Hallow gais! Akhirnya setelah
sekian lama aku kembali lagi
Masih pada di sini kan? Atau
sudah pada menghilang?
Sebelumnya, aku mau tanya,
gimana kabar kalian semua?
Semoga baik-baik saja ya!
Follow, Vote, Komen
yang gak ngevote, bisulan!
bhahahahahaha
HAPPY READING ALL
•┈┈┈••✦ ♡ ✦••┈┈┈•
"Maafin aku udah bikin kamu kayak gini, Naz. Aku bakal terus awasin kamu sampai kamu bener-bener sembuh total." Ucapnya lalu laki-laki itu berbalik badan untuk pergi dari sana.
Aldo melangkahkan kaki menuju pintu yang berada di depan sana. Sebelum melangkah, ada suara cantik milik cewek cantik yang memanggilnya.
"Aldo...." panggil Nazwa.
Pemilik nama itu pun menoleh. Manik matanya langsung menatap cewek tersebut. Namun, belum sempat bertanya, pintu ruangan tersebut terbuka lebar. Jantungnya langsung berdegup kencang melihat keadaan ini.
"Tante Nina?"
"Mamah?"
Beo dua remaja itu bersamaan.
Nina dikagetkan dengan beoan kedua remaja itu. Kaget yang dialaminya itu langsung membuat dirinya sadar akan apa dan siapa yang sedang berada di depan muka nya saat ini. Marah. Itu perasannya saat ini.
Suasana ruang rawat mendadak menjadi menegangkan. Kedatangan Nina yang tiba-tiba membuat Aldo dan Nazwa terkejut bukan main.
"Ngapain kamu disini?" tanya Nina.
"Jenguk, Nazwa, Tante," jawab Aldo.
"Dia nggak butuh dijenguk orang kayak kamu!" balas Nina mulai naik darah.
Mengingat keadaan putrinya sekarang, ia semakin jadi lebih kesal dengan yang namanya Aldo. Entah kenapa hal itu bisa terjadi. Yang pasti ya karena orang itu sudah membuat anaknya menjadi seperti ini.
"Bu, udah," ucap Nazwa sedikit takut karena melihat ibunya benar-benar marah.
"Diam, kamu, Nazwa!" ucap wanita paruh baya itu.
Nazwa tersentak. Baru kali ini ia dibentak oleh Ibunya karena hal ini.
"Bu, jangan bentak Nazwa seperti itu," ucap Aldo.
"Diam, kamu! Pergi kamu dari sini! Kamu kan yang udah buat anak saya seperti ini. Terus, ngapain kamu masih disini? Peduli apa kamu sama anak saya?" ucap wanita itu.
Ketika Aldo hendak melayangkan kalimat, tiba-tiba saja di potong oleh Nina.
"Gausah ngomong apapun kamu! Sekarang kamu pergi darin hadapan saya!"
Melihat Ibunya benar-benar dalam keadaan yang sangat marah, Nazwa pun memilih untuk menuruti apa permintaan wanita itu. Ia menyuruh Aldo untuk meninggalkan ruangan ini sekarang juga.
KAMU SEDANG MEMBACA
PACARKU CUEK
Ficção Adolescente"Aldo tungguin ih!" "Lelet." *** "Aldo bantuin, berat." "Manja." *** "Aldo, Nazwa pusing." "Lemah." *** "Aldo, kaki Nazwa kesleo. Kamu bisa nggak papah Nazwa sampe ke depan kelas?." "Ck! Nyusahin!" *** "Aldo, Nazwa capek." "Istirahat." *** "Aldo, Na...
