HI HI HALLO SEMUA, PA KABAR KALIAN? SEMOGA KALIAN SEMUA DALAM KEADAAN SEHAT DAN PASTINYA SELALU BAHAGIA YA, AMINN
HAPPY 300K READERS & 16K VOTE. MASYAALLAH, NGGAK NYANGKA BANGET BISA BANYAK GITU YA HEHEHEH. MAKASIH SEMUANYA!!!!😍❤
MAAF YA, BARU BISA UPDATE HARI INI, PADAHAL TEMBUS DARI KEMARIN
*. : 。✿ * ゚ * .: 。 ✿ * ゚ * . : 。 ✿ *
HAPPY READING ALL
*. : 。✿ * ゚ * .: 。 ✿ * ゚ * . : 。 ✿ *
"Gak! Gue gaboleh lemah! Gue harus samperin mereka! Kalau memang dia bukan jodoh gue, yaudah. Tuhan lebih tau mana yang baik buat gue dan mana yang kurang baik buat gue. Gue gaboleh lemah! Gue gaboleh cengeng! Gue wanita kuat! Gak lemah! Oke!" ucap cewek itu bermonolog menyemangati dirinya sendiri.
Setelah mengatakan itu, Nazwa pun berjalan menuju teras rumah Clara.
Dan...
Deg!!!
Jantung Nazwa berdetak kencang melihat Aldo sedang duduk berhadapan dengan Clara. Walaupun Aldo kini memainkan ponsel, bukan mengobrol ataupun apa, pasti tadi mereka sempat mengobrol dan entah melakukan apa, ia tidak tau dan tidak mau tau.
Ketika sedang menatap nanar kedua remaja itu, tiba-tiba dia remaja itu mendongak menatap ke arahnya secara bersamaan seperti sudah di setting. (Di setting guehhh)
"Nazwa?"
"Nazwa?"
Beo dua orang itu secara bersamaan. Bahkan bola mata keduanya sama-sama membulat dengan sempurna. Nazwa hanya menampilkan senyuman fake atau fake smile sembari memandangi mereka berdua.
"Lagi ngapain kalian?" Tanya Nazwa berpura-pura seolah tidak terjadi apapun.
Aldo berdiri dengan sempurna. Ia tau, pacarnya ini pasti berfikiran jika ia masih berhubungan dengan Clara, padahal sudah tidak. "Naz, ini nggak yang kayak kamu lihat. Aku sama dia enggak ngapa-ngapain, beneran. Aku disini karena di suruh sama Ibu" ucap laki-laki itu.
"Iya, aku percaya sama kamu kok, percaya banget malahan" balas Nazwa sok percaya.
"Maafin aku, Naz. Aku nggak ada apa-apa kok sama pacar kamu, beneran. Tapi kalo kamu emang masih mau nyalahin Aldo, mending salahin aku aja, aku yang salah disini Naz," kini giliran Clara yang bersuara.
Suara Clara dari tadi hanya terdengar di telinga kanan dan keluar di telinga kiri milik Nazwa. Ini benar-benar membuat Nazwa mendidih, bukan mendingin.
"Bukan salah lo, Clar"
Empat kata itu membuat Nazwa tambah emosi. Bagaimana tidak? Itu suara yang dilontarkan Aldo, pacarnya sendiri yang dengan lantang melontarkan empat kata menjadi satu kalimat pembelaan. Lawak sekali laki-laki di depannya ini.
"Gapapa aku minta maaf aja. Kalian selesaiin masalah kalian dulu baik-baik secara empat mata ya? Aku ke dalam dulu." Ucap Clara membalas ucapan Aldo tadi.
Nazwa menghembuskan nafasnya dengan lumayan kasar, namun dengan perlahan. "Ekhm. Ngapain ke dalam? Mending di sini lihatin kita berdua yang mau berantem. Bukannya ini yang lo mau ya? Lo kan pengen banget hubungan gue sama Aldo renggang, bahkan putus sekalipun. Jadi, buat apa lo masuk ke dalam? Kalo lo masuk ke dalam juga, udah pasti lo akan ngintip dari jendela. Udahlah! Gausah masuk! Buat apa? Malah nggak seru kalau lo masuk nih," ucap cewek itu dengan tertawa, bukan tertawa bahagia, namun tertawa untuk menutupi luka.
"Maksud kamu apa ya Naz?" Tanya Clara pura-pura polos.
"Gausah pura-pura polos lo! Selama ini gue diem, bukan berarti gue bodoh dan nggak peduli sama sekitar. Gue diem karena gue nunggu waktu yang tepat buat gue ngomong semuanya. Gue tau kok, lo akhir-akhir ini keliatan baik karena ada maunya. Orang kayak lo itu, nggak akan bisa dipercaya!" Balas Nazwa dengan nada sedikit emosi.
KAMU SEDANG MEMBACA
PACARKU CUEK
Teen Fiction"Aldo tungguin ih!" "Lelet." *** "Aldo bantuin, berat." "Manja." *** "Aldo, Nazwa pusing." "Lemah." *** "Aldo, kaki Nazwa kesleo. Kamu bisa nggak papah Nazwa sampe ke depan kelas?." "Ck! Nyusahin!" *** "Aldo, Nazwa capek." "Istirahat." *** "Aldo, Na...
