HAPPY READING
Di rumah sakit Citra Medika tepatnya di ruang UGD, ada Nazwa yang sedang di tangani Dokter dan Aldo yang sedang mondar-mandir di depan ruangan. Laki-laki itu sangat khawatir dengan kondisi pacarnya saat ini. Ya walaupun dia memiliki sifat cuek, tapi dia juga sangat menyayangi Nazwa dan tidak mau sampai cewek tersebut kenapa-napa. Tadi dia sudah memberi kabar ini pada orangtua Nazwa, lebih tepatnya pada Ibu Nazwa.
Setelah memberi kabar pada Ibu Nazwa, Lima belas menit kemudian wanita paruh baya itu datang. Ibu Nazwa menghampiri Aldo yang tengah mondar-mandir di depan ruangan UGD.
"Ya Allah tolong sembuhkan Nazwa dan jangan engkau berikan dia rasa sakit sedikitpun. Jika bisa, rasa sakit yang sedang di alami olehnya, engkau pindah ke hamba" ucapnya.
Setelah mengusapkan kedua tangannya pada muka, ia melihat sosok perempuan yang ada di depannya. Yaitu Ibu dari pacarnya sendiri. Aldo menyalimi tangan Ibu Nazwa. Terlihat jelas muka wanita itu sangat terlihat sangat cemas dan khawatir.
"Nak, duduk dulu sini. Ibu mau tanya sama kamu. Sini dulu" ucap Ibu Nazwa.
Laki-laki itu pun duduk di sebelah wanita yang menyuruh dirinya untuk duduk. Setelah ia duduk, wanita itu langsung bertanya kepadanya.
"Ibu nau tanya, kenapa Nazwa bisa sampai masuk UGD dan kenapa bisa tangan dia retak? Dia jatuh?" tanyanya cemas.
Sebenarnya Aldo tidak mau bercerita soal ini kepada Ibu Nazwa. Tapi ya sudahlah kalau memang ini sudah takdirnya untuk bercerita. "Em... Jadi begini, tadi waktu saya mau ke toilet, saya nggak sengaja lihat ada 5 orang yang ada di pojokan toilet. Terus saya jalan ke arah mereka berlima dan saya mendapati Dion yang baru saja menampar sahabat saya. Waktu saya tegur dia, dia ngasih tau saya kalau Nazwa baru saja di bully oleh sahabat saya. Saya yang kaget langsung saja nengok ke belakang, dan benar saja ada Nazwa yang sedang duduk dengan kondisi badan basah kuyup, pipi memar, dan rambut berantakan. Setelah saya menghampiri Nazwa, Nazwa merengek dan mengucapkan kata sakit. Buru-buru saya bantu dia berdiri untuk pergi ke UKS. Tapi waktu sudah berdiri, dia langsung pingsan dan tidak sadarkan diri." ucap Aldo menjelaskan.
Ibu Nazwa mendengarkan dengan cermat setiap kalimat yang dilontarkan pacar anaknya. Dia sangat prihatin dengan kejadian yang menimpa putri kesayangannya. Kenapa bisa dia di bully di sekolah seperti ini.
Yang sedari tadi ada dipikirannya adalah, cewek yang membully anaknya itu adalah cewek yang suka dengan pacar anaknya. Cewek itu tidak mau melihat sahabat yang dia cintai malah mencintai orang lain. Dan cewek itu pasti berusaha untuk menghancurkan hubungan sahabatnya dengan Nazwa. Hingga akhirnya, cewek itu membully anaknya.
"Nak, cewek itu suka sama kamu ya?" tanya Ibu Nazwa langsung pada intinya.
Pertanyaan dari Ibu Nazwa dibalas gelengan oleh Aldo karena dia tidak tahu. Menurutnya Clara tidak pernah suka dengan dirinya. Tapi jika dilihat-lihat, belakangan ini sepertinya cewek itu memang menyukai dirinya. Tapi masa iya.
"Kalau menurut Ibu, dia suka sama nak Aldo. Dan dia mau kamu sama anak Ibu itu putus biar dia bisa dekat lagi sama kamu. Untuk mendapatkan keinginannya itu, dia melakukan banyak cara buat sekedar bisa rebut hati kamu lagi. Salah satunya dengan terus-terusan neror anak ibu biar dia kapok dan memilih untuk putus dari kamu." ucap Ibu Nazwa.
"Bukannya Ibu mau ikut campur urusan kalian berdua ya. Ibu cuma mau yang terbaik buat anak Ibu. Jadi ini sekedar saran dari Ibu buat kalian berdua. Mendingan mulai sekarang kamu jauhin anak Ibu. Ibu cuma nggak mau ada hal buruk lagi yang menimpa anak Ibu jika terus-terusan pacaran sama kamu" lanjutnya memberi saran.
Ucapan dari wanita tersebut tentu saja membuat Aldo mungkin tidak bisa mengabulkan permintaan wanita itu. Di satu sisi dia tidak mungkin bisa meninggalkan Nazwa karena dirinya sangat mencintai cewek itu. Tapi disisi lain dia juga tidak mau hal ini bisa membahayakan kesehatan dan keamanan Nazwa. Dia tidak mau sampai pacarnya itu mengalami tekanan batin karena berpacaran dengannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
PACARKU CUEK
Novela Juvenil"Aldo tungguin ih!" "Lelet." *** "Aldo bantuin, berat." "Manja." *** "Aldo, Nazwa pusing." "Lemah." *** "Aldo, kaki Nazwa kesleo. Kamu bisa nggak papah Nazwa sampe ke depan kelas?." "Ck! Nyusahin!" *** "Aldo, Nazwa capek." "Istirahat." *** "Aldo, Na...
