"Aldo tungguin ih!"
"Lelet."
***
"Aldo bantuin, berat."
"Manja."
***
"Aldo, Nazwa pusing."
"Lemah."
***
"Aldo, kaki Nazwa kesleo. Kamu bisa nggak papah Nazwa sampe ke depan kelas?."
"Ck! Nyusahin!"
***
"Aldo, Nazwa capek."
"Istirahat."
***
"Aldo, Na...
Selesai mengganti pakaiannya, Nazwa menghampiri Aldo dan berdiri di hadapannya. Cewek itu sudah siap dengan kulot jeans dan baju putih polos dipadu dengan blazer berwarna hitam. Nazwa memutar badannya di depan Aldo.
"Gimana? Pake ini aja?"
"Hm"
Mereka berdua pamit pada ibu Nazwa kemudian pergi meninggalkan rumah tersebut. Cewek itu bingung sebenarnya ia mau diajak kemana karena sedari tadi Aldo hanya mengendarai motor entah kemana.
"Kamu mau ajak aku kemana, Al?"
"Terserah kamu mau kemana."
"Kok terserah aku?"
"Kamu mau kemana sekarang? Aku anter."
"Emm... Ke Danau aja gimana?"
Aldo mengangguk, lalu ia langsung tancap gas menuju danau yang ingin di kunjungi Nazwa. Senyum Nazwa sedari tadi tidak luntur sama sekali. Ini moment langka yang harus di abadikan. Nanti, ia akan meminta foto dengan Aldo untuk kenang-kenangan.
Sampainya di tempat tujuan, mereka berdua pun langsung memasuki area Danau dan duduk di tepian. Sebelum ke tempat itu, Nazwa menyuruh mampir ke alfamart untuk membeli camilan untuk teman nyantainya.
Mereka duduk berdekatan sembari menikmati semilir angin yang menyejukkan. Rambut panjang Nazwa yang berantakan akibat angin membuat Aldo risih melihatnya. Aldo menyelipkan anak rambut Nazwa dengan penuh kasih sayang.
Nazwa yang mendapat perlakuan tiba-tiba dari Aldo pun terlonjak kaget. Jantungnya berdegup tidak karuan. Ya, Aldo cuek, namun dibalik kecuekan nya itu ada rasa perhatian dan peduli dengannya. Itulah sebab dirinya masih bisa dan mau bertahan dengan kekasihnya.
"Makasih" Ucap Nazwa dibalas deheman singkat oleh Aldo.
Nazwa menyodorkan ciki-ciki yang sedang ia makan ke arah Aldo. "Mau?" Tawarnya.
Aldo menggeleng tanda ia tidak mau. Kemudian dia berdiri dari duduknya dan berjalan entah kemana. Nazwa tidak mencari keberadaan Aldo karena ia juga tidak boleh terlalu gimana-gimana dengan Aldo.
Beberapa menit kemudian, cowok itu datang dan duduk di sebelah Nazwa. Aldo merogoh saku celananya untuk mengambil barang yang ia beli tadi di luar. Karet rambut, Aldo membeli karet rambut hitam dengan bandul kupu-kupu pada abang penjual mainan di depan sana.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aldo mendekat ke arah Nazwa, lalu mengikat rambut pacarnya dengan telaten. Kelakuannya barusan membuat jantung Nazwa kembali tidak karuan. Hari ini sepertinya jiwa Aldo tertukar dengan jiwa Aldi.