Rescue Attempt

454 44 181
                                        

Singto semakin kalang kabut karena tak kunjung mendapat labar dari Krist. Bahkan pencariannya juga belum kunjung membuahkan hasil hingga saat ini. Kilau senja mulai muncul ke permukaan dengan terbenamnya sang surya secara perlahan untuk kembali ke peraduannya.

Bukan hanya bodyguard saja yang ia kerahkan, namun dia juga sudah meminta pertolongan dari pihak berwajib dengan harapan semakin banyak yang mencari Krist, semakin cepat pula orang terkasihnya ditemukan. Awalnya memang pihak berwajib tak bisa membantu karena belum ada 2x24 jam hilangnya Krist, namun akibat keungan tentu saja semua mudah dituruti oleh pihak berwajib. Ada uang apa yang kita  inginkan segera terlaksanakan.

“Nona, Anda tak boleh masuk. Tuan Singto tak memperbolehkan Anda,” teriak pelayan mencoba menghalangi Isabel yang nyelonong masuk ke dalam rumah Singto.

“Diam kau! Aku harus segera bertemu dengannya karena ini bersangkutan dengan Krist, dimana Singto? Cepat katakan padaku!” teriak Isabel yang masih berjalan masuk meskipun dihadang oleh beberapa pelayan.

“Nona, silahkan pulang. Lagipula Tuan Singto sedang tak ingin diganggu.”

Singto yang mendengar kekacaun segera keluar dari kamarnya dan menemukan Isabel yang segera berlari kearahnya.

“Singto, sialan kenapa kau tak mengangkat telefonku,” gerutu Isabel.

Singto mengerutkan dahinya melihat keberanian Isabel yang begitu nekat menemuinya, padahal dari siang dia sudah menolak panggilan dari perempuan didepannya ini. Patut diacungi jempol nyali Isabel karena masuk ke petangkaran buaya yang sedang ingin menggila.

“Isabel! Mau apa lagi kau?” tanya Singto. Matanya bagaikan terdapat kilatan amarah yang siap menguar begitu saja.

Mendengar suara Singto yang pelan, namun terdengar penuh peringatan membuat Isabel agak menciut. Namun, dia harus tetap menghadapinya mau tak mau bukan? Isabel menarik nafas perlahan dan berjalan kearah Singto.

“Sing ...” belum sampai ucapan yang ingin dilanturkan oleh Isabel keluar sepenuhnya sudah dipotong terlebih dahulu oleh Singto. “Kalau kau kesini hanya untuk mencari masalah denganku dan Krist, lebih baik kau enyah sekarang juga!”

Isabel menelan ludahnya ngeri sendiri mendengar peringatan Singto. “Bukan, aku tak ada maksud untuk mengacau kesini. Aku ingin memberitahu sesuatu padamu dan ini sangat penting karena ini menyangkut tentang Krist,” ucap Isabel yang berbicara panjang lebar berharap Singto bisa percaya dengannya.

“Apa? Kau ingin menjelek-jelekkan Krist dan menghasutku untuk menceraikan dia. Itu tidak akan pernah terjadi, Isabel. Jadi, sekarang enyah kau. Seret dia keluar dari sini, sebelum aku menusuknya dengan pisau dapur.” Terlihat beberapa pelayan langsung menghampiri dan menyeret Isabel untuk membawanya keluar.

Namun. Isabel tentu saja berontak karena informasi penting yang harus ia sampaikan pada Singto belum tersampaikan dengan baik. Jadi, dia tak boleh pergi dari sini sekarang. “Sing, dengerin dulu. Babi! Lepasin gue.”

Singto hanya memutar bola mata malas dan bersiap pergi dari ruang tengah untuk kembali menuju ruang kerjanya. Namun, langkahnya seketika terhenti mendengar penuturan Isabel barusan 

“Krist, diculik! Dan gue tau dimana tempatnya, Sing!” teriak Isabel dengan begitu keras diambang pintu.

Badan Singto menegang mendengar itu, sontak dia kembali berbalik dan berkata, “Stop!” mengisyaratkan kepada para pelayan untuk tidak membawa Isabel pergi dari rumahnya.

Singto berjalan mendekat sambil bertanya pada Isabel. “Apa maksud ucapanmu barusan?”

“Aku ... aku tahu dimana tempat Krist diculik sekarang,” ucap Isabel mengulang perkataannya tadi.

Connection Of Love Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang