Hutan yang sunyi tidak bisa dijadikan alasan Soobin untuk salah mendengar. Jelas jelas kata wife diucapkan oleh Mingyu. Sontak ia berhenti mengatur napas lalu menatap Mingyu serius. Begitu pula si mafia jangkung. Ia menatap Soobin tanpa takut.
Senyuman yang muncul di wajah Mingyu berhasil membuat jantung Soobin berdegup kencang. Ia menegaskan, "itu bukan candaan, Bin"
Seketika raut wajah Soobin berubah. Tidak mungkin Mingyu mengajaknya menikah di saat situasi baru saja kembali normal. Namun, rencana tetaplah rencana.
Betapa terkejutnya Soobin begitu melihat Mingyu mengeluarkan sebuah kotak cincin dari saku jasnya. Ia melangkah mendekat. Meraih tangan kanan perempuan itu lalu memakaikannya pada jari manis.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"karna lo milih pilihan kedua, sekarang gue kasih pilihan lagi"
Mingyu berdiri tegap di depan Soobin.
"lepas cincinnya kalau lo berubah pikiran atau . . .
"kiss me if you accept it"
Kedua mata Soobin melebar sedangkan Mingyu sudah memejamkan mata. Ia begitu berani memberikan pilihan seperti ini. Padahal jika Soobin menolak dan mengembalikan cincinnya, Mingyu pasti malu banget.
Entah kenapa rasanya Soobin masih merasa takut jika Mingyu akan mempermainkan perasaannya lagi. Bagaimana kalau ternyata setelah menikah nanti, mafia jangkung ini malah merasa bosan.
Yoo Soobin benar benar negatif thinking. Bahkan sampai menatap cincin dan Mingyu bergantian.