Hai gaiss, apa kabar kalian semuanya? Semoga dalam keadaan sehat dan bahagia selalu yaps!
Kembali lagi setelah sekian lama nggak update ya ehehehe. Maaf ya gaiss :)
Aku double update yah xixixi :) Mau triple update tapi chapter ke 51 baru setengah, otak gweh dah mentok, capek😘😭😁
Tanpa lama-lama silahkan untuk membaca.
•┈┈┈••✦ ♡ ✦••┈┈┈•
H A P P Y R E A D I N G
•┈┈┈••✦ ♡ ✦••┈┈┈•
Fina baru saja selesai membeli teh hangat. Ia berjalan menuju taman untuk menghampiri Nazwa. Namun, di sana sudah tidak ada siapa-siapa. Hanya ada dua orang yang entah sedang berbuat apa, Fina tidak tahu. Ia memilih untuk pergi meninggalkan taman dan berjalan menuju kamar rawat Nazwa.
Sampainya di depan pintu, Fina menghentikan langkah kakinya. Ia heran kenapa bisa tiba-tiba ada manusia ini di sini. Ada yang tidak beres. Apakah mereka berdua balikan? Tapi, ini tidak mungkin.
Ia benar-benar kaget dengan keberadaan Aldo yang baru saja keluar dari kamar rawat Nazwa. Apakah laki-laki bernama Aldo telah berbuat macam-macam kepada Nazwa. Kalau sampai itu semua terjadi, akan ia tebas kepala Aldo. Ngeri sekali kamu, Fina.
"Eh? Aldo? Ngapain disini?" tanya Fina.
"Menurut lo?" tanya balik Aldo.
Fina memutar bola matanya malas. "Nggak tau, makanya nanya," balasnya tak habis fikir. Ada-ada saja kelakuan Aldo. Ditanya malah tanya balik.
"Bukan urusan lo,". jawabnya singkat.
"Kalau urusan Nazwa itu urusan gue juga!" balas Fina.
"Ya udah putusin Aldi," suruh Aldo tiba-tiba.
Kepala Fina menggeleng dengan sangat kuat. Jangan sampai ia dan Aldi putus. "Apa hubungannya, Aldo? Ngeselin banget lo jadi manusia!" kesal Fina.
"Dia adik gue. Hubungannya ya saudara kandung," jawab Aldo.
"Terserah lo lah. Darah tinggi kalo kelamaan ngomong sama manusia kayak lo!" kesal Fina yang kesekian kali.
"Siapa suruh ngomong sama gue," jawabnya singkat.
Fina mengelus dadanya sabar. Menghadapi manusia jadi-jadian seperti Aldo memang butuh kesabaran yang sangat tebal. Kesabaran setipis tisu dibagi seribu tidak disarankan untuk mengobrol apalagi berteman dengan Aldo, lagi-lagi berniat untuk menjadi pacarnya. Cukup Nazwa yang merasakan, kalian jangan.
"Lo habis macem-macem sama sahabat gue ya?" tanya Fina.
"Sembarangan." jawab Aldo.
"Ya lo habis ngapain dari dalem?"
"Bukan urusan lo, Fina. Kepo banget,"
Ingin sekali Fina mencakar muka Aldo. "Uru---" ucapan Fina terpotong karena Aldo yang memotongnya.
"Masih mau direstuin?" tanya Aldo dingin.
Tidak, tidak dan tidak. Jangan sampai restu dari kakak ipar dicabut. Ia tidak mau. Bisa-bisa tidak jadi nikah dengan Aldi kalau sampai Aldo mencabut per-restuan ini.
Fina melototkan matanya, kemudian ia menyengir kuda. "Hehehehe, masih kakak ipar," ucapnya tanpa dosa.
"Ya udah diem." ucap Aldo.
"Iya kakak ipar," balas Fina masih dengan cengirannya.
"Satu lagi," ucap Aldo membuat Fina memelototkan kembali matanya, namun masih dengan cengiran yang sama.
KAMU SEDANG MEMBACA
PACARKU CUEK
Ficțiune adolescenți"Aldo tungguin ih!" "Lelet." *** "Aldo bantuin, berat." "Manja." *** "Aldo, Nazwa pusing." "Lemah." *** "Aldo, kaki Nazwa kesleo. Kamu bisa nggak papah Nazwa sampe ke depan kelas?." "Ck! Nyusahin!" *** "Aldo, Nazwa capek." "Istirahat." *** "Aldo, Na...
