I'm back. Dua minggu pertama kerja dan badan udah sakit semua. Saran buat kalian yang gak biasa pakai high heels, JANGAN PERNAH pakai itu berangkat dari rumah! That will be Hell! Ugh. Selalu pakai sendal, apalagi musim ujan gini.
Hari ini akhirnya Albus kembali ke kastil. Dia memanggilku untuk segera menemuinya sebelum kelas pertama hari ini. Sebenarnya aku merasa sedikit lega dia kembali. Biar bagaimana pun selama Dumbledore, penakluk Grindelwald ada di Hogwarts, Dark Lord tidak akan menyentuh kastil ini. Saat ini aku sedang dalam perjalanan ke ruangannya.
"red vines"
Aku sampai sekarang tidak mengerti kenapa Albus selalu menggunakan permen untuk password. Siapa saja bisa masuk ke ruangannya jika saja mereka iseng me-list nama-nama permen di depan gargoyle ini.
"Ah My boy, silakan duduk, Lemon drop?"
"Tidak terima kasih Albus. Aku harap kau punya alasan memanggilku selain kepulanganmu kesini?" Aku tetap berdiri, tidak menerima ajakannya untuk duduk.
"Tentu saja, apa kau punya info tentang Dark Lord?"
"Ya, selama kau pergi, Dark Lord memanggilku bertemu dengannya. Dia menanyakan bagaimana keadaan Hogwarts. Aku mau tak mau mengatakan kalau kau sedang pergi dan tidak bisa dihubungi untuk beberapa waktu. Dia memintaku untuk mencari tahu kemana kau pergi dan apa yang kau lakukan."
"Hmm. Begitu, tak ada informasi lain mengenai rencana Tom?"
"Sayangnya tidak, Dark Lord sangat rapat menutup mulutnya apalagi mengenai rencana ke depan. Tapi jika aku bisa menambahkan dia bersikap sedikit...berbeda."
"Apa maksudmu Severus?"
Aku sebenarnya tak mau membicarakan hal seperti ini pada Albus. Tapi jika kalkulasiku tepat, Albus bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Biar bagaimana pun dia adalah ancient wizard, pengalamannya sudah jauh lebih banyak.
"Dark Lord memintaku untuk tidur lebih banyak karena melihat kondisiku yang pucat."
"Maksudmu Voldemort seperti peduli pada kondisimu?"
Aku tidak menjawab. Dumbledore terlihat seperti sedang berpikir.
"Dia seperti menunjukkan emosi, tapi itu tidak mungkin dengan jalan yang dia tempuh untuk hidup abadi."
Aku tidak menginterupsi apapun yang saat ini sedang Dumbledore pikirkan. Jika memang dugaanku benar, tidak aneh apabila Dark Lord menempuh suatu ritual untuk mendapatkan keabadian. Apalagi dengan wujudnya yang sudah tak karuan seperti itu, efek dari penggunaan Dark Art dan ritual yang dia lakukan.
"Ah ya, itu tidak mungkin." Albus melanjutkan. " Severus, aku yakin aku sudah menemukan apa yang kita butuhkan untuk mengalahkan Tom. Aku sudah tahu ritual apa yang Tom lakukan, dan aku yakin Harry ada hubungannya dengan ini semua."
Tubuhku menegang mendengar nama Harry disebut-sebut dalam pembicaraan ini. Biar bagaimanapun Harry sekarang adalah mate-ku walau kami belum melakukan seks.
"Apa kau akan memberitahuku Albus?"
"Saat waktunya tiba aku akan memberitahumu. Katakan pada Voldemort bahwa aku mencari informasi untuk mengalahkannya. Untuk sekarang itu saja cukup."
Aku mendengar nada mengusir dalam kalimatnya. Aku hanya mengangguk dan berbalik, keluar dari ruangan Headmaster.
.............................................................................................................................................
Setelah bicara dengan Albus pagi ini, aku tak bisa membuat diriku rileks. Aku tidak menyangka bahwa aku bisa melupakan bahwa saat ini wizarding world tengah dalam kondisi perang. Dark Lord memang masih low profile dan belum menunjukkan aktivitas yang signifikan. Tapi mengingat bahwa orang yang akan memegang peranan penting dalam perang ini tidak lain adalah orang yang menjadi mate-ku sekarang membuatku tidak tenang. Ingin rasanya aku menculik Harry dan menyembunyikannya di suatu tempat, jauh dari jangkauan Dark Lord, dan juga jauh dari manipulasi Dumbledore. Betapa bodohnya aku dulu saat merendahkan diri memohon-mohon di hadapan Dumbledore, meminta perlindungan, yang ternyata hanya membuatku terjerat dalam manipulasinya. Dumbledore sangat berbeda dengan Dark Lord. Dark Lord orang yang suka kekerasan tapi masih lebih mudah di prediksi. Sementara Dumbledore terbiasa memanipulasi orang untuk melakukan apa yang dia mau tanpa orang itu menyadarinya. Dia selalu menggunakan guilty trip dan itu sangat menjijikan. Dia memainkan perasaan orang, membuat orang merasa dirinya sangat bersalah dan memanipulasi mereka untuk melakukan hal yang dia inginkan dengan embel-embel greater good. Dan yang lebih menjijikan adalah aku termasuk salah satu orang yang kena perangkap itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dungeon Bat
FanfictionWarning Yaoi/Boyxboy. Severus Snape X Harry Potter. Snarry. Summary: Oh Merlin! Cobaan apalagi yang kau berikan padaku. Dosa apa yang kulakukan hingga kau menjadikan anak dari musuh bebeuyutanku sebagai mate-ku. Well, banyak.
