HALLO GAIS!!! PA KABAR KELEN?
SEMOGA SEHAT DAN BAHAGIA YA
AAMIIN YA RABBAL 'ALAMIN
BALEK LAGI AKU UYYYYYY
SEMANGAT SEMANGAT MEMBARA
JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN
GESS BIAR AKU MAKIN SEMANGAT
KELEN GAMAU AKU UPDATE LAGI?
KOK CUMA DILIAT AJA👁👁
BERI SEMANGAT DONG!!!
GAMPANG, CUMA VOTE AJA
BIAR AI TAU SEBERAPA BANYAK
YG MAU INI LANJOTTTT
BANYAK OMONG LU!
YO BEN WLEEEEEEE
GA IH, MAAPP YAAA
UDAH UDAH UDAH
CUSSS CUSS!!!
💫💐HAPPY READING💐💫
Aldo berbaring di tempat tidurnya, melihat ponsel di tangannya. Hatinya terasa hangat saat melihat chat dari Nazwa yang masuk. Mereka memang baru saja berkomitmen untuk memperbaiki hubungan ini, dan Aldo merasa sedikit lega karena masih ada kesempatan di antara mereka.
Aldo: Udah makan, Naz? Jangan kebiasaan telat lagi ya
Nazwa: Iya, aku udah makan kok. Kamu sendiri gimana? Jangan sampai kebiasaan makan mie instan lagi ya, kayak dulu
Aldo tersenyum. Nazwa selalu tahu kebiasaan buruknya.
Aldo: Aku makan yang sehat kok sekarang. Lagi usaha buat jadi versi terbaik dari diri aku, biar bisa pantas buat kamu.
Nazwa: Siapa yang bilang kamu harus berubah sih? Aku cuma mau kamu jadi diri sendiri.
Aldo terdiam sejenak. Dia bisa merasakan kejujuran dari kata-kata Nazwa. Itu yang membuatnya semakin yakin untuk memperbaiki hubungan ini.
Aldo: Tapi aku pengen jadi lebih baik. Karena aku gak mau kehilangan kesempatan kedua ini.
Nazwa: Selama kamu tetap jadi Aldo yang aku kenal, dan udah nggak cuek dan omongannya nyakitin kayak dulu, itu udah lebih dari cukup.
Aldo tersenyum lega. Mereka menghabiskan beberapa menit berikutnya berbicara tentang hal-hal ringan, seperti film yang baru dirilis atau rencana akhir pekan. Meskipun obrolan mereka sederhana, namun terasa begitu berarti bagi Aldo. Baginya, setiap kata yang terucap dari Nazwa adalah pengingat bahwa dia masih punya kesempatan untuk memperbaiki kesalahan dan memberikan yang terbaik untuk hubungan mereka.
Ketika sedang asyik tersenyum, suara ketukan di pintu kamarnya memecah keheningan. "Do," suara Aldi yang memanggil dari luar. "Ada tamu."
"Siapa?" Aldo berteriak balik.
"Mak Lampir." jawab Aldi yang muak.
Aldo tertegun, menatap ponselnya sekali lagi sebelum meletakkannya di meja. Hatinya berkecamuk, ragu antara perasaan yang ia miliki untuk Nazwa dan kenyataan bahwa Clara kembali hadir dalam hidupnya, membawa perasaan dan masalah yang belum sepenuhnya selesai.
"Apa lagi ini?" gumam Aldo pelan, bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju pintu kamar dengan rasa gelisah yang semakin membesar.
Clara menatap pintu rumah Aldo yang telah lama ia hindari. Tangan kanannya sedikit gemetar saat hendak mengetuk, namun ia menenangkan dirinya sejenak. Dengan napas yang ditarik panjang, ia mengetuk pintu itu, dan tak lama kemudian Aldo muncul di depannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
PACARKU CUEK
Fiksi Remaja"Aldo tungguin ih!" "Lelet." *** "Aldo bantuin, berat." "Manja." *** "Aldo, Nazwa pusing." "Lemah." *** "Aldo, kaki Nazwa kesleo. Kamu bisa nggak papah Nazwa sampe ke depan kelas?." "Ck! Nyusahin!" *** "Aldo, Nazwa capek." "Istirahat." *** "Aldo, Na...
