EH EH EH EHEHEHE. BALIK LAGI NIH
OIYA BELUM TANYA KABAR. GIMANA KALIAN? BAIK-BAIK AJA KAN? SEMOGA SIH IYA HEHEHE
SEBELUMNYA, FOLLOW AKUN INI DULU YA!!!! KALAU UDAH, VOTE DAN KOMEN JUGA JANGAN SAMPAI LUPA!!?
HAPPY READING SEMUANYA!!!
•┈┈┈••✦ ♡ ✦••┈┈┈•
Pagi-pagi buta Nazwa sudah siap-siap untuk berangkat ke sekolah. Fina dengan kebiasaannya bangun siang, harus mendapatkan siraman maut dari Nazwa supaya bisa bangun. Jika tidak di siram ataupun di ciprati air, pasti tidak akan bangun. Mungkin jalan satu-satunya adalah itu.
Nazwa berjalan menuju kamar mandi dan mengambil air yang ada di gayung. Setelah mengambil, cewek itu pun berjalan menuju tempat tidur dan memulai aksi membangunkan sahabat kerbau nya. Dalam hitungan satu sampai tiga, Nazwa langsung menyiram air tersebut tanpa memulai dengan percikan.
Pyur!!!
"BANGUN!!!! UDAH SIANG WOY!!! GAK BOSEN APA NGOROK MULU?!!!" Teriak Nazwa.
Mendengar teriakan dan guyuran air yang tiba-tiba langsung membuat Fina kaget dan reflek ikut teriak histeris. Sialan memang si Nazwa.
Daripada banyak debat, Nazwa langsung menyeret sahabatnya menuju kamar mandi. Kemudian cewek itu keluar kamar mandi dan berjalan menuju meja makan. Tidak membutuhkan waktu yang banyak, sahabatnya sudah selesai mandi dan ikut sarapan bersama kedua orang tua Nazwa.
Selesai sarapan, mereka tancap gas menuju sekolah. Butuh waktu kurang lebih 15 menitan, mereka sampai ke sekolah tujuan.
Sebelum masuk ke kelas, Nazwa dan Fina di cegat oleh cowok tukang usil. Siapa lagi kalau bukan Dion. Laki-laki itu selalu mengganggu mereka berdua terutama mengganggu Nazwa. Sepertinya tdak ada hari tanpa membuat usil kepada cewek itu di kampus Dion.
"Berangkat sendirian lagi nih bos, senggol dong!" ucap cowok itu.
Nazwa memutar bola matanya malas. "Tukang nggak bisa move-on nih bos, senggol dong!" sinis Nazwa.
"Lo kira gue masih suka sama lo gitu? Oh tentu...tidak!" balas cowok itu dengan muka yang dibuat-buat.
"Tukang boong nih bos, senggol dong!" sahut Nazwa yang semakin gencar membuat Dion sebal.
Fina hanya mampu mendengarkan perdebatan antara sahabatnya dengan musuh bebuyutan sahabatnya dan juga musuh dirinya. Malas sekali ikut campur cek-cok pada pagi hari. Membuat mood rusak saja.
"Si paling di selingkuhin ayang nih bos, senggol dong!" balas cowok itu.
"Brisik Yon lah. Masuk sana!" usir Nazwa yang sudah campur aduk perasaannya saat mendengar kata selingkuh.
Dion melihat raut wajah Nazwa berubah. Ia menjadi merasa bersalah karena dalam mengucapkan sebuah kalimat tidak di saring terlebih dahulu. Ia benar-benar tidak bermaksud membuat hati cewek itu sakit karena ucapannya.
Ketika Dion sedang merenungi ucapannya yang salah, Nazwa langsung masuk ke dalam kelas diikuti Fina dari belakang. Laki-laki itu berlari mengejar Nazwa ke dalam kelas. Meminta maaf adalah tujuan utama.
"Naz, tunggu!" seru laki-laki itu.
Nzwa berhenti dan menoleh ke belakang.
"Maafin gue, ya. Gue nggak bermaksud ngomong kayak gitu tadi ke lo. Maafin gue" ucap Dion meminta maaf.
"Gapapa." balas Nazwa.
Dion tahu, satu kata yang terucap dari mulut cewek di depannya hanyalah kata munafik, kata busuk, kata yang sama sekali bukan kata yang menggambarkan perasaan saat ini. Namun, Dion tidak mau membuat cewek itu semakin terfikir tentang ucapannya yang tadi, ya sudah ia akan diam saja. Jika waktu sudah mulai terasa baik, ia akan meminta maaf lagi.
***
Di lain tempat, kini Aldo sedang mengendarai motor menuju rumah sahabatnya. Janji adalah janji yang harus ditepati. Sampainya di tempat tujuan, cowok itu langsung pada intinya yaitu menjemput Clara dan berangkat bersama ke sekolah.
"Assalamu'alaikum Bu, Clara nya mana?" tanya Aldo pada Diana.
"Waalaikumsalam, ada di kamar. Kamu ke sana saja, gendong dia ya. Belum boleh jalan kaki soalnya" balas wanita itu.
Aldo menganggukkan kepala dan berjalan menuju kamar sahabatnya. Akibat kaki cewek itu sakit, ia pun harus membopong tubuh Clara dari turun tangga sampai ke atas jok motor. Setelah naik dengan sempurna, mereka berdua pun berpamitan kepada wanita paruh baya yang tak lain adalah Diana. Lalu, laki-laki itu melajukan motornya kembali menuju sekolah.
Di dalam perjalanan, Clara selalu mengoceh tidak jelas. Ocehan cewek itu hanya di balas deheman oleh Aldo.
"Do, besok aku di jemput lagi kan? Oh ya, nanti aku pulang juga sama kamu lagi ya? Papa belum pulang soalnya. Supir juga masih cuti" ucap Clara.
"Hm" balas Aldo.
"Oiya, nanti kalau ke kantin, aku juga di gendong ya. Soalnya kalau buat jalan masih sakit. Kalau misalkan kamu capek, ya udah nanti GO-FOOD aja. Kita makan bareng di kelas"
"Hm" balas Aldo.
Setelah beberapa menit perjalanan, mereka sampai di sekolah dengan selamat. Aldo harus membopong tubuh cewek itu kembali untuk sampai ke kelas. Interaksi antara dua remaja itu tentu membuat pasang mata tak lepas dari pandangan tersebut. Yang memotret, tentu saja ada.
"Ampun deh! Ternyata bener mereka ada hubungan lebih dari sahabat ya?"
"OMO! Ini mata gue nggak sliwer kan?!"
"Gila aja tuh Clara! Main ambil cowok orang segala!"
"Edan, bestie! Nazwa kuat banget ya hatinya. Gue yang bukan apa-apanya Aldo, liat beginian aja panas pen meledak, gimana sama Nazwa ya? Harus berguru gue sama dia"
"Hebat ya, bisa deket sama 2 cewek sekaligus. Nggak heran sih, orang cowoknya aja ganteng."
"Ini udah izin sama ceweknya belum ya kalau mau berangkat bareng?"
Clara yang mendengar banyak siswa-siswi yang sedang membicarakan dirinya bersama Aldo, malah senang bukan main. Berbeda dengan Aldo yang sangat panas mendengar ocehan orang-orang yang melihat dirinya saat ini. Namun, ketika mendengar ucapan siswa terakhir, Aldo menjadi ingat kalau dirinya belum sempat memberi kabar pada Nazwa.
"Bisa-bisanya aku kelupaan nggak ngabarin kamu dulu, Naz." ucap cowok itu membatin. Ada rasa penyesalan besar di dalam hatinya.
Cowok itu langsung berjalan kembali menuju kelas daripada mendengarkan ocehan orang-orang yang ia lewati.
"Cepet sembuh! Biar lo nggak ngrepotin banyak orang!" ucap cowok itu setelah sampai di depan kelas.
Clara tersenyum menanggapi. "Iya. Kalau tiap hari di gendong sama kamu, pasti cepet sembuh" balasnya dengan senyum mengembang.
•┈┈┈••✦ ♡ ✦••┈┈┈•
EYOO BALIK LAGI PREN! MALAM MINGGU KALIAN NGAPAIN AJA NIH?
MAIN SABI KALI YE, TAPI LUPA GA PUNYA TEMEN MAEN. SAD BANGET GA SI?
SPAM NEXT DI SINI SEBANYAK-BANYAKNYA!
BYE-BYE! JANGAN OVT DI MALAM MINGGU YA GES YA, MUACH!🔥
KAMU SEDANG MEMBACA
PACARKU CUEK
Teen Fiction"Aldo tungguin ih!" "Lelet." *** "Aldo bantuin, berat." "Manja." *** "Aldo, Nazwa pusing." "Lemah." *** "Aldo, kaki Nazwa kesleo. Kamu bisa nggak papah Nazwa sampe ke depan kelas?." "Ck! Nyusahin!" *** "Aldo, Nazwa capek." "Istirahat." *** "Aldo, Na...
