HALLO! GIMANA KABAR KALIAN SEMUA? SEMOGA SEMUA SELALU DALAM LINDUNGAN SANG MAHA KUASA YA, AMIN.
JANGAN LUPA VOTE DAN KOMENNYA YA, SEBAGAI DUKUNGAN AJA :)
♡♡
✦HAPPY READING ALL✦
♡♡
Setelah 2 hari di rawat, akhirnya Nazwa bisa pulang ke rumah. Kondisinya juga sebenarnya tidak terlalu parah karena hanya jari saja yang retak. Tapi yang lainnya tidak ada. Paling hanya efek samping saja seperti pusing, dan yang lainnya. Jadi dia sudah diperbolehkan untuk pulang.
Kebetulan Ayahnya juga hari ini akan pulang kerja dari Banten. Jadi sekalian, dia dijemput oleh Ayahnya. Hati senang sekaligus bahagia karena ayahnya yang sudah lama merantau kini pulang dan bisa berkumpul lagi dengan keluarga. Perasaan yang sedang dialami oleh cewek itu saat ini adalah bahagia, bahagia dan bahagia.
Sembari menunggu Ayahnya, Nazwa dan Ibunya membeli rujak pada abang-abang penjual di dekat halte. Setelah pesanan datang, mereka langsung menyantapnya dengan penuh selera. Bertepatan dengan rujak habis, Ayah dari Nazwa datang. Nazwa yang hendak membuang bungkus rujak ke tempat sampah melihat mobil ayahnya.
"Bunda! Itu Ayah udah dateng!" pekik cewek itu kegirangan.
Teriakan putrinya membuat wanita itu hampir saja tersedak rujak yang tengah di kunyah. Putrinya ini sungguh bar-bar sekali. Wanita itu mengangguk dan meneguk air putih lalu berjalan menghampiri suami dan putrinya.
Tangan Nazwa terulur untuk menyalimi tangan sang ayah. Tidak pernah luntur senyum yang ada di bibir seorang Nazwa. Setelah menyalimi tangan sang ayah, cewek itu memeluk ayahnya erat. Bukan hanya memeluk, dia juga menduselkan wajahnya di ketek membuat pria itu kegelian.
"Sayang, geli ih! Udah ayo masuk kita pulang. Kamu itu butuh istirahat yang cukup." ucap pria itu.
"Tapi aku duduk di depan sama ayah. Bunda biarin di belakang" ucap Nazwa dengan watados nya.
Pria itu menatap sang istri. Sedangkan istrinya hanya menangguk singkat. Pria itu pun mengiyakan ucapan putrinya. Pria itu menatap sang putri. "Ya udah, kamu di depan dan Bunda di belakang. Sudah, sekarang kita masuk dan cuss pulang!" seru pria tersebut.
Ketiga orang itu memasuki mobil dan mobil tersebut berlalu meninggalkan pekarangan rumah sakit. Di sepanjang perjalanan, Nazwa selalu berceloteh soal sedikit yang dia alami sepanjang ayahnya berada di Banten. Berbeda dengan Nazwa yang sangat gembira, ternyata Ibu Nazwa sedang sebal dengan anaknya. Bagaimana tidak? Dia juga sama kangen dengan suami nya, tapi yasudahlah, biarkan anaknya dulu yang kangen-kangenan.
Beberapa menit kemudian, mereka sampai di rumah tujuan. Pria yang tidak lain adalah ayah Nazwa mulai menurunkan barang-barang yang berada di bagasi. Ia menurunkan barang-barang tersebut dibantu oleh istri tercintanya. Nazwa sudah masuk sedari tadi karena dia yang menyuruh.
Setelah semua barang-barang masuk kedalam rumah, pasutri itu masuk ke dalam kamar Nazwa untuk sekedar mengecek putrinya apakah sudah istirahat atau belum.
"Sudah tidur dia. Kita ke kamar aja" ucap pria itu dan diangguki sang istri.
*****
Di kediaman rumah Pratama, Aldo tengah duduk di balkon kamar. Ia duduk dengan kopi yang berada di meja sebelahnya. Bayang-bayang ucapan dari Ibu sang pacarnya tiba-tiba melintas di pikirannya. Sepulang dari rumah sakit, dia selalu kepikiran ucapan wanita itu.
"Bukannya Ibu mau ikut campur urusan kalian berdua ya. Ibu cuma mau yang terbaik buat anak Ibu. Jadi ini sekedar saran dari Ibu buat kalian berdua. Mendingan mulai sekarang kamu jauhin anak Ibu. Ibu cuma nggak mau ada hal buruk lagi yang menimpa anak Ibu jika terus-terusan pacaran sama kamu" lanjutnya memberi saran.
KAMU SEDANG MEMBACA
PACARKU CUEK
Dla nastolatków"Aldo tungguin ih!" "Lelet." *** "Aldo bantuin, berat." "Manja." *** "Aldo, Nazwa pusing." "Lemah." *** "Aldo, kaki Nazwa kesleo. Kamu bisa nggak papah Nazwa sampe ke depan kelas?." "Ck! Nyusahin!" *** "Aldo, Nazwa capek." "Istirahat." *** "Aldo, Na...
