10 - Ratu Bullying

51.7K 2.4K 41
                                        

HAPPY READING

Di kelas 10 IPA 2 tapatnya di kelas Nazwa, semua siswa sedang disibukkan dengan belajar bahasa Indonesia. Semuanya fokus memperhatikan penjelasan guru di depan dengan cermat dan tertib. Pelajaran Bahasa Indonesia kali ini bisa dibilang sedang sangat menyenangkan tidak seperti biasanya.

Jika sedang asik-asiknya, bel istirahat malah berbunyi dan semua siswa langsung saja keluar kelas. Kini Nazwa dan Fina masih ada di dalam kelas karena menunggu Fina mengambil uang di dalam tas. Setelah mengambil uang, Fina pun keluar diikuti Nazwa. Namun, belum keluar, suara dari wanita paruh baya yang tak lain adalah gurunya itu terdengar.

"Nazwa, kemarilah!" suruh bu Neneng. Nazwa pun berjalan menghampiri gurunya.

"Ibu mau minta tolong, tolong bawakan buku tugas anak-anak ke kantor ibu, kamu mau?" ucap Bu Neneng meminta tolong kepada Nazwa.

"Baik bu, Nazwa bawakan." balas Nazwa.

"Terimakasih ya Naz" ucap Bu Neneng berterimakasih pada muridnya.

"Iya bu, sama-sama" balas Nazwa lalu mengumpulkan buku yang berada di atas meja dan menatanya.

Selesai menata buku, Nazwa berjalan ke kantor untuk memberikan buku tersebut pada guru B. Indonesia nya. Cewek itu sudah ditinggal ke kantin oleh Fina karena tadi sahabatnya jalan terlebih dahulu.

Sampainya di kantor, Nazwa berjalan ke meja milik Bu Neneng dan menyerahkan buku tersebut. "Ini bu buku tugas kelas 10 IPA 2" ucapnya.

"Oh iya Naz, taruh situ. Makasih ya" ucap Bu Neneng.

"Sama-sama bu, kalo begitu, Nazwa kembali ke kelas ya bu" ucapnya.

Bu Neneng mengangguk dengan tersenyum. Kemudian Nazwa meninggalkan tempat itu menuju kelasnya. Dia akan mengambil uang yang ada di tas terlebih dahulu sebelum menuju kantin untuk membeli makanan. Ia lupa tadi tidak mengambil uang terlebih dahulu.

Sampainya di kelas, cewek itu langsung membuka tas dan mengeluarkan dompet berisi uang. Kemudian dia pergi menuju kantin dengan perasaan senang. Belum sampai di kantin, tali sepatunya lepas. Buru-buru ia menalikan sepatunya terlebih dahulu daripada membuat dirinya kesandung.

Selesai dengan urusan sepatu, Nazwa kembali berjalan menuju kantin. Namun tiba-tiba...

Srekk

Pergelangan tangan Nazwa di tarik oleh seseorang. Dia dibawa menuju sebuah toilet lama di sekolah yang sudah jarang digunakan namun masih ada beberapa yang menggunakannya. Nazwa berontak. Namun cekalan pada pergelangan tangan nya sangat kuat.

"Lepas!" sentak Nazwa namun diabaikan oleh tiga perempuan iblis itu.

"Ngapain kalian nyeret gue ke toilet, hah? Kaya ngga ada tempat lain aja nyeret nya ke toilet" sinis Nazwa.

"Tempat ini yang paling cocok sama lo, Nazwa! Haha" balas salah satu cewek yang tak lain adalah ketuanya.

Tiga cewek itu menghempaskan Nazwa ke pojok toilet. Salah satu dari mereka mendekat ke arah Nazwa dan tersenyum smirk. Cewek itu bisa dibilang ketua geng diantara ketiga cewek yang menyeretnya tadi. Cewek berparas cantik itu mencengkram dagu Nazwa hingga membekas merah.

Nazwa tidak takut. Dia tidak pernah takut pada siapapun apalagi takut dengan orang titisan iblis seperti yang ada di hadapannya. "Mau lo apa, hah?" tanya Nazwa emosi.

Cewek yang mencengkram dagu Nazwa kembali melayangkan senyuman smirk. Kemudian cewek itu menatap Nazwa dengan tatapan meremehkan. "Gue mau, lo putusin Aldo dan jauhi dia" ucap cewek itu.

