The Final Chapter

965 53 12
                                        

Saat fokus menyetir tadi Singto memang sambil meminta bantuan Godt untuk melacak keberadaannya  dari lokasi yang ia kirimkan dan menyuruh segera menyusul dirinya karena ia sedang dalam perjalanan ke tempat dimana Krist disekap. Ia juga meminta Isabel untuk menunggu bantuan datang dan memberitahukan pada mereka kalau Singto masuk dulu untuk menyelamatkan Krist, terlihat gegabah mungkin. Tapi, sungguh Singto sudah tak bisa menunggu lebih lama lagi.

Suasana mendadak kacau balau karena sehabis memasukkan Singto ke ruangan Krist disekap, suara sirine berbunyi dengan keras dan peringatan dari polisi yang mengatakan kalau rumah itu telah dikepung membuat Prim serta anak buahnya seketika panik. Mereka melupakan fakta kalau tak mungkin Singto bisa datang sendiri tanpa mencari bantuan. 

“Sialan! Kenapa bisa kecolongan seperti ini. Ayo kabur,” ucap Prim yang langsung menuju ke lantai paling atas rumah ini untuk kabur menggunakan helikopter disana. Peduli setan dengan Krist dan Singto yang terpenting dirinya harus segera menyelamatkan diri sekarang juga.

“Loh! Mau kemana kakak cantik? Mau kabur ya, oh tidak bisa dong.” Entah bagaimana saat ini Godt telah ada di roftoop samping  helikopter berada.

“Gue gak ada urusan ya sama, jadi gak usah ikut campur,” desis Prim.

“Loh, gak bisa gitu dong. Sebagai teman Singto dan Krist yang baik saya tentunya harus membantu mereka membasmi kuman yang menganggu,” ujar Godt dengan percaya diri dengan senyuman miringnya sambil mengejek kearah Prim yang tak bisa kabur karena sudah terpojok.

“Angkat tangan sekarang!” perintah polisi yang kini sudah ada dibelakang Prim.

Prim yang mendengar peringatan polisi itu sontak menoleh kebelakang melihat dirinya sudah tak punya jalan untuk kabur. Secepat kilat dia harus memikirkan bagaimana caranya untuk lolos dari sini.

“Mundur kalian jangan medekat atau aku bunuh diri sekarang!” ancam Prim yang menodongkan pisau kecil ke lehernya.

“Kayak berani aja,” ejek Godt.

Prim menatap tajam ke Godt mendengar ejekan itu lalu berkata, “Beneran, gue nggak bercanda!”

Sembari Godt terus memancing emosi Prim, para polisi bergerak maju mendekat dan ketika keadaan semakin lengah salah satu polisi langsung membekap Prim dan memborgolnya. Meskipun sempat brontak, namun untungnya Prim teratasi dengan mudah.

“Lepasin gue! Gue nggak salah, mereka memang pantas dapat ini semua ya anjing!”

“Bacot mulu mirip anjing sendiri lo,” gumam Godt.

Seluruh kebun binatang keluar dari mulut Prim tak terima dirinya ditangkap seperti ini. Dia masih saja merasa tak bersalah dan merasa kalau selama ini yang ia lakukan memang sudah benar.

Akhirnya semua bisa diringkus dengan cepat dan segera dibawa oleh pihak kepolisian. Singto dan Krist juga dibawa dengan ambulance yang dipanggil Godt karena takutnya ada yang terluka, dan untungnya keputusan yang ia ambil tak salah. Dua temannya itu ditemukan tak sadarkan diri diruangan yang sama.

Dan yang paling membahayakan adalah kondisi Krist yang begitu lemah dan telah terjadi pendarahan yang cukup banyak. Itu sangat berbahaya untuk kandungan Krist karena kemungkinan besar bayi akan terlahir prematur akibat lahir tidak pada bulannya.

Diperjalanan Singto sempat terbangun dan melihat ke ranjang samping Krist sedang ditangani oleh perawat yang ada di dalam ambulance. Tangannya bergerak memegang jari Krist hingga kelingking mereka sekarang saling bertautan satu sama lain.

“Sayang, bertahanlah. Aku tak ingin kehilanganmu, aku mohon bertahan ya. Fiat juga tolong bertahan baby demi papa, aku mohon kalian berdua bertahan ya,” gumam Singto hingga tak sadar lagi dan lagi air matanya meleleh.

Connection Of Love Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang