Unexpected Incident

2.1K 206 16
                                        

Singto tahu betul kalau Krist sedang dalam pengaruh alkohol karena dia melihat saat di dance floor Krist berulang kali menenggak minuman tersebut, dan juga tidak sadar dengan apa yang dia lakukan. Berulang kali dia mencoba melepaskan diri dari pangutan mereka yang semakin menggelora, namun lagi dan lagi, Krist selalu menarik dirinya.

Hingga secara tiba-tiba Krist membalikkan keadaan, dan kini Singto yang berada di bawah. Dan hal yang paling membuat seorang Singto terkejut adalah. Krist yang saat ini sedang berada di atasnya, menggerakkan pinggulnya dengan gerakan yang begitu sensual, menggoda junior Singto yang masih terbungkus oleh celana.

Singto hanya bisa pasrah kali ini karena nyatanya Krist dalam mode seperti ini sangat sulit dirinya bantah, siapa juga yang bisa menolak sebuah kenikmatan. Apalagi Krist saat ini sedang menyusuri leher Singto memberikan beberapa kecupan dan jilatan yang membuat badan seorang Singto Prachaya Ruangroj itu blingsatan sendiri karena badannya terasa begitu panas.

"Peduli setan kalau kau besok marah-marah, kau sendiri yang membangunkannya lebih dulu Krist," bisik Singto yang mengubah keadaan kembali, hingga kini Krist kembali berada di bawahnya.

"To...uuchh me," ucap Krist membuka matanya sayu dan mulai membuka kemejanya sendiri.

Bukan tanpa alasan Krist bisa menjadi tidak terkendali saat ini, sedari tadi badannya terasa panas ingin merasakan sebuah sentuhan. Dia mulai merasakannya tadi waktu diberi minuman oleh seorang wanita, dan baru meminumnya sampai habis. Tiba-tiba adu tonjok tadi terjadi, dia yang kaget antara sadar dan tidak sadar tentu saja klimpungan sendiri menangangi itu.

Berhubung sudah tidak bisa menahannya lagi saat ini, dan dia tidak sadar kalau yang dia ajak main saat ini adalah seorang Singto yang akan dijodohkan dengannya. Alam bawah sadarnya tidak bisa mengenali dengan jelas, seorang yang akan bermain dengan dirinya saat ini.

Singto membantu Krist melepaskan kemejanya, dan juga celananya dengan begitu tergesa-gesa karena dia tidak sabar ingin merasakan juniornya dijepit oleh lubang Krist yang sedari tadi sudah menggoda dirinya. Setelah baju mereka berdua sudah terlepas, Singto kembali menempelkan bibir keduanya.

Saling memangut satu sama lain, berperang lidah yang mana semakin lama semakin terasa panas. Apalagi sedari tadi tangan Singto juga tidak tinggal diam. Dia menyatukan juniornya dan punya Krist dan mengurutnya secara bersamaan.

Krist semakin merasa badannya panas dengan apa yang dilakukan oleh Singto, dia mengusak rambut sang dominan menikmati service yang saat ini dilakukan oleh Singto. Kamar Singto yang biasanya sunyi kini terdengar desahan Krist yang membuat suasana semakin panas.

Badan Krist melengkung dan membusungkan dadanya ketika dirinya sampai pada pelepasannya. Berhubung Singto belum juga keluar, dia kembali mengurut dua junior yang menjadi satu, sembari satu tangannya masuk ke dalam hole Krist untuk melonggarkannya.

"Ahhhkkkk! Sakitt."

Teriakan Krist sungguh menggema ketika merasa lubangnya dimasuki dua jari Singto secara bersamaan, dia menggelengkan kepalanya meminta untuk jari yang masuk ke dalam tubuhnya untuk dikeluarkan. Namun, berhubung Singto yang sudah dikuasai oleh nafsu yang membumbung tinggi.

Dia tidak menghiraukan racauan Krist dan terus mengobrak-abrik hole sang submissive untuk melonggarkannya. Air mata Krist keluar begitu saja karena sungguh sakit, badannya seolah terbelah menjadi beberapa bagian. Mencoba melepaskan sendiri dengan bergeser, namun Singto menahannya dengan kakinya yang mengunci badan Krist, agar tidak kabur.

Selesai dengan pelepasannya yang pertama, dan hole Krist juga sudah agak lebar. Singto memposisikan kejantanannya di lorong rahasia milik Krist, dan menembus masuk ke dalam dengan perlahan. Dia memasukkan juniornya dengan susah payah karena meskipun dia sudah melonggarkan hole Krist, nyatanya juniornya tetap saja susah masuk.

Connection Of Love Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang