“Bukan kewajiban kita untuk membahagiakan semua orang, kewajiban kita hanya untuk tidak menyakiti sesiapa.”
—Ustadzah Halimah Alaydrus—
•°•°•°•°•Serambi Masjid•°•°•°•°•
-
-
-
Ada satu hal yang membuat seorang Cakra Adiguna menyesal dan sangat merasa bersalah dalam hidupnya, yaitu menyembunyikan kebenaran bahwa Bapak berselingkuh di belakang Mama.
Pada saat itu Cakra masih berusia tiga belas tahun dan baru kembali dari acara persami di sekolah. Dalam keadaan lelahnya, laki-laki itu disambut oleh dua hal yang bertolak belakang, sebuah kabar baik dan kabar buruk baginya.
Cakra senang mengetahui jika Bapak baru pulang dari Batam. Setelah hampir satu tahun, akhirnya Bapak pulang. Bukan karena tidak ingin, tapi pekerjaan Bapak sebagai sales di Batam membuat beliau jarang pulang layaknya Bang Toyib. Tentu saja Cakra senang bukan main karena bisa berkumpul dengan keluarga lengkapnya.
Namun, kegembiraan di hatinya tiba-tiba hilang, senyum di bibirnya pun memudar ketika mendapati Bapak bermesraan dengan seorang perempuan yang sudah sangat Cakra kenali. Awalnya Cakra bingung, namun ia terkejut mengetahui bahwa Bapak sudah lama memiliki hubungan spesial dengan perempuan itu. Dan ia dikejutkan untuk kedua kalinya ketika mendengar bahwa Mama tengah dirawat di rumah sakit.
Cakra tak habis pikir. Bagaimana bisa seorang suami bermesraan bersama perempuan lain dan meninggalkan istrinya yang tengah sakit?
Tanpa berpikir panjang, pada saat itu juga Cakra pergi ke rumah sakit sendirian, dengan bermodalkan sisa uang sakunya untuk membayar ojek. Tidak menghiraukan pandangan aneh tetangga kepadanya yang masih lengkap mengenakan pakaian pramuka.
Sesampainya di rumah sakit dan menemukan kamar inap sang ibu, Cakra mendapati adiknya, Ilana, yang sedang menangis sembari memeluk tubuh kaku Mama. Waktu seakan berhenti, tubuhnya menegang, untuk pertama kalinya Cakra menangis setelah bertahun-tahun ia memutuskan untuk tidak akan menangis.
Cakra sudah terlambat menemui Mama untuk terakhir kalinya. Cakra juga terlambat untuk memberitahukan tentang rahasia Bapak kepada Mama.
Hidup Cakra berubah semenjak kepergian Mama, begitu pun adiknya. Tak lama, Bapak menikah lagi dengan selingkuhannya. Ibu tirinya yang dulu sangat baik rupanya hanya kebohongan semata. Setelah resmi menjadi istri Bapak, perempuan itu justru sering menyakiti Cakra dan Ilana.
Tiada hari bagi mereka tanpa diperbudak oleh ibu tirinya. Mereka selalu diberi makan sekali dalam sehari. Uang yang Bapak berikan untuk pendidikan mereka selalu digunakan oleh sang ibu untuk berfoya-foya. Mereka berdua selalu dikasari oleh ibunya ketika berbuat salah meski hanya hal sepele. Bahkan, Ilana yang masih kecil pernah dikurung di dalam gudang hanya karena tidak sengaja menumpahkan jus jeruk di baju baru ibunya.
Bertahun-tahun hidup dengan penuh kekerasan membuat Cakra terbiasa, tapi tidak dengan Ilana. Laki-laki itu merasakan sakit di bagian dadanya kala mendengar tangisan adiknya setiap malam. Ia paham bagaimana adiknya itu sangat tertekan apalagi karena selalu dipaksa untuk menuruti kemauan Bapak yang terlalu egois. Ilana tidak seharusnya mengalami nasib buruk seperti itu.
Jadi, Cakra memutuskan untuk berhenti sekolah hanya sampai sekolah menengah atas, kemudian mati-matian mencari kerja meski mendapat amukan dari Bapak. Ia tidak ingin membiarkan adiknya terus disiksa di rumah itu. Ia ingin cepat-cepat membawa adiknya pergi dari rumah itu. Ia bahkan rela bekerja di dua tempat sekaligus, yaitu di PT dan malamnya bekerja sebagai pelayan di salah satu restoran. Tak heran jika laki-laki itu selalu pulang tengah malam, bahkan hanya pulang beberapa hari sekali hanya untuk mengunjungi adiknya dan lebih memilih tidur di tempat kerja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Serambi Masjid
Teen Fiction[Romance] Dunia Ilana itu hanya dipenuhi luka, derita, dan air mata. Terlebih, setelah mamanya tiada, rasa sakit yang Ilana rasakan kian luar biasa. Hingga Ilana lupa bagaimana cara untuk tertawa. Kepahitan hidup yang semakin menjadi-jadi, membuat...
