08 - Mak Lampir

52.9K 2.7K 57
                                        

Hi Guys! Pa kabar nih? Maaf ya jarang up cerita ini heheheh. Eh sebelumnya Vote dan Komen loh ya! Jangan sampe baca doang nggak mau vote sama komen kan nggak lucu mwehehe :) Lop yu <3

•••••
HAPPY READING READERS
•••••

Pagi-pagi buta Nazwa sudah berada di rumah Fina. Ia menunggu sahabatnya untuk berangkat sekolah bersama. Tidak heran lagi, setiap kali janjian berangkat bersama, pasti sahabatnya itu bangun siang. Jadi ia yang harus membangunkan cewek itu.

Sudah 25 menit Nazwa menunggu Fina mandi, tapi belum ada tanda-tanda cewek itu selesai. Karena malas menunggu terlalu lama, ia menjadi koar-koar.

"Fina Fina! Ayo cepetan jangan lama! Gue bantai lo kalo dalam hitungan lima lo nggak kemari!" teriaknya dari luar kamar mandi.

Fina yang sedang membilas badan terperanjat kaget karena teriakan sahabatnya. Cewek itu menggerutu di dalam kamar mandi.

Tidak lama kemudian, Fina keluar dengan handuk yang melilit tubuhnya. "Sabar dong! Lo kira mandi itu sebentar? Lama bro!" ucapnya.

Nazwa memutar bola matanya malas. Ia menatap tajam sahabatnya yang sedang mengeringkan rambut. "Buruan ganti baju. GPL!" suruhnya dibalas anggukan dan deheman oleh sahabatnya.

"Sampe jam tujuh belum keluar, gue tendang lo!" lanjutnya lalu keluar dari kamar Fina.

Nazwa menunggu sahabatnya di halaman rumah. Ia selalu menggerutu karena Fina sangat lama. Menstruasi membuat hawa dirinya menjadi panas. Rasa ingin selalu marah-marah pada orang di sekitar.

Fina keluar dan mengambil motor di garasi. Kemudian dua cewek itu langsung tancap gas menuju sekolah. Di dalam perjalanan tentu saja mereka berdua bercanda ria. Walaupun kali ini hawanya agak berbeda karena Nazwa.

Sepuluh menit kemudian, mereka sampai di sekolah. Di tengah perjalanan menuju kelas, Fina menyempatkan untuk menanyakan hal yang sedari tadi ingin ia tanyakan.

"Naz, mau tanya. Kemarin lo berantem sama Aldo? Kalo boleh tau lo berantem karena apa lagi?" tanya Fina kepo.

Nazwa tertegun mendengar pertanyaan sahabatnya itu. Darimana cewek itu tahu kalau dirinya berantem dengan Aldo kemarin. Padahal ia belum cerita apapun mengenai hal tersebut. "Kata sapa lo?" tanyanya.

"Aldi" jawab Fina.

Mendengar itu membuat emosi Nazwa kembali meningkat. "Tu cowok emang mulutnya udah robek apa gimana? Ember banget deh" geramnya.

Fina menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah sahabatnya itu. "Ya lagian lo tau dia nggak suka lo deket-deket sama Dion, masih aja deket-deket sama tu orang" ucap Fina tak habis fikir.

"Siapa yang mau sama tu bocah tengil? Gue juga nggak mau kali. Tapi keadaan yang buat gue mau deket-deket sama dia." sahut Nazwa.

Senyum singkat Fina is tunjukkan pada Nazwa. Lebih baik ia yang mengalah daripada macan di depannya kembali mengamuk. "Iya deh iya. Udah baikan kan sekarang?" tanya Fina.

"Baikan palalu? Ya belum lah!" sewot Nazwa.

"Ya santai dong Najua! Lu dari tadi ngegas mulu" omel Fina.

Jangan khawatirkan mental Fina, mentalnya sangat kuat dan ia sudah kebal menghadapi Nazwa yang sedang PMS. Ya beginilah jika sahabatnya sedang menstruasi pasti yang di sampingnya akan kena semprot. Begitupun sebaliknya, jika Fina yang sedang mengalami hal itu, Nazwa juga yang akan menjadi korban.

PACARKU CUEKCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang