HI SEMUANYA! APA KABAR?
LAMA NGGAK UPDATE HEHE
MAAPIN YA
HAPPY READING
Pulang dari sawah, Nazwa langsung berlari menuju neneknya untuk mengadu kalau ia lupa tidak membawa baju ganti. Baju yang dikenakan sangat kotor karena tadi tidak sengaja menabrak Ibu-ibu dan berujung jatuh ke lumpur. Mengenaskan sekali nasib Nazwa saat ini.
Ia menghampiri neneknya yang tengah duduk di kursi kayu depan rumah.
"Nek, Nazwa lupa ngga bawa baju ganti, malahan baju aku kotor kena tanah basah alias belet" adunya pada wanita paruh baya yang tak lain adalah neneknya.
"Kalau beli, masih ada pasar yang buka nggak ya, kira-kira?" lanjutnya bertanya, karena di tempat neneknya tidak ada toko baju atau apapun. Adanya pasar-pasar.
"Udah sore, ya udah tutup lah. Pake baju nenek aja ya? Masih pada bagus-bagus kok" ucap sang nenek memberi saran.
Nazwa menggelengkan kepalanya. "Laah, baju nenek pasti kebaya semua. Nazwa nggak mau, masa naik motor pake kabaya" ucap Nazwa dengan muka memelas. Ya kali naik sepeda motor pakai kebaya?. Mungkin kalau orang lain bisa, tapi untuk Nazwa yang tidak bisa diam, tentu tidak bisa.
"Ya gapapa. Bagus malah, melestarikan budaya" balas wanita itu.
"Aaa, gamau ga suka, ga like" balas Nazwa terkekeh tidak mau.
"Kamu mau pake baju kakek mu?" tanya Nek Ranum yang berhasil membuat Nazwa harus mengiyakan kata neneknya itu.
"Nggak mau kalau gitu. Mending pake baju nenek daripada baju punya kakek" balas Nazwa memilih.
"Ya sudah, ganti sana. Bajunya ada di lemarinya nenek. Mau yang mana tinggal pilih aja" balas Nek Ranum.
"Iya." balas Nazwa.
Kemudian cewek itu berjalan menuju kamar neneknya dan memilih baju yang akan di gunakan. Setelah itu, ia pergi menuju kamar mandi untuk melakukan ritual mandi sore.
Mandi dan ganti pakaian sudah ia lakukan, kini giliran berpamitan pulang.
"Kek, Nek, Nazwa pamit pulang dulu ya. Udah malem soalnya. Kapan-kapan pasti Nazwa ke sini lagi kalau ada waktu" ucapnya berpamitan.
Ranum dan sang suami mengangguk. "Ya. Hati-hati di jalan ya. Sampein salam nenek sama kakek ke bapak sama ibu kamu. Suruh mereka main ke sini juga" ucap sang nenek.
"SIAP!" balas Nazwa hormat. Setelah itu, ia menjabat tangan kakek dan neneknya lalu pergi meninggalkan mereka berdua.
****
Motor matic berwarna hitam melaju meninggalkan suasana pedesaan. Dengan pakaian kebaya milik neneknya, cewek itu duduk di atas jok motor. Susah sebenarnya memakai kebaya, tapi ya sudah seharusnya kalau kemana-mana lupa tidak membawa baju ganti. Alhasil, ya pakai baju orang rumah.
Ban motor berhenti melaju kala ada lampu merah yang berada di pinggir jalan raya. Nazwa celingak-celinguk entah mencari apa. Ketika lampu berubah menjadi warna hijau, semua orang yang berada di jalanan tersebut langsung melaju meninggalkan lalu lintas itu. Nazwa mengikutinya dengan kecepatan normal.
Di tengah perjalanan, ia melihat tiga cewek yang sedang jalan-jalan di sekitar taman kota. Tanpa perlu melihat dengan jelas, Nazwa sudah tau siapa. Ya, mereka betiga adalah Clara, Riska dan Raisa. Mereka bertiga sedang bercerita sembari tertawa di sepanjang jalan. Nazwa memilih untuk melanjutkan perjalanan daripada mengurusi tiga lampir tersebut.
Sampainya di pekarangan rumah, ia masuk dan membersihkan diri. Bersih-bersih sudah ia lakukan, sekarang giliran istirahat.
"Capek banget ternyata." gumam Nazwa langsung terlelap tidur.
KAMU SEDANG MEMBACA
PACARKU CUEK
Novela Juvenil"Aldo tungguin ih!" "Lelet." *** "Aldo bantuin, berat." "Manja." *** "Aldo, Nazwa pusing." "Lemah." *** "Aldo, kaki Nazwa kesleo. Kamu bisa nggak papah Nazwa sampe ke depan kelas?." "Ck! Nyusahin!" *** "Aldo, Nazwa capek." "Istirahat." *** "Aldo, Na...