Mendengar tutur kata cewek iblis itu membuat Nazwa geleng-geleng kepala. Hahaha, hanya karena cowok, mereka sampai buta akan teman. Bahkan mereka bisa dicap sebagai pelaku pembullyan.

"Permintaan konyol!" sinis Nazwa.

"Hahaha konyol? Emang! Nggak papa kok kalo misal lo nggak mau nurutin permintaan gue. Tapi lo harus terima akibatnya" ucap cewek itu

Pyur

Satu gayung berisi air membasahi rambut panjang milik Nazwa. Dingin. Itu yang dialami dan dirasakan oleh cewek itu.

"Lo gila Clara!" ucap Nazwa penuh penekanan. Ya, wanita itu adalah Clara.

Clara tertawa. "Hahaha! Apa, gila? Apa itu gila? Oh gila itu seperti ini." ucapnya.

Lalu cewek dengan pakaian ketat itu mengambil satu gayung berisi air penuh lagi dan mengguyurnya ke badan Nazwa.

Pyur

Clara mengguyur Nazwa. Ini kedua kalinya cewek iblis itu mengguyurnya membuat badan dan bajunya basah kuyup. Tidak hanya itu, Clara juga menjambak rambut, menampar, mengguyurnya lagi, dan menginjak tangan Nazwa.

Krek

Clara menginjak tangan Nazwa. Itu yang sangat menyakitkan bagi Nazwa. Kalian bayangkan, sepatu pantofel menginjak tangan kecilnya yang tidak berdosa sedikitpun. Bahkan akibat dari injakan yang cewek itu lakukan membuahkan bunyi tulang retak. Sungguh wanita iblis sebenarnya.

Nazwa tidak kuat dengan ini semua. Dia hanya bisa menangis terisak karena emosi ditambah dengan rasa sakit yang sedang dia rasakan. Semua perasaan itu bercampur menjadi satu dalam satu waktu. Nazwa tidak kuat.

"CLARA! STOP! SAKIT BODOH!" umpat Nazwa yang benar-benar sudah tidak tahan dengan ini semua.

Bukannya melepaskan dan memberi belas kasih pada cewek yang sedang merasakan kesakitan, Clara malah semakin gencar menciutkan mental Nazwa. Salah siapa, berani kok sama Clara. Dia pun kembali menjambak rambut Nazwa dan mendorong cewek itu sampai kepentok dinding kamar mandi.

"Clara! Please, stop! Sakit hiks" ucapnya pelan dengan sesenggukan. Mengapa dia menjadi terlihat lemah seperti ini?

"Girls! Bawakan gue air lagi untuk yang kesekian kali nya karena gue bahagia main air" ucap Clara dengan semangat 45.

Kedua sahabatnya langsung saja membawakan gayung berisi air pada Clara.

Clara langsung menumpahkan semua air itu dengan perlahan. Sembari menumpahkan, dia tersenyum smirk dan bahagia melihat muka tertekan dari Nazwa.

Berbeda dengan Clara yang sangat bahagia dengan apa yang sedang di perbuat, Nazwa sangat sedih karena ini kali pertamanya dia di-bully di lingkungan sekolah. Dia sebelumnya tidak pernah di-bully maupun mem-bully teman-temannya.

Pyur

"Ini akibat karena lo nggak mau nurutin permintaan gue buat jauhin Aldo, Nazwa!" ucap Clara penuh dengan penekanan di setiap katanya.

"Clara! Lo seharusnya sadar! Lo itu cuma sahabat Aldo, nggak lebih dari sekedar sahabat!" ucap Nazwa yang sudah geram.

Cewek itu menunjuk muka Nazwa menggunakan jari telunjuk nya. "Lo---" Clara mengeratkan telapak tangan nya dan mengangkat telapak tangannya sebelah kanan bersiap untuk menampar pipi Nazwa yang sudah ganti warna merah pucat.

Sebelum melakukan hal gila itu, tiba-tiba...

"WOY! GILA LO ANJING!" umpat seseorang dari arah belakang sana.

BERSAMBUNG

BABIK EMANG SI CLARA ASTAGHFIRULLAH
EMOSI LAMA-LAMA DEH HAHAHA

SAPA YA ITU YANG DATENG? KEPO NGGAK NIH?JUMPA LAGI DI PART SELANJUTNYA KAWAN!

BYE BYE👋

15 Juni 2022

PACARKU CUEKCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang