Yule

1.4K 141 58
                                        

Empat bulan kemudian.

Kumpulan salju tebal membuat warna jalanan menjadi berkilau. Langit masih terang untuk hari yang dingin. Kayu-kayu eks menggelap seiring hawa dingin yang kuat. Ranting-ranting membeku berselimut es tipis yang kaku.

Hari raya Natal sebentar lagi datang. Kaum muggle bersiap akan merayakannya dengan pohon-pohon hias yang cantik dan kado-kado berpita. Kue-kue dan hantaran hangat menemani. Kaum penyihir campuran biasanya mengikuti perayaan ini di rumah mereka. Penyihir tradisionalis memilih tidak merayakannya. Mereka punya yule yang diperingati dekat waktu natal.

Musim dingin ini wizarding world britania raya sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Perayaan Yule digelar terbuka, courtesy Dark Lord dan Lucius Malfoy. Mereka membuat Yule Ball besar di kementrian sihir dan bisa didatangi siapa saja yang ingin. Tidak peduli mereka kubu putih atau kubu hitam. Selama mereka menghormati hari festival mereka bisa ikut merayakan. Hal ini juga menjadi kesempatan untuk kembali menghormati Lady Magic dengan menyelenggarakan festival Yule. Sudah sekian dekade tidak ada yang melakukannya selain kaum tradisionalis.

Wizarding World dibawah kepemimpinan Dark Lord tak disangka menjadi berubah ke arah yang lebih baik. Mungkin karena dia punya advisor, seorang penyihir terkenal bernama Harry Potter. Anak yang baru lepas masa remaja itu punya jiwa kepemimpinan yang tinggi. Tapi dia tidak punya ambisi untuk memimpin. Jadi dia meninggalkannya pada Dark Lord sambil berdiri di sisi pria aneh itu agar tidak menyimpang.

Dua bulan setelah pembacaan wasiat Neville, Dark Lord dan Potter berhasil menangkap Dumbledore. Semua list tempat persembunyian yang diberi Neville dicek hingga akhirnya mereka menemukannya di sisi rumah Slughron. Mantan kepala sekolah itu ditahan Nurmengard sampai proses peradilan selesai. Hukuman mati menunggunya.

Harry mendesak Dark Lord untuk mengekstrak horcrux yang tidak sengaja tertanam dilukanya. Dia sudah muak terus terhubung dengan Dark Lord dan sakit kepala dengan pikirannya. Dia juga lelah tiba-tiba terhubung dengan nagini yang makan makhluk menjijikan. Iya, nagini hidup. Saat di Hogwarts dia bersembunyi untuk mengikuti orang dengan bau tidak menyenangkan.

~Aku tahu dia pak tua jelek. sss tapi wajahnya beda dengan pak tua.~

Ternyata Dumbledore memang menyusup ke Hogwarts hari itu dan melemparkan kutukan kematian pertama yang mengenai Severus. Nagini sempat melukainya. Namun dia tetap berhasil kabur. Jadi waktu mereka menemukan Dumbledore, orang itu sudah mengamputasi satu kakinya sendiri untuk menghindari bisa nagini. Dia berdiri dengan kaki palsu yang tidak kelihatan jika memakai jubah.

Horcrux akhirnya dikeluarkan dari dahi Harry. Mereka harus ke Gringgots cabang Mesir untuk menemui orang ahli. Sisa kepingan jiwa itu dikembalikan ke Voldemort. Dark Lord mendapat ceramah panjang dari goblin ahli kutukan itu mengenai horcrux. Harry hanya bisa tertawa melihat penderitaannya.

"Hai Harry. Kau datang awal."

Seorang gadis cantik berambut pirang membuka pintu rumah kecilnya.

"Hai Luna. Ini untukmu."

"Hmm, harum sekali. Kue Pie Apel? Masuklah. Biar aku letakkan di meja."

Rumah keuarga Lovegood hanya sebuah gubuk kecil tinggi yang terbuat dari kayu dan batu. Berada di tengah tanah lapang luas dan jauh dari mana-mana. Dia punya kebun untuk bunga dan ladang untuk sayuran. Tipe keluarga penyihir sederhana.

"Mr. Potter, kau datang, kau datang! Aku sangat senang kau datang ke rumahku. Aku harap tidak ada kendala di jalan."

Seorang pria menghampirinya dengan gembira. Rambutnya agak acak-acakan. Pakaiannya sama nyentriknya dengan Luna.

"Halo Mr. Lovegood. Terima kasih sudah mengundang."

"My pleasure. Silakan, silakan. Draco masih sibuk di dapur. Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan dia buat hari ini."

Dungeon BatTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang