33

1.2K 161 132
                                        

Soobin POV




Kata kata Mingyu memang menyentuh, ternyata hanya sebuah sandiwara. Sontak gue berdiri tanpa membantunya. Mingyu mendangakan kepalanya sedikit, ia tetap tersenyum lebar seperti tidak memiliki salah apapun.




"pembohong" ucap gue sambil melangkah ke arah lain.




Tiba tiba tangan Mingyu meraih lengan gue. Ia nampak sedikit lesu, entah masih bersandiwara atau tidak. Bersamaan dengan itu suara rintik hujan lambat laun terdengar. Mingyu mulai bicara,




"gue serius dengan perkataan tadi"

"gue serius dengan perkataan tadi"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"jangan pergi lagi, Soobin"



Mendengar suara seraknya membuat gue tidak tega untuk menepis. Mingyu memang bajingan, tapi terkadang sisi tulusnya muncul di waktu yang salah. Ia tahu bagaimana caranya membuat wanita tergila gila padanya.




Kalau dipikir pikir, apa salahnya memberikan kesempatan kedua? Mingyu juga tidak pernah menagih seluruh uang yang gue pakai selama tinggal bersama mama dan papa. Tapi, gue malah membalasnya seperti ini.



Mingyu terkejut melihat gue kembali duduk di hadapannya. Perlahan senyum gue nampak dan dengan yakin gue mengatakan,




"gue kasih lo kesempatan kedua"




Baru saja selesai mengucapkan kata "kedua", tiba tiba Mingyu menarik gue ke dalam pelukannya. Ia girang gak karuan. Bahkan sampai berseru pelan.




"sekarang kita pacaran kan?"




Gue melepas pelukannya, "ya enggaklah"



Seketika wajah Mingyu berubah. Ia mengadu kedua alisnya. Alasan kenapa gue memberikan kesempatan kedua agar ia memperlakukan gue sebagai seorang perempuan yang benar ia sayangi.



Mendengar penjelasan tersebut Mingyu sempat mengeluh. Setelah melihat mulut gue hampir nyap nyap, ia langsung mengangguk mengerti.




"lo gak tidur, Bin? besok masih sekolah juga" tegurnya.




"mau begadang aja ah"



"eh, apa apaan begadang?" Mingyu menghampiri gue di depan kulkas.



Keberadaan Mingyu di sini membuat tidur gak tenang. Ia saja ngajak melihat kupu kupu bersama tadi. Kalau tiba tiba masuk ke kamar lalu HAP!



Kan, gak lucu.




Mingyu tersenyum tipis, ia menyandar ke pinggiran wastafel, "gue gak akan senonoh di kesempatan kedua ini, Bin"




Entah kenapa ucapannya terdengar meyakinkan. Gelas yang tadi berisi air dingin langsung gue taruh di tempatnya. Pamit singkat pada Mingyu lalu masuk ke kamar.




𝗺𝗮𝗳𝗶𝗮 - 𝗺𝗶𝗻𝗴𝘆𝘂 [𝗘𝗡𝗗]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang