Chapter 52

403 268 45
                                    

Happy reading 🤗🤗

Jiwoo yang masih dalam berada di pangkuan Mujin dengan penyatuan yang belum lepas, Mujin mendongak agar bisa melihat wajah cemberut Jiwoo.

"Baby..." panggil Mujin dengan suara berat nan manja.

Jiwoo memutar bola matanya dengan malas.

"Kapan kau akan melepaskanku?"

"Aku tidak ingin, begini saja terus" balas Mujin terkekeh.

Tanpa aba-aba Mujin menggerakkan pinggul Jiwoo hingga membuat wanita itu melotot pada Mujin.

"Sudah kubilang kita bercinta sampai puas, hm?" Mujin dengan santai mengecup lembut dada Jiwoo dan membuat banyak tanda cintanya disana.

"Mujin-aa, hentikan.." desah Jiwoo namun ia ikut menikmati cumbuan Mujin.

"Wae?" Mujin masih asik menyusu.

"Kita.. ahh.. harus pulang.. eum.." Jiwoo mengigit bibir bawahnya sambil menjambak rambut Mujin.

Gerakan pinggul Jiwoo semakin pelan membuat Mujin tidak sabar, ia memegang kedua bokong Jiwoo dan menggerakkannya dengan cepat.

"Ahh... baby.. yes, I liked it" desah Mujin.

"Ahh.. honey, stop it.."

"I'm coming.." racau Mujin dengan urat-urat menonjol di lehernya karena menahan klimaksnya sedari tadi.

Dan.. lagi-lagi Mujin mengeluarkan cairan cintanya di dalam Jiwoo dengan deras serta tidak putus-putus.

Jiwoo yang sudah sangat kesal menggigit bahu Mujin dengan kencang hingga membuat bekas gigitan di bahu lebarnya.

"Arrgghh! Baby!" Mujin meringis.

Jiwoo menatap tajam pada Mujin lalu berbisik, "Tidak ada jatah lagi untukmu, honey.."

Mujin menelan ludahnya dengan gugup.

"Maafkan aku, sayang.. Aku-"

"Ayo pulang, aku harus menyiapkan makan malam untuk putriku" Jiwoo menepuk dada Mujin dan bangkit dari pangkuannya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.

Didalam mobil menuju pulang, Jiwoo hanya menatap keluar jendela dan menghela nafas.
Mujin merasa bersalah namun juga merasa senang. Ia mencoba meraih tangan Jiwoo dan menggenggamnya.

"Sayang, please jangan marah"

Jiwoo hanya diam tidak berniat membalas ucapan ataupun genggaman tangan Mujin.

"Baby, apa kau mengidam sesuatu?" tanya Mujin tanpa dosa.

Jiwoo langsung mendelik ke arah Mujin, pria itu menahan tawanya membuat Jiwoo semakin kesal bukan main dan menghempaskan tangan Mujin.

"Jangan marah baby, aku hanya bercanda"

Malamnya Jiwoo mengambil bantalnya dari kamar. Mujin mengerutkan dahinya bingung.

"Sayang, mau kemana?"

"Aku tidur dengan Jiwon" jawab Jiwoo singkat.

Mujin menarik tangan Jiwoo, "Baby, kumohon jangan marah lagi, forgive me.."

Jiwoo hanya menatap Mujin sekilas lalu berjalan meninggalkan Mujin yang masih mematung di kamar.

"Tidurlah, baby.." Jiwoo mengecup pipi putrinya.

"Mom sedang marah pada daddy?"

"Daddy nakal, jadi mommy menghukum daddy.." bisik Jiwoo ditelinga Jiwon.

Uncontrollably Love (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang