¤▪☆▪¤
~HAPPY READING~
¤▪☆▪¤
Dion menaiki motornya lalu memakai helm full face miliknya. Setelah memakai helm sendiri, ia pun memberikan Nazwa helm untuk cewek itu kenakan. "Bisa pake helm sendiri nggak, Naz?" tanya Dion.
Nazwa mengangguk. "Bisa" jawab Nazwa sembari memakai helm yang diberikan Dion.
Dion kembali memperhatikan Nazwa. Muka yang pucat itu membuatnya tidak tega. "Bisa naik nggak? Takut ntar lu oleng malah jatoh lagi kan repot" kekehnya.
Nazwa mengangguk. "Bisa" jawab Nazwa sembari menaiki motor KLX milik Dion.
"Mulutnya sakit?" tanya Dion tiba-tiba membuat Nazwa bingung dengan maksud cowok itu.
"Pusing, Yon." jawab Nazwa tak habis fikir dengan pertanyaan yang cowok itu berikan padanya. Sudah tau ia pusing, kenapa malah tanya mulutnya yang sakit.
Dion terkekeh sendiri mendengar jawaban yang terlontar dari mulut Nazwa. "Maksud gue, mulut lo sakit? Dari tadi ngomongnya dikit banget."
Nazwa mengangguk-angguk paham. "Oh gitu. Gue kalo pusing biasanya cosplay jadi orang cuek, Yon. Haha"
"Aneh lo, Naz"
Setelah mengatakan itu, Dion mengegas motornya menuju rumah Nazwa. Di sepanjang perjalanan hanya terdengar suara knalpot motor saja. Tidak ada yang membuka suara.
Dion mengerem motornya ketika sampai di depan rumah Nazwa. Cowok itu membantunya turun dari motor dengan memegangi tangan Nazwa.
"Makasih ya, Yon. Maaf ngrepotin."
Cowok itu mengangkat jempolnya. "Yoi. Udah sana masuk gih. Makan dulu, minum obat, habis itu istirahat. Jangan main hp mulu ntar lu makin pusing" perintah Dion dibalas anggukan paham oleh Nazwa.
"Iya."
"Kok sekarang lo cuek banget si?" Tanya Dion yang menyadari perubahan sikap Nazwa di hari ini. Tidak biasanya cewek itu berbicara sedikit. Apa mungkin dia sedang sariwawan? Eh Sariawan.
Nazwa menggeleng. "Nggak kok."
"Jangan cuek, Naz." ucap Dion.
Nazwa mengernyitkan dahi. "Kenapa?" tanya Nazwa penasaran. Karena muka Dion kali ini terlihat begitu serius dalam menanyakan sesuatu hal.
"Gue jadi makin cinta sama lo." jawab Dion. Ia berusaha membuat Nazwa tertawa dan ceria lagi untuk sekedar membantu menghilangkan pusing yang sedang dialami cewek itu.
Nazwa menabok lengan Dion dengan tenaga yang masih ia miliki. "Apa sih, Yon! Dion gaje!" ucapnya setelah menabok lengan cowok itu.
Dion menelisik muka Nazwa yang kelihatannya sedang mengsalting. "Cie... Salting cie... " goda Dion yang melihat muka Nazwa seperti kepiting rebus.
"Gak ye!" Balas Nazwa.
Dion terkekeh. Cowok itu mendorong tubuh Nazwa pelan. "Udah sono masuk. Gue balik ke sekolah lagi."
"Iya. Sekali lagi makasih ya" Ucap Nazwa berterimakasih. Entah sudah berapa kali cewek itu berterimakasih kepada Dion.
"Sama-sama." jawab Dion.
KAMU SEDANG MEMBACA
PACARKU CUEK
Fiksi Remaja"Aldo tungguin ih!" "Lelet." *** "Aldo bantuin, berat." "Manja." *** "Aldo, Nazwa pusing." "Lemah." *** "Aldo, kaki Nazwa kesleo. Kamu bisa nggak papah Nazwa sampe ke depan kelas?." "Ck! Nyusahin!" *** "Aldo, Nazwa capek." "Istirahat." *** "Aldo, Na...
