64. Rencana Operasi

132 11 27
                                        

“Diambang cemburu, tapi bukan siapa-siapa”


Happy reading!

Besoknya, semua tampak seperti biasa. Alia pun masuk sekolah, mengingat tidak ada yang harus dikhawatirkan pada dirinya.

Saat Alia masuk kedalam kelas, ia sudah disambut oleh banyak pertanyaan dari teman-temannya.

"Aliaa!"

"Alia lo gapapa? Kok bisa ketabrak?"

"Gimana ceritanya? Kondisi lo sekarang gimana?"

Seperti itulah pertanyaan yang didapatkan Alia. Ia sendiri langsung duduk ditempatnya dan memejamkan matanya. Kenapa teman-temannya tau bahwa dirinya kecelakaan?

"Alia, ceritain dong!" pinta Salma, saat ini dia sudah duduk disamping Alia tepatnya tempat duduk Daffa.

Alia menatap satu persatu temannya, sesekali menghela nafasnya pelan. "Darimana kalian tau?"

"Tau lah, beritanya udah kesebar disatu sekolah ini. Dan, bisa-bisanya lo gak kasih tau kita-kita kemarin." Dilla mengerucutkan bibirnya, sekarang dia duduk berhadapan dengan Alia.

"Maaf, kemarin gue masih syok. Gimana ceritanya itu berita kesebar, padahal kejadiannya belum ada satu kali dua puluh empat jam," ucap Alia bingung.

"Itu karena lo ketua Cheerleader. Lo lupa, kalau geng kita ini udah terkenal satu sekolah," kata Salma.

Alia tersenyum kikuk.

"Tapi katanya Daffa juga ikut kecelakaan? Gimana bisa?" tanya Salma.

"Iya, Daffa yang nolongin gue kemarin. Gue bakal ceritain kejadiannya," ujar Alia, setelah itu ia menarik nafasnya dalam dan mulai menceritakan satu persatu dari kejadian kemarin.

***

Tanpa disadarinya banyak orang kemarin, ternyata Clara dan Nayla sudah tau kejadian kecelakaan itu. Tepatnya saat pulang sekolah, mereka pergi ke toko buku. Saat ingin pulang, mereka tak sengaja bertemu dengan Farel.

Farel sendiri tau tentang kejadian itu karena dikabari oleh Laras - mamanya Alia.

*Flashback on*

"Ini tuh buku keluaran terbaru, baru-baru terbit katanya sih." Clara sedaritadi berbicara banyak tentang buku-buku yang dilihatnya dan dibelinya.

"Cerita tentang apa emang?" tanya Nayla, ditangannya juga terdapat buku novel. Nayla sendiri sebenarnya tidak suka baca buku, bukan tanpa alasan, buku ini dibelikan Clara dan Nayla tidak enak jika menolaknya.

"Tentang badgirl yang suka sama cowok polos. Tapi lo tau gak sih, akhirannya sad ending dong!!" kata Clara sambil menghentak-hentakan kakinya.

"Darimana lo tau?"

"Udah gue buka tadi bukunya sebelum dibeli, terus langsung gue lihat bagian akhirnya."

"Yaelah, tapi kenapa lo tetap beli? Bukannya lo gak suka sama cerita sedih-sedih gitu?"

"Iya sih, tapi pengen coba-coba aja. Siapa tau nanti gue kecanduan baca cerita sedih."

"Terus kenapa kalau lo kecanduan baca cerita sedih gitu?"

"Pengen nyoba yang beda, gue juga bakal bosan kali baca cerita happy terus."

"Terserah lo, Clay."

Tepat saat mereka ingin mencari kendaraan untuk pulang, sebuah motor menghampiri mereka. "Clara, Nayla." Sapa si pengendara, yang dikenali adalah Farel.

My Name Is Alya (Alia?)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang