Selamat hari raya idul fitri bagi umat muslim.
Duh, kemarin lupa ngucapin ya hehehe.
Happy reading.
****
Singto termangu di tempatnya, pandangannya kosong terlalu kaget dengan penjelasan dokter yang baru dia dengar. Mencocokkan kembali setiap kepingan kejadian yang terjadi antara dirinya dan Krist, buat memastikan siapa ayah kandung dari janin yang ada didalam rahim Krist. Berasal dari benihnya atau dari Plustor.
Dokter tadi juga memberitahu keadaan Krist saat ini, apalagi kondisinya yang cukup berbahaya karena mengandung. Dia bingung harus mengambil tindakan apa saat ini, namun yang langsung dia lakukan sekarang adalah mengambil ponselnya dan menghapus sesuatu serta menghubungi Godt yang sekarang pasti sudah bersama dengan Bass.
"Halo, Godt. Tolong, jaga Krist sekarang. Aku belum bisa menemuinya karena tiba-tiba ada pekerjaan mendadak. Dan tolong katakan pada Bass untuk menemuiku sebentar di lobby rumah sakit, aku menunggunya." Tanpa menunggu jawaban dari Godt, Singto langsung memutuskan sambungan mereka secara sepihak.
Banyak hal yang harus Singto pastikan sekarang untuk memikirkan langkah apa yang harus dirinya ambil untuk masa depannya. Entah itu melanjutkan hubungannya dengan Krist, atau memilih menghentikan semua ini sebelum semuanya terlambat dan dirinya semakin merasakan sakit.
Sedangkan di ruang inap Krist menyisakan antara dia dan Godt saja karena Bass sudah pergi dari sana untuk menemui seseorang. Suasana agak canggung karena disamping Krist sedang hilang ingatan, Godt juga jadi bingung ingin mengobrol apa dengan Krist karena sejujurnya Godt juga tak terlalu dekat dengan Krist.
"Emm..., Krist lu beneran lupa ingatan?" tanya Godt dengan hati-hati takut menyinggung perasaan Krist.
Krist menganggukkan kepalanya saja dengan wajah datarnya. "Berarti lu lupa dong suami lu?" tanya Godt lagi.
"Anda tahu suami saya?" tanya Krist yang kini buka suara.
Godt agak shock karena bahasa yang digunakan oleh Krist mendadak formal ketika berbicara dengan dirinya.
"Lah, kok malah nanya. Ini suamimu Krist, ganteng begini masa iya kamu lupain sih," ucap Godt sambil menunjukkan ponselnya yang menampilkan sebuah foto saat pernikahan Singto dan Krist karena kebetulan Godt dan Bass sempat berfoto dengan mereka saat itu.
Krist mengambil ponsel itu dan mengamati foto yang memperlihatkan dirinya dengan seorang pria menggunakan setelan jas yang begitu rapi. Senyum mereka semua yang ada di dalam foto itu tersenyum cerah, seolah mereka sedang bahagia saat itu.
Dada Krist terasa begitu sesak melihat itu, ada rasa sakit tersendiri melihat foto yang dirinya lihat. Tanpa sadar Krist menitihkan air matanya. Membuat Godt yang melihatnya juga bingung sendiri, harus bertindak bagaimana sekarang.
"Eh, kok malah nangis Krist. Duh, gimana ini ya mana Bass nggak balik-balik lagi." Godt jadi panic sendiri.
"Aku panggilin dokter ya Krist?" tanya Godt.
Krist hanya menggelengkan kepalanya dan terus menangis tanpa menghiraukan Godt yang kebingungan menatap dirinya.
"Kau hiks.. ke..luar sa...jhaa..," ucap Krist dengan sesenggukan.
Godt tak menjawab dan malah mondar-mandir karena tak tega juga meninggalkan Krist dalam keadaan seperti ini.
"Keluar!"
Namun, teriakan Krist selanjutanya membuat Godt mau tak mau menuruti keinginan Krist.
Krist di dalam menangis meraung-raung sembari menepuk dadanya berulang kali yang terasa begitu menyakitkan. Rasanya benar-benar sakit, hingga Krist seolah ingin berteriak sekencang-kencangnya. Hingga tak lama beberapa perawat datang dan juga dokter langsung mengendalikan Krist dan menyuntikkan obat penenang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Connection Of Love
Fanfictie(Completed) Bertemu dalam makan malam antara orang tua mereka, membuat Krist hanya tersenyum canggung. Sedangkan Singto yang hanya diam dan mendengarkan cerita orang tua mereka yang sedang mengobrol Namun sebuah kata yang muncul dari mulut orang tu...
