Mingyu melangkah melewati Eunwoo. Tatapannya berubah menjadi jauh lebih tajam dari biasanya. Padahal kedua laki laki itu berteman akrab, tapi entah kenapa kali ini rasanya pertemanan itu seperti tidak pernah ada.
Lengan kanan gue diraih, mafia jangkung ini menggenggamnya dan terlihat jelas bagi Eunwoo. Tersirat senyum tipis, ia bicara,
"ternyata kamu belum lihat isinya"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tiba tiba gue merasa kasihan. Walau pun gue punya dendam pribadi terhadapnya, hanya saja kali ini melihat ia pulang dengan pakaian yang masih rapih rasanya seperti bersalah banget.
Begitu mau menghentikan, Mingyu lebih dulu memanggilnya.
"ya, Eunwoo-ya!"
Eunwoo menoleh.
"lo ngincer Soobin sekarang?"
Tanpa menjawab pertanyaan barusan, Eunwoo kembali berjalan ke arah lain. Mingyu berusaha mengejar, namun gue menahannya.
Kejadian singkat tersebut dilupakan karna konser sedikit lagi akan mulai. Di sepanjang jalan menuju tempat, gue terus menatap layar ponsel padahal tidak ada yang menarik.
Sedangkan Mingyu fokus pada jalan sambil mendengarkan lagu RnB yang kedengarannya asik. Tapi, hanya bertahan sesaat. Melihat gue diam seperti patung langsung membuat ia memulai percakapan.
"kalau telat sekolah hukumannya bersihin kelas gitu ya, Bin?"
"ruang Lab, bukan kelas"
Mingyu mengangguk. Ia kembali bicara, "lo deket sama Eunwoo di sekolah?"
Tentu saja jawaban gue berupa gelengan. Tiba tiba sesuatu terlintas di kepala. Sial, gue jadi ingat dengan wajah Eunwoo yang sangat dekat pada jam istirahat di sekolah tadi.
"kayaknya Eunwoo kerja sama sama Somi deh"
Mendengar gue menyebut nama Somi, Mingyu langsung menolehkan kepala. Ia diam sejenak, lalu merespon dengan terbata bata.
"S–Somi siapa?"
"ah, maaf, dia temen sekelas tapi soal bahasa inggris yang dibicarakan sama Eunwoo tadi itu dapet dari dia"
Mingyu tertawa kecil. Aneh. Suara tawanya terdengar terpaksa.
"kok lo mikir gitu?"
"soalnya waktu itu dia pernah bilang kalau Eunwoo nyuruh dia buat mata matain gue selama di sekolah"
Wajah Mingyu berubah drastis. Ia kembali fokus pada jalanan. Setelah gue menjelaskan soal Somi, mafia jangkung itu seperti merasa kesal. Ada apa ini?