66: Resilien

3.3K 256 164
                                        

Selamat datang kembali di bab terbaru Serambi Masjid ~

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Selamat datang kembali di bab terbaru Serambi Masjid ~

Yuk vote dulu sebelum membaca 😉

Bab selanjutnya akan dipublikasikan setelah vote pada bab 65 dan 66 (bab ini) mencapai minimum 350 dan komentar  minimum 650.

Selamat membaca!
Jangan lupa awali dengan basmallah.

"Sebab dari patah hati, luka, dan derita akan menghantarkan kita pada kesadaran bahwa manusia hanyalah makhluk yang rapuh, tak pernah benar-benar sendirian, dan selalu membutuhkan pertolongan, sehingga dari kesadaran itu pula kita belajar untuk be...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Sebab dari patah hati, luka, dan derita akan menghantarkan kita pada kesadaran bahwa manusia hanyalah makhluk yang rapuh, tak pernah benar-benar sendirian, dan selalu membutuhkan pertolongan, sehingga dari kesadaran itu pula kita belajar untuk bergantung sepenuhnya kepada Tuhan."

_________ Serambi Masjid __________

-
-
-


3 tahun kemudian ....

Dan pada akhirnya aku bertahan,
meski pernah runtuh menjadi serpihan tak bernama,
meski langkahku terlunta-lunta,
meski dunia menuntutku untuk kuat tanpa memberi tata cara.

Aku bertahan,
bukan karena luka itu sirna,
tapi karena aku belajar menatapnya,
memeluk perihnya,
dan menerimanya menjadi sebuah makna.

Dan pada akhirnya,
aku menemukan diriku sendiri,
di antara luka yang tak lagi berdarah,
di antara kenangan yang tak lagi menyesakkan.

Tak ada yang lebih setia daripada luka
yang mengajarkanku untuk kembali pada-Nya.
Tak ada luka yang berakhir sia-sia.

— Ilana Adzkiya

Kini tidak ada luka lagi. Yang ada hanyalah bekas bekasnya yang kian mengering. Sebuah luka yang mengingatkan bahwa ia tidak akan menetap selamanya.

Pada akhirnya, Ilana menemukan kebahagiaan yang selama ini ia cari. Bukan tentang apa, siapa, dan bagaimana, tapi tentang dirinya. Tentang pilihannya untuk bertahan pada kesedihan atau bangkit dan berjuang kembali. Tentang ia yang akhirnya paham bahwa kebahagiaannya adalah tanggung jawab sendiri, bukan untuk digantungkan pada siapa pun, kecuali pada Allah.

Serambi MasjidCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang