53 - Terimakasih Untuk Hari Ini

21.5K 571 149
                                        

Hellow gaiss! Apa kabar kalian semua?
Semoga semuanya dalam keadaan sehat
dan bahagia selalu ya. Amin YRA

Jangan lupa Vote dan Comment gais
Lope u

•┈┈┈••✦ ♡ ✦••┈┈┈•
HAPPY READING
•┈┈┈••✦ ♡ ✦••┈┈┈•

Kini, jam menunjukkan pukul 17:27. Dua insan yang terjebak hujan itu masih setia duduk di sana dengan keadaan hening. Aldo sudah berusaha untuk membuka suara, namun Nazwa tidak menanggapinya dengan seksama. Alhasil usahanya pun ia tutup sebentar karena takut Nazwa semakin ilfeel. Padahal, Nazwa sangat senang diperlakukan seperti itu. Apakah dulu Aldo juga merasakan yang sama?

Hujan mulai reda. Nazwa dan Aldo mulai berjalan meninggalkan tempat teduh menuju tempat dimana motor Aldo ditinggalkan tadi. Nazwa berjalan mendahului, sedangkan Aldo membuntuti dari belakang. Tetapi lama kelamaan, Aldo berubah posisi mensejajarkan dirinya pada Nazwa.

Nazwa yang melamun, tidak melihat kalau genangan air ada di depannya. Dengan sigap, Aldo menarik Nazwa supaya tidak menginjak genangan tersebut. Ke kagetan Nazwa membuatnya reflek langsung memeluk tubuh Aldo. Lagi dan lagi, mereka berdua hanyut dalam pelukan.

Tak lama kemudian, Nazwa tersadar dan meluruskan tubuhnya kembali. "Maaf, makasih," ucap Nazwa.

"Kenapa minta maaf? Kamu nggak salah apa-apa," ucap Aldo heran.

"Maaf udah meluk kamu sembarangan," ucap Nazwa.

Aldo tersenyum. "Gak apa-apa. Kamu kenapa melamun kayak gitu? Kalau tiba-tiba ada motor gimana? Mau kamu terjadi sesuatu, hm?" tanyanya.

Nazwa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Y-ya enggak mau sih" jawabnya.

"Makanya kalau nggak mau, jangan melamun kayak tadi. Bahaya" ucap Aldo. Nazwa mengangguk sebagai jawaban.

Tangan kekar Aldo ia gunakan untuk menggenggam tangan Nazwa. Takut nanti Nazwa melamun lagi dan akan terjadi sesuatu. Ia tidak mau sampai itu semua terjadi. Perlakuannya tentu saja membuat Nazwa kaget bukan main. Tetapi dia menutupi ke-kagetannya dengan diam tak berniat untuk berbuat apa-apa.

Mereka berdua berjalan menuju halte dimana motor berada dengan keadaan bergandengan tangan. Sampai di tempat tujuan, Aldo melepaskan genggaman tersebut dan mengambil helm yang berada di jok motor. Kemudian memakaikannya pada kepala Nazwa.

"Aku aja," ucap Nazwa mengambil alih.

"Udah diem," ucap Aldo. Lalu kembali melakukan aktifitasnya.

Nazwa hanya menurut. Setelah selesai dengan masalah per-helman, Aldo pun menyalakan motornya dan berjalan menuju rumah Nazwa.

Di sepanjang perjalanan, sama seperti tadi waktu hujan di tempat teduh. Hening. Tak ada yang memulai pembicaraan satu sama lain.

Tubuh Nazwa merasakan kedinginan. Sedari tadi dingin selalu menyelimuti dirinya. Walaupun sudah diberikan jaket oleh Aldo, namun bajunya yang sudah basah kuyup tentu saja tidak membuatnya hangat 100%.

Mata Aldo menatap wajah Nazwa dari kaca spion. Ia melihat muka Nazwa pucat. Tangannya langsung saja menarik tangan Nazwa untuk melingkar pada pinggangnya.

"Sini aja ya? Jangan dilepas, biar kedinginan kamu sedikit hilang," ucap Aldo.

Nazwa mengangguk. Benar saja, setelah itu badannya kembali menghangat. Aldo benar-benar membuatnya tenggelam dalam kehangatan di hari ini.

"Makasih, Al" ucap Nazwa tak sengaja menyebut nama itu.

Mendengar nama Al membuat hati Aldo menghangat juga seketika. Ia rindu dipanggil Nazwa dengan sebutan itu. Ia pikir, ia tidak akan pernah mendengar nama itu disebut oleh Nazwa, tetapi sekarang, Nazwa benar-benar memanggilnya?

PACARKU CUEKCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang