44 - Mata-mata

25.5K 969 146
                                        

Hallo hallo semua!
Apa kabar kaliann?

Sudah hampir 2 bulan lebih kita tidak bertemu ya
Ternyata lama juga ya, mweheheh

Hanya kata maaf dan terimakasih yang bisa aku ucapin buat kalian semua yang udah mampir ke sini dan masih setia nungguin kelanjutan cerita ini

Karena otakku bukan otaknya orang lain, jangan berharap lebih sama apa yang aku bisa buat ya. Mohon dimaklumi kawan-kawan!

Sebelum dan sesudah baca, jangan lupa
follow, vote, komen, and share!

HAPPY READING ALL

•┈┈┈••✦ ♡ ✦••┈┈┈•

Setelah mengobrol dengan Clara tadi, Nazwa langsung melangkahkan kakinya ke kelas dengan cepat. Ia ingin memarahi sahabatnya yang tidak membalas pesannya.

Sesampainya di depan kelas, ia pun langsung menarik tangan Fina yang sedang berdiri di ambang pintu untuk memasuki kelas tersebut. Kemudian, Nazwa menabok lengan Fina dengan lumayan keras.

"FINA, lo kok di chat kagak bales sih?!" gerutunya.

"Gue gaplok lo lama-lama!" lanjutnya membuat Fina ingin mencakar wajah Nazwa, sahabatnya itu.

"Diem dulu kenapa sih, lo? Hp gue---"

Ucapan Fina barusan harus terhenti karena seseorang tiba-tiba datang dan berdiri di belakang mereka berdua. Mata keduanya langsung melotot dengan sempurna. Namun, hanya mata Nazwa saja yang tidak berhenti untuk melotot. Padahal, Fina hanya melakukan hal itu beberapa detik saja.

"ALDO?!" beo Nazwa dengan reflek menggunakan nada tinggi.

Ya. Cowok yang datang barusan itu adalah Aldo. Kedatangannya itu sungguh membuat Nazwa kaget bukan main. Pasalnya, kemarin waktu ia chattingan dengan Fina, kata cewek itu Aldo benar gila. Tapi, kenapa bisa orang gila masuk ke dalam sekolah?

"Nih, HP lo, Fin. Kemarin ketinggalan di rumah gue," ucap laki-laki itu sembari memberikan benda pipih berwarna hitam kepada pemiliknya.

Fina menerima benda tersebut. Kemudian cewek itu membulatkan mulutnya untuk mengucapkan sesuatu kepada cowok itu. Namun, lagi dan lagi belum sempat ia berbicara, suara beoan Nazwa membuatnya harus diam terlebih dahulu.

"HAH?!" beo Nazwa membuat Fina kesal tentunya.

Fina menoyor kepala sahabatnya. "Kenapa lu? Berkicau kek burung beo!"

"Kagak!" balas Nazwa singkat.

Kemudian cewek itu melirik ke arah Aldo yang sedang tersenyum kearahnya. Pikiran negatif langsung memenuhi pikirannya saat ini. Apakah kemarin malam ia melakukan chatting dengan 'dia' bukan dengan Fina?

Fina memperhatikan raut wajah Aldo. Ada yang tidak beres dengan cowok itu. Kenapa dia senyum-senyum seperti orang gila. Atau jangan-jangan dia memang beneran gila.

"WOY, ALDO! Kenape lu senyum-senyum kayak orang gila. Jangan-jangan emang bener lo itu gila, ya?" ceplos cewek itu.

"Sembarangan banget lo kalo ngomong!" ketus Aldo menanggapi ucapan cewek itu barusan.

"Lagian lu ngapain senyum-senyum?" tanya Fina heran.

Bukannya menjawab pertanyaan dari Fina, Aldo malah bertanya balik kepada cowok itu. "Lo suka ya sama adik gue?" tanya Aldo santai.

PACARKU CUEKTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang