22 - Bisa Apa? Bisa Gila

37.9K 1.5K 38
                                        

•┈┈┈•┈┈┈•┈┈┈
HAPPY READING
•┈┈┈•┈┈┈•┈┈┈

Sepulang sekolah di antar Aldo, Nazwa tiduran di atas kasur empuk miliknya. Mengingat kejadian yang sudah berlalu tentang hubungan dengan Aldo, membuatnya sedih dan bingung. Mau bagaimana kelanjutan kisah cinta dirinya bersama cowok itu kalau hanya seperti ini terus?.

Bertabrakan dengan itu, dia juga senyum-senyum sendiri ketika mengingat momen tadi siang. Aldo yang mengatakan bahwa cowok itu sama sekali tidak suka dengan sahabatnya. Namun, omongan seperti itu biasa dan gampang diucapkan bukan? Jadi, Nazwa tidak boleh lemah dan plin-plan.

Tekad untuk mencueki balik sang kekasih langsung mencuat di pikirannya. Ia benar-benar akan membuat pacarnya kena cuek balik. Tidak memikirkan kalau nantinya Aldo minta putus karena lelah, ya sudah.

"Bisa stres gue kalo lama-lama kayak gini" ucap Nazwa sedikit frustasi.

Cewek itu memejamkan matanya. Namun, tidak bisa tidur karena pikirannya terpecah belah. Ketika hendak memejamkan matanya kembali, tiba-tiba ponselnya berdering dan buru-buru ia membuka benda pipih berwarna hitam tersebut.

Nazwa membuka aplikasi berwarna hijau yang sudah pasti kalian tahu apa nama aplikasinya. Setelah mata miliknya melihat pesan apa yang dikirim dan siapa pengirimnya, seketika bola matanya langsung membulat sempurna. Bagaimana bisa orang itu mau menanyakan apa yang sedang dirinya lakukan saat ini.

Ia membuka room chat bersama orang tersebut. Jari jemarinya ia gunakan untuk membalas pesan dari orang tersebut.

Si cuek bebek
[Online]

Lg ngpn?

peduli?

Lg ngpn?

lah kenapa?

kamu peduli?

Naz, dtny. Lg ngpn?

hih!

LAGI DUDUK SANTAI INI, MAS

puas?

Dh mkn?

mau pesenin makanan emangnya?

Dh mkn?

UDAH!

Ydh tdr sna

g

Tdr

GAK MAU!

Ydh

▬▬ι══════════════ι▬▬

Bertukar kabar dengan orang seperti Aldo memang bukan membuat senang, malah menambah kekesalan.

Nazwa memilih untuk mematikan ponselnya dan pergi ke rumah neneknya yang berjarak lumayan jauh. Ia akan menginap di rumah neneknya untuk menghilangkan rasa capek, baik di fisik maupun batin. Ia ke rumah nenek yang berada di antara pesawahan biasanya ketika sedang banyak masalah saja. Jika tidak, paling ya kesana hanya untuk menjenguk beliau.

Sebelum ke tempat tujuan, ia menyempatkan pamit kepada kedua orangtuanya.

"Yah, Bun, Nazwa izin pamit ke rumah nenek ya, mau refreshing sebentar" ucapnya pada kedua orang yang sedang duduk di depan televisi.

Dua orang tersebut saling bertatap mata. Sudah bisa dipastikan kalau anaknya ini sedang dihadapkan dengan masalah. Entah itu masalah kecil atau besar, mereka tidak tahu.

"Mau ngapain? Ada masalah?" tanya wanita itu.

"Nggak ada, kok. Pengen liat nenek aja, kangen juga sama suasana desa nenek" balas Nazwa.

"Yaudah, hati-hati ya. Nanti kalau pulang, juga hati-hati, jangan ngebut" peringat pria tersebut.

"Iya. Kalau gitu Nazwa pamit dulu ya?" pamitnya lagi dan menjabat telapak tangan kedua orangtuanya, dan mencium tangan tersebut.

Selesai dengan urusan pamitan, Nazwa berjalan menuju garasi rumah untuk mengambil motor. Sebelumnya, ia panaskan dulu motornya sebelum pergi ke tempat tujuan. Dirasa sudah, Nazwa pun mengegas motornya dengan kecepatan normal.

***

Di lain tempat, kini Aldo sedang duduk di teras rumah bersama dengan teman-temannya. Cowok itu sedang berkumpul. Semua teman-temannya membawa orang spesial yang mereka miliki. Hanya dirinyalah yang sedang menjadi pria jomblo diantara mereka semua.

Tujuan awal dirinya memberi pesan pada Nazwa tadi, sebenarnya ya untuk mengajak cewek itu jalan-jalan dan kumpul. Tapi, karena hubungan yang sedang tidak baik-baik saja, membuatnya tidak enak untuk mengajak cewek itu.

"Yang, kamu mau makan apa?" tanya Tirta pada cewek yang berada di sampingnya.

"Donat yang coklat aja deh" balas Hilwa, pacar Tirta.

Tirta mengambilkan donat tersebut dan menyuapi sang pacar. Interaksi dua orang itu tentu saja tidak hilang dari pandangan Aldo.

"Kalau kamu mau makan apa, yang? Aku ambilin" ucap Rey pada pacarnya.

"Nggak mau ah, belum pengen makan apa-apa. Tapi, aku pengen tiduran di paha kamu, boleh?" balas Kiena, pacar Rey.

Rey mempersilahkan pacarnya yang mau tiduran pada paha miliknya. Kedua orang itu juga menjadi pusat perhatian Aldo.

Di lain sisi, Zafran juga sedang bermesraan dengan gebetannya, yaitu Sella. Sepertinya menjadi Aldo untuk sekarang ini, sangat-sangat tidak enak. Untuk membuang rasa tidak enak, Aldo memilih untuk bermain ponsel saja.

Tak lama kemudian, datanglah cowok yang tak lain adalah Aldi. Pemandangan pertama yang dia lihat adalah kumpulan orang yang sedang dimabuk asmara dan seorang laki-laki yang sedang meratapi nasib.

"Ngenes banget deh gue. Pulang maen langsung lihat beginian." ucap Aldi memelas sembari berjalan duduk di kursi sebelah Aldo.

"Makanya cari pacar!" sinis Rey.

"Yang punya pacar aja kayak jomblo, tuh" ucap Aldi menyindir laki-laki di sampingnya.

Mendengar ejekan dari mulut adiknya, membuat Aldo menatap cowok itu datar. "Yang penting gue punya"

"Yang penting jangan sampai nyia-nyiain pasangan!" balas Tirta.

"Jangan selingkuh juga, itu perlu banget loh" balas Rey ikut mencecar Aldo.

"Yang penting bisa bedain, mana temen, mana pacar" sahut Kiena ikut-ikutan.

"Yang penting, romantis, walaupun belum ada kepastian" sahut Sella yang malah menyindir Zafran.

"Tuh, Keran! Dengerin! Jangan kasih romantisnya aja, kepastian juga perlu" sinis Hilwa.

"Iya besok gue lamar" balas Zafran enteng.

"Lu kira ngelamar orang segampang itu, hah?" kesal Sella.

•┈┈┈•┈┈┈•┈┈┈
BERSAMBUNG
•┈┈┈•┈┈┈•┈┈┈

EYYO BALIK LAGI.

ANDAI BISA BAGI OTAK BIAR BISA UPDATE TIAP HARI, PASTI SERU. TAPI KENAPA AKU NGGA BISA SI?

MIIF YI TIMIN-TIMIN KILIW TIDIK SISIWIY SIMI IKSPIKTISI KILIIN HIHIHI.

BYI-BYI SII YII NIXT CHIPTIR

PACARKU CUEKCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang