HALLO SEMUANYA, APA KABAR?
SEMOGA KALIAN SEMUA DALAM
KEADAAN SEHAT DAN BAHAGIA
AMIN YA RABBAL ALAMIN
FOLLOW, VOTE & KOMEN
TERIMAKASIH BANYAK!
•┈┈┈••✦ ♡ ✦••┈┈┈•
HAPPY READING
•┈┈┈••✦ ♡ ✦••┈┈┈•
Selesai makan bersama di cafe, Tirta dkk langsung meluncur ke rumah Aldo. Sepanjang perjalanan menuju rumah tersebut, sudah pasti mengobrol satu sama lain dengan pasangan motor sendiri.
Tak sampai lima belas menit, mereka semua sampai di tempat tujuan. Mereka semua menuruni motor masing-masing dan masuk ke dalam.
Suasana rumah sangat sepi. Mungkin, sudah pada tidur pikir orang-orang yang melihat itu. Dengan pelan-pelan mereka menuju ke kamar Aldo dan menggedor-gedor pintu tersebut. Panik, mereka sangat panik karena kabar dari cowok bernama Aldi.
Berbeda dengan teman-temannya yang lain, Aldi dari tadi terlihat biasa saja dan sangat santai. Entah kenapa cowok itu bisa sesantai itu mendengar dan melihat kakaknya gila.
Rey menggedor-gedor pintu kamar Aldi. Cowok itu terlihat sangat panik. Sembari menggedor pintu, ia melayangkan kalimat panjang buat cowok di dalam sana.
"WOY, ALDO! Lo beneran gila lo? Please! Gue mohon lo jangan jadi orang gila, Do. Walaupun lo itu orang yang bisa dikatakan bego soal cinta, gue gak mau lo sampe mati dalam keadaan jiwa lo hilang, Do! BUKAIN PINTU NYA WOY!" ucapnya diakhiri tetiakan.
"Iya, Do. Gue juga gak mau punya temen gila. Tolong banget ya, lo sehat-sehat!" ucap Sella.
"WOY KUTU KUPRET! KELUAR LO!" teriak Tirta.
Berbeda dengan keadaan luar yang sangat berisik, di dalam sana Aldo sedang memijat pelipisnya.
"Itu diluar ada apa sih, ribut-ribut." gumamnya lalu keluar kamar.
"Kalian? Ngapain ke sini? Ada sesuatu?" tanyanya bingung karena teman-temannya berada di depan kamarnya secara tiba-tiba.
Rey melambai-lambaikan tangannya di depan wajah milik Aldo. "Do, lo inget kita kan?"
"Maksud lo apa sih, Rey? Gak jelas banget." tanya Aldo bingung. Mengapa pertanyaan itu tiba-tiba muncul dan keluar dari mulut seorang Rey?
"Lo nggak gila kan, Do?" tanya Zafran.
Aldo membulatkan kedua bola matanya. "Hah? Siapa yang bilang gue gila?"
Semua orang langsung menunjuk muka Aldi yang tengah mengupil dengan santai. "Tuh!"
"Gue nggak gila! Heh adik laknat ya lo!" ketus Aldo.
Aldi memutar bola matanya malas. "Lah tadi lo ngomong sendiri di depan aquarium. Ya berarti lo lagi ngomong sama ikan, kan? Ya, gue pikir lo emang gila. Jadi, nggak salah kan gue?"
Tirta, Rey, Zafran, Hilwa, Kieana, Sella dan Fina kompak menepuk jidatnya. Ingin sekali mereka menonjok otak Aldi.
"Tadi gue lagi telpon sama orang, bego!" ucap Aldo.
Aldi mengangguk-anggukkan kepalanya. "Oh, ya bukan salah gue dong?" ucapnya membela diri.
Sella melotot. Ia mendekat ke arah Aldi dan menjambak rambut cowok itu. "ALDI! LO IKUTAN TOLOL YA!"
"Lah ngapain nyalahin gue lo pada?" tanyanya dengan santai namun sengit.
Hilwa menggulung bajunya. "WOY ALDI! MAKAN SALAK CAMPUR TONGKOL. KALAU MAU NGELAWAK, JANGAN KAYAK GINI, TOLOL. TEMBELEK LANCUNG LO!!!"
KAMU SEDANG MEMBACA
PACARKU CUEK
Roman pour Adolescents"Aldo tungguin ih!" "Lelet." *** "Aldo bantuin, berat." "Manja." *** "Aldo, Nazwa pusing." "Lemah." *** "Aldo, kaki Nazwa kesleo. Kamu bisa nggak papah Nazwa sampe ke depan kelas?." "Ck! Nyusahin!" *** "Aldo, Nazwa capek." "Istirahat." *** "Aldo, Na...
