Severus masih sempoyongan saat dia berjalan keluar dari rumah kaca. Tangannya yang luka sudah dia sembuhkan dengan tongkat pinjaman. Dia tidak mengkhawatirkan luka itu sama sekali. Dia lebih mengkhawatirkan horcrux yang sudah terkena darahnya.
'Seharusnya aku segera menghancurkan horcrux-hocrux ini di saat aku memilikinya.' batinnya.
Severus sudah berpergian ke berbagai tempat untuk menemukannya. Tidak hanya Dark Lord menyembunyikannya dengan baik, tapi juga sulit mendapatkannya. Kemudian saat hocrux sudah dia dapatkan, Severus tidak bisa langsung menghancurkannya karena sihir perlindungan rumit yang sulit ditembus. Segala macam mantra hitam dan ramuan berbahaya pernah dia coba untuk menghancurkannya. Tapi tetap saja gagal.
Kadang dia lupa kalau Dark lord adalah penyihir hitam terkuat yang ada di Wizarding World saat ini. Orang itu sudah hidup puluhan tahun dan mempelajari berbagai jenis ilmu hitam. Dia juga pintar dan eksperimental. Ditambah lagi sifat paranoidnya dengan orang-orang sekitar. Tentu saja Dark lord tidak akan membuat semua menjadi mudah. Dia pasti menyematkan perlindungan terkuat pada benda yang menyimpan kepingan jiwanya.
Dan Harry memiliki salah satunya.
Sial.
Tidak akan pernah Severus lupakan saat Dumbledore mengatakan itu. Betapa frustasi dan hancur hatinya. Dia tidak mungkin membiarkan Harry mati hanya untuk mengalahkan megalomaniac Dark Lord. Pasti ada cara atau ritual untuk mengeluarkan kepingan jiwa Dark Lord tanpa membunuh Harry.
Bagaimana denganmu Severus? Kau terikat dengan liontin itu sekarang.
Double sial.
Sambil berjalan, berbagai pertanyaan
muncul dibenaknya. Terutama dengan adanya pengumuman Dark Lord yang meminta semua Death Eater mundur. Apa yang sebenarnya terjadi? Dark Lord bukan tipe orang yang gampang menyerah apalagi meminta pasukannya mundur. Hal seperti itu sangat tabu baginya dan terkesan menunjukan kelemahan. Kecuali jika sesuatu telah terjadi. Sesuatu yang berhubungan dengan Harry.
'Apakah Harry sudah mati?' rasa dingin mencengkram dadanya.
Tidak-tidak. Jika Harry mati Severus pasti bisa merasakannya dalam bond mereka. Walaupun mereka sudah terpisah lama dan tidak berhubungan, bond itu masih terhubung.
Tapi Severus sendiri juga takut. Sejak berhasil keluar dari alam bawah sadarnya, kondisi Severus sangat tidak baik. Kepalanya masih sakit terasa ingin pecah. Dadanya yang terdapat bekas luka berwarna hitam juga terasa perih dan panas, seperti luka bakar yang merambat perlahan. Belum lagi energi sihirnya yang terasa kacau. Bisa jadi di antara rasa sakit itu dia tidak merasakan ikatan matenya terputus.
'Tidak, jangan berpikiran negatif. Kalau Dark Lord berhasil membunuh Harry, dia pasti akan mengumumkannya dengan lantang agar semua orang takut padanya. Pasti ada alasan lain kenapa dia meminta pasukannya mundur.'
Dia akan menemukan jawabannya saat bertemu Harry. Severus tidak tahu kemana harus mencari Harry. Dia biarkan kakinya melangkah mengikuti insting. Terlalu banyak reruntuhan dinding dan jalan membuat jalur di depannya hampir tidak dapat dikenali. Mayat death eater maupun murid dan alumni hogwarts bergelimpangan.
Severus merasa dirinya kembali ke perang dunia sihir kedua, di saat dirinya masih menjadi death eater yang setia pada Dark Lord. Siap menerima perintah apa saja yang Dark Lord minta. Siap membunuh siapapun yang menghalangi jalannya. Langit gelap terus menutupi wizarding world seperti sebuah bencana dunia yang tidak bisa dihentikan. Suara teriakan mantra kutukan kematian sekaligus jerit tangis orang-orang yang ingin hidup memenuhi pendengaran. Puluhan bahkan ratusan nama korban akan dipampang di koran Daily Prophet. Setiap hari berdoa tidak ada nama orang yang tersayang dalam list itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dungeon Bat
FanfictionWarning Yaoi/Boyxboy. Severus Snape X Harry Potter. Snarry. Summary: Oh Merlin! Cobaan apalagi yang kau berikan padaku. Dosa apa yang kulakukan hingga kau menjadikan anak dari musuh bebeuyutanku sebagai mate-ku. Well, banyak.
