37 - Pingsan

42K 1.8K 301
                                        

HALLO SEMUANYA? APA KABAR KALIAN? SEMOGA SEMUANYA DALAM KEADAAN SEHAT DAN PASTI BAHAGIA SELALU YA, AMIN

*. : 。✿ * ゚ * .: 。 ✿ * ゚ * . : 。 ✿ *
HAPPY READING ALL
*. : 。✿ * ゚ * .: 。 ✿ * ゚ * . : 。 ✿ *

"Semangat! Bentar lagi kamu lulus. Sekolah yang bener ya jangan main mulu di tongkrongan sama temen-temen kamu. Belajar yang rajin biar nilai kamu bagus-bagus dan bisa daftar di kampus yang kamu pengen dulu"

"Oh ya, jaga kesehatan, itu yang paling penting. Rokok nya dikurangi. Udah ini yang terakhir aku ngingetin kamu, aku pulang. Makasih, assalamu'alaikum"

"Nazwa!"

Tempat dimana hubungan antara dua remaja yang tak lain adalah Aldo dan Nazwa putus, ternyata terjadi di rumah orang yang selama ini sangat menginginkan hal ini terjadi. Tepat di sana, hubungan mereka berdua kandas.

Kepergian Nazwa langsung disusul cowok itu setelah menyambar jaket dan memakainya. Namun, ketika hendak berjalan maju, tangannya di pegang oleh cewek yang tak lain adalah Clara, sahabatnya. Alhasil, ia pun menghentikan aksinya untuk berjalan maju ke depan.

"Kamu mau kemana?" Tanya Clara.

"Gue mau nyusul Nazwa!" Balas Aldo.

"Nanti kamu di cariin mama ku gimana?" Ucap Clara.

"Lo tinggal ngomong apa adanya bisa kan?" Balas Aldo.

"Tapi nanti kamu yang dimarahin sama mama ku dan mama mu," ucap cewek itu.

"Itu urusan gue kan? Bukan urusan lo? Udah ya, gue nggak ada waktu buat debat sama lo. Gue lagi kehilangan orang yang gue sayang, bukannya lo beri dukungan, malah lo kayak gini. Gue gak habis fikir sama lo," balas Aldo mulai emosi.

"Tapi---"

"Brisik Clar! Gue udah nggak punya waktu buat debat sama lo lagi. Gue harus nyusul dia karena gue takut dia kenapa-kenapa. Lo mau ada hal buruk yang terjadi sama dia? Ya kalo emang lo nggak mau bantu gue, udah lo diem aja jangan ikut campur!" Ucap Aldo memotong pembicaraan cewek itu.

"Tapi Do..."

Tanpa mengindahkan ucapan cewek itu, Aldo berjalan menuju motor dan menaiki kuda besi miliknya. Ia pun langsung tancap gas meninggalkan rumah Clara menuju tempat manapun yang penting ada orang yang dicari.

Pikirannya terus tertuju pada cewek yang sekarang sudah bukan berstatus pacarnya lagi. Ia takut cewek itu kenapa-napa. Ia tidak mau ada hal buruk yang menimpa cewek itu. Apalagi tadi Ia melihat Nazwa menangis dan langsung pergi dengan keadaan kacau. Ditambah dia pergi dengan keadaan sedang hujan dan tidak memakai mantel.

Aldo mengegas motor dengan kecepatan rata-rata untuk bisa melihat sekeliling. Sekiranya di tempat ini tidak ada, baru Ia menambah kecepatannya menjadi kecepatan di atas rata-rata.

Aldo menepikan diri di pinggir jalan, tepatnya pinggir pepohonan. Cowok itu membuka helmnya dan menatap sekeliling. Kemudian, tangannya yang kekar itu menggeplak motor bagian depan.

"Naz, kamu kemana sih?!" Frustasi cowok itu.

Setelah tangannya menggeplak motor bagian depan, kini giliran tangannya meremas kuat rambut di kepala dengan maksud menghilangkan rasa sakit. Sama dengan Nazwa yang juga sedang merasakan sakit kepala.

"Sial! Bodoh banget gue! Kenapa bisa kayak gini?!" ucap cowok itu sembari menggeplak kepalanya.

"Nazwa... Kamu kemana?" Ucap Aldo dengan suara gemeter menahan air mata.

PACARKU CUEKCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang