59 - Pertemuan yang Tak Terduga

2.1K 77 2
                                        

HI HI HI HALLO EVERYONE!!!
GIMANA KABAR KALIAN SEMUA?
SEMOGA SELALU SEHAT DAN BAHAGIA YA
AAMIIN YA RABBAL 'ALAMIN

MAAF KEMARIN NGGA UP
SOALNYA ADA TROUBLE
HARI INI AKU UP 2 PART,
PART SELANJUTNYA NANTI
MALEM YAA :)

JANGAN LUPA UNTUK TINGGALKAN
JEJAK VOTE DAN KOMEN KALIAN YA

DENGAN APRESIASI KALIAN SEMUA,
ITULAH PENYEMANGAT BUAT AKU

💫💐HAPPY READING💐💫




Hari itu, udara sore terasa hangat saat Nazwa dan Fina melangkahkan kaki mereka meninggalkan gedung sekolah. Ujian kenaikan kelas baru saja selesai, dan Nazwa bisa merasakan beban yang telah menghantui pikirannya selama berbulan-bulan kini berangsur menghilang. Rasa lega membasuh tubuhnya, dan senyum tak terelakkan pun menghiasi wajahnya.

"Naz, habis ini liburan kemana ya?" tanya Fina dengan nada antusias, menatap Nazwa dengan mata berbinar-binar.

Nazwa mengangkat bahu. "Belum tahu aku, Fin. Mungkin istirahat dulu, nonton drama Korea yang tertunda, dan... tidur sepuasnya?" Nazwa tertawa.

"Kalau gitu, nontonnya harus sama gue! Dan kapan-kapan kita harus liburan bareng, ya! Gue nggak mau liburan ini cuma dipakai buat rebahan doang," Fina tertawa, mencubit lengan Nazwa ringan.

Mereka terus berbincang sambil berjalan menuju tempat mereka biasanya berpisah. Saat itulah sebuah motor berhenti tepat di depan mereka. Aldo, mantan pacar Nazwa yang belakangan ini kembali mendekat dan berusaha memperbaiki hubungan mereka, tampak tersenyum di balik helmnya.

"Hei," sapa Aldo sambil membuka kaca helmnya. "Pulang bareng yuk?"

Jantung Nazwa berdegup sedikit lebih cepat, seperti biasa ketika ia berada di dekat Aldo. "Kebetulan banget kamu lewat sini," katanya mencoba terdengar biasa saja.

"Aku sengaja kok lewat sini," Aldo menjawab santai. "Biar bisa jemput kamu."

Fina memutar mata, pura-pura kesal. "Ih, jadi kalian udah janjian gitu ya, nggak ngajak-ngajak?" godanya.

Nazwa hanya tertawa kecil. "Nggak kok, Fin. Udah, aku duluan ya."

Setelah mengucapkan selamat tinggal kepada Fina, Nazwa naik ke motor Aldo dan mengenakan helm cadangan yang selalu dibawa Aldo. Mereka melaju perlahan menyusuri jalanan kota, sementara obrolan ringan pun mengalir di antara mereka.

"Aku denger dari Aldi, dan Aldi katanya Fina, katanya kamu stres banget waktu belajar buat ujian," ujar Aldo, menatap jalanan di depan mereka.

"Iya, banyak materi yang harus dikuasai. Tapi sekarang udah selesai, jadi bisa santai," jawab Nazwa, tak dapat menyembunyikan senyum bahagianya.

"Aku tahu kamu pasti bisa lewatin semuanya," kata Aldo dengan nada tulus. "Kamu selalu bisa."

Mereka terus berbincang hingga tiba di depan rumah Aldo. "Aku ambil sesuatu dulu buat kamu," ucap Aldo setelah memarkir motornya. "Tunggu sebentar, ya."

Nazwa mengangguk dan masuk ke ruang tamu. Ia duduk di sofa sambil melihat-lihat sekeliling, memperhatikan perubahan kecil di rumah itu sejak terakhir kali ia datang. Perasaan nostalgia menyelinap masuk, mengingatkan pada saat-saat ketika ia dan Aldo masih bersama.

Tak lama kemudian, pintu depan terbuka, dan Aldi muncul bersama seorang gadis yang tak lain adalah Fina, sahabatnya sendiri. Mereka berdua tertawa dan bercanda sambil membawa beberapa bungkusan camilan.

PACARKU CUEKCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang