Sinar terik matahari menembus kaca balkon kamar Mujin. Ia bangun dan meminum segelas air putih, ia tersenyum melihat kekasihnya masih tertidur pulas dengan posisi telungkup selimut yang terbuka sampai ke pinggangnya.
Mujin mengecup basah punggung putih nan mulus Jiwoo. Gairah bercinta seketika kembali menyerangnya. Jiwoo terbangun merasakan sentuhan lembut dipunggungnya. Ia berbalik menatap Mujin yang sudah diatasnya.
"Good morning my baby" Mujin mengecup kening Jiwoo.
"Hm.. good morning honey.." Jiwoo menangkup wajah Mujin dan mengecup bibirnya.
Tidak ingin hanya kecupan singkat. Mujin mencium bibir merah Jiwoo dan melumatnya pelan, tangannya meremas kedua payudara yang terlihat menggairahkan, memilin puting Jiwoo dengan gerakan memutar.
"Ohhh... shh.. Honey" Jiwoo mendesah dengan suara seraknya.
Mujin terus mencium bibir kekasihnya, tangan kanannya meraba-raba kebawah dan tangan kirinya meremas pelan payudara Jiwoo.
"You already wet, baby.." Mujin tersenyum nakal.
Melepaskan ciumannya, kecupan Mujin bergerak pelan turun ke leher, payudara, perut. Jari tengahnya bermain di area sensitif Jiwoo, saat cairan Jiwoo keluar, Mujin menjilat menghisap cairan kentalnya.
"Ohh.. Honey.. ahh.." desah Jiwoo kenikmatan.
Tidak perlu lama membuat Jiwoo mengeluarkan cairannya lagi, Mujin mengusap ujung miliknya ke milik Jiwoo. Ia memasukkan miliknya yang sudah menegang sedari tadi.
"Ahh.. Baby.."
Jiwoo menarik tengkuk Mujin untuk berciuman, keduanya mendesah nikmat. Mujin melingkarkan lengannya ke paha Jiwoo dan sedikit mengangkatnya lalu menggerakkan pinggulnya sedalam mungkin, mendorong miliknya sampai titik terdalam.
"Honey... ahh.. slowly please.." desah Jiwoo menjambak rambut Mujin.
"Okay baby, anything you want.." Mujin menggerakkan pinggulnya dengan pelan namun menghentak dengan kuat.
Jiwoo melingkarkan tangannya ke leher Mujin.
Mujin tau Jiwoo menginginkan posisi dipangkuannya. Ia mengangkat tubuhnya dengan cepat untuk duduk diatas paha kekarnya."Ahhh.. Honey.." Jiwoo menggerakkan pinggulnya dengan cepat dengan bantuan Mujin menarik mendorong pinggul kekasihnya.
"Ohh.. shit! Baby.." Mujin merasakan cairan Jiwoo yang keluar membasahi miliknya yang semakin membesar.
"Baby.. you want to eat my cum?" racau Mujin.
"Yes honey, give it to me" Jiwoo bergerak semakin cepat dan cepat.
Mujin mendongak, ia menggeram dengan urat-urat menonjol dilehernya menahan cairannya yang akan segera keluar.
"Baby... I'm coming.." Mujin mendesah dengan nafas terengah.
Setelah menahan beberapa saat dengan gerakan pinggul Jiwoo yang semakin cepat. Mujin mengeluarkan miliknya.
"Baby... open your mouth"
Jiwoo menurut ia membuka mulutnya, Mujin memasukkan miliknya ke mulut mungil Jiwoo dan mengeluarkan cairannya di dalam mulut kekasihnya, dengan susah payah Jiwoo menelannya habis walaupun ia hampir muntah.
"Enak? You like it, baby?" goda Mujin terkekeh.
"Rasanya sangat aneh but i like it because it's yours" Jiwoo tersenyum malu-malu.
Mujin menyeka sisa cairannya diujung bibir Jiwoo. Ia tersenyum senang.
"You can eat it everytime, baby.." Mujin mengedipkan sebelah matanya, Jiwoo memukul dadanya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Uncontrollably Love (End)
RomanceChoi Mujin seorang pengusaha sukses bergerak dibidang transportasi, tidak ada yang tau usaha itu hanya kedok untuk menutupi pekerjaannya yang sebenarnya. Sifat kasar dan dinginnya dicap sebagai bos yang tidak punya hati. Namun diam-diam Yoon Jiwoo y...