HALLO GUYS! APA KABAR KALIAN? SEMOGA DALAM KEADAAN SEHAT DAN BAHAGIA YA. AMIN.
MAAF YA UDAH NGILANG SELAMA GA TAU BERAPA LAMA YANG PENTING SEPERTINYA EMANG LAMA BANGET HEHEHE ;)
•┈┈┈••✦ ♡ ✦••┈┈┈•
HAPPY READING
•┈┈┈••✦ ♡ ✦••┈┈┈•
Matanya menatap sekeliling tempat kejadian. Pecahan kaca, pecahan gelas, semuanya ada di sekeliling Nazwa. Entah apa yang sudah terjadi.
Pemandangan Nazwa yang sedang memegangi kepala dengan wajah yang sudah pucat pasi membuat Aldo langsung tergerak mendekati cewek itu. Ia menatap lekat manik mata Nazwa. Melihat mata yang cantik itu membuatnya sedikit lebih tenang.
"Kamu kenapa, Naz?" tanyanya lembut sambil menatap dalam manik mata Nazwa.
"Sakit," balas Nazwa terus memegangi kepalanya.
Mendengar itu, Aldo langsung menyingkirkan tangan Nazwa dan melihat apakah ada luka atau tidak. Namun bukan hanya luka saja, melainkan darah sudah mengucur dengan lumayan banyak. Aldo meneguk ludahnya dengan kasar. Hatinya pun mulai tidak tenang setelah melihat darah.
Karena tidak mau mengambil resiko yang besar, ia pun melepaskan baju sekolahnya dan menyisakan kaos dalam berwarna hitam. Baju sekolah itu ia gunakan untuk membalut luka di kepala Nazwa. Setelahnya, ia pun langsung membopong cewek itu menuju ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, Aldo langsung memanggil suster dan membawa Nazwa ke dalam. Perjalanan menuju ke ruangan IGD hanya butuh waktu sebentar. Namun dikarenakan panik, maka semuanya akan terasa lama.
Darah dari kepala Nazwa sedari tadi tidak mau berhenti. Bahkan, baju sekolah miliknya sudah berubah warna menjadi merah. Nazwa sudah tidak sadarkan diri semenjak di mobil tadi. Hal itu membuat Aldo menjadi tambah panik.
Sampainya di IGD, Nazwa langsung diperiksa oleh dokter dan Aldo menunggunya di depan. Perasaannya sedari tadi tidak tenang. Ia takut kalau Nazwa kenapa-napa. Lagi-lagi yang buat cewek itu sampai masuk rumah sakit lagi adalah dirinya. Karena dirinya lah Nazwa dapat perlakuan buruk dari Clara. Sudah bisa dipastikan ada namanya di balik semua ini.
Aldo duduk di kursi tunggu. Dengan kaos hitam pendek ia mencengkeram kuat rambut yang sudah mulai gondrong. Pening kepala, itu yang ia rasakan. Menghadapi hidup seperti ini membuatnya pelan-pelan menjadi orang gila.
"Bo-doh!," ucapnya.
Cowok itu memasukkan tangannya ke dalam saku celana untuk mengambil handphone. Ia akan menelpon Ibu Nazwa. Mau tidak mau, apapun resikonya, ia harus telepon orangtua Nazwa juga. Masa bodoh dengan apa yang akan terjadi nanti.
Beberapa jam kemudian...
Wanita paruh baya datang menghampiri ruang IGD. Wajahnya yang cantik itu sedang dilapisi dengan raut wajah panik. Aldo yang melihat, langsung saja berdiri dan berniat untuk menyambut wanita tersebut. Belum juga mempersilahkan Nina duduk, suara melengking itu langsung terdengar.
"Kamu apain anak saya, hah?!" tanya Nina dengan suara keras. Hal itu pun langsung menjadi pusat perhatian orang yang berada di rumah sakit.
Aldo berusaha menenangkan Nina. Namun, wanita itu seakan sudah tidak mau mendengar kata-kata apapun yang keluar dari mulutnya.
"Sss---,"
Nina menepis tangan Aldo yang mau memegang bahunya. Tidak sudi ia dipegang oleh orang yang sudah melukai anaknya berkali-kali. "Diam kamu! Sudah saya bilang, jangan dekat-dekat anak saya lagi!" peringat Nina.
KAMU SEDANG MEMBACA
PACARKU CUEK
Fiksi Remaja"Aldo tungguin ih!" "Lelet." *** "Aldo bantuin, berat." "Manja." *** "Aldo, Nazwa pusing." "Lemah." *** "Aldo, kaki Nazwa kesleo. Kamu bisa nggak papah Nazwa sampe ke depan kelas?." "Ck! Nyusahin!" *** "Aldo, Nazwa capek." "Istirahat." *** "Aldo, Na...
