi Soobin saat menyukai Hannah"
Hoshi tidak mau bicara panjang lebar, jadi ia langsung keluar. Mengingat kejadian masa lalunya, memiliki cinta segitiga dengan Hannah dan Wonwoo, membuat mood menjadi jelek.