Tolong bantu tandai kalo ada typo atau bahasa yang aneh.
Lorong hitam mansion besar Malfoy terasa begitu menakutkan. Para lukisan bergerak bahkan dibuat beku dengan wajah-wajah leluhur Malfoy yang penuh kengerian. Entah apa yang mereka lihat sebelum mendapatkan mantra pembeku lukisan itu, yang pasti bukan hal baik. Para house elf yang bekerja di mansion semakin hari semakin membuat diri mereka tidak terlihat, seolah mereka berusaha keras menghilangkan hawa keberadaannya. Hanya awan-awan tidak nyaman yang melingkupi tempat besar itu.
Seorang pemuda bangsawan mantan pendukung light terlihat bergegas melewati lorong. Jubah hitam dan topeng khas Death Eater terpasang ditubuhnya. Dia sudah tidak peduli lagi melihat kiri-kanan mengamati perubahan sekitarnya. Akhirnya dia tiba di tujuannya, sebuah pintu kayu mahoni besar elegan. Tanpa ragu mendorong pintu terbuka. Hawa ketakutan, antisipasi, kegelisahan dan kegilaan melayang di udara menerpa sensitifitas tubuhnya.
"Ah Neville, akhirnya kau tiba. Duduklah."
Suara ringan pria dengan wajah terdistorsi mirip kepala ular menyapanya. Tangan pucat Dark Lord menunjuk tempat untuk pemuda itu duduk. Kursi kosong di sebelah kiri kepala keluarga Malfoy. Neville dengan tenang berjalan dan segera duduk di sana. Sedikit mengangguk memberi salam pada mertuanya. Lucius bersikap acuh dan duduk tegak tanpa meliriknya. Hal biasa bagi pemuda Longbotom itu.
Saat sudah duduk tenang bersama yang lain, dia merasakan sepasang mata yang memandangnya tajam dari sebrang tempat duduknya. Neville menoleh sedikit, mendapati wanita Black dengan rambut keriting acak-acakan yang menatapnya. Dia mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Sepertinya sudah terkumpul semua. Mari kita mulai."
Dark Lord duduk di singgasananya dengan tenang sambil mengelus kepala besar Nagini. Walau tenang dia terlihat suram. Pantas saja hawa ketakutan cukup terasa. Semua orang pasti menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi hingga Dark Lord memanggil rapat. Beberapa minggu terakhir mereka lewati dengan tenang apalagi saat pemerintahan sudah di ambil alih pihak kegelapan. Laporan-laporan pun hanya akan dilakukan secara personal masing-masing orang. Bisa di bilang ini pertama kalinya sejak pesta pora kematian Dumbledore mereka dikumpulkan seperti ini.
"Aku tahu kalian bertanya-tanya apa yang membuatku memanggil kalian. Sesuatu telah terjadi beberapa hari lalu. Harry Potter...telah berhasil menyusup ke kediamanku."
Perkataan Dark Lord membuat semua orang kaget. Wajah mereka penuh ketidakpercayaan. Tidak ada satupun yang mengetahui di mana keberadaan kediaman Dark Lord. Sekarang tiba-tiba mendengar kabar dari mulut tuan mereka sendiri bahwa Harry Potter berhasil menyusup ke sana, sungguh sesuatu yang sangat mencengangkan.
"Tidak hanya menyusup masuk, bocah itu juga mencuri di kediamanku!"
Dark Lord menggebrak meja di depannya membuat semua orang berjengit kaget. Pengecualian untuk Neville yang terlihat tenang. Sesungguhnya dia begitu penasaran tentang hal ini. Bagaimana bisa Harry Potter segila itu hingga berani masuk ke sarang ular dengan sendirinya, batinnya.
"My Lord , jika boleh mengetahui apa yang bocah itu ambil dari kediaman Anda?" Bellatrix bertanya.
Pupil mata Dark Lord menajam. Aura di sekelilingnya semakin gelap dan menyesakkan. Beberapa bangsawan pureblood di tempat itu tidak bisa merasa tidak terintimidasi hingga kaki-kaki mereka bergetar.
"Benda-benda yang sangat berharga. Sesuatu yang lebih bernilai daripada kepala kalian semua!"
Suara Dark Lord begitu kelam. Urat-urat di lehernya terlihat tertarik. Dia mengepalkan tangannya dengan erat. Ular besar yang melilit di tubuhnya seperti bicara sesuatu dengan desisannya. Tangannya kemudian merenggang sambil menarik napas panjang. Dark Lord memperbaiki duduknya dan menatap tajam ke orang-orang di meja itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dungeon Bat
FanfictionWarning Yaoi/Boyxboy. Severus Snape X Harry Potter. Snarry. Summary: Oh Merlin! Cobaan apalagi yang kau berikan padaku. Dosa apa yang kulakukan hingga kau menjadikan anak dari musuh bebeuyutanku sebagai mate-ku. Well, banyak.
