HALLO SEMUANYA! APA KABAR KALIAN? SEMOGA SEMUANYA DALAM KEADAAN SEHAT YA, AAMIINN
*. : 。✿ * ゚ * .: 。 ✿ * ゚ * . : 。 ✿ *
HAPPY READING ALL
*. : 。✿ * ゚ * .: 。 ✿ * ゚ * . : 。 ✿ *
Pulang sekolah, Nazwa langsung meninggalkan kelas menuju halte. Ia pergi menuju halte untuk menunggu Andra. Tetapi, belum sempat duduk sepenuhnya, suara motor sport terdengar di telinganya. Motor berwarna putih dipadukan dengan biru itu berhenti di depan halte, tepat didepannya.
Nazwa pun tidak jadi duduk, dan reflek langsung berdiri dengan tegak. Manik matanya ia gunakan untuk menatap ke depan, tentunya menatap laki-laki itu. Tersenyum, itu yang ia lakukan. Yakali bertemu dengan orang tetapi tidak diberi senyuman.
Andra membuka helmnya dan ikut tersenyum ke arah Nazwa. Laki-laki itu tidak turun dari motor, melainkan hanya membalikkan badan untuk mengambil helm yang berada di jok belakang. Bukannya dikasih ke Nazwa, Andra malah menaruh helm itu di bagian depan dan memeluknya.
"Maaf ya nunggu lama" ucap laki-laki itu.
"Lama apanya? Belum juga duduk, kamunya udah dateng aja" balasnya.
Andra membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna. "Begitukah?" Tanyanya diangguki Nazwa.
"Hehehe, yaudah ayo naik. Ini helmnya di pake dulu. Tenang, udah nggak macet lagi kok" ucap Andra seraya memberikan helm tersebut kepada Nazwa.
"Makasih," ucapnya.
"Iya sama-sama." Balas Andra.
Nazwa sudah siap dengan helm yang melekat di kepala indah miliknya. Kemudian, ia menaiki motor tersebut tanpa meminta bantuan oleh Andra. Sebenarnya, tadi Andra sudah menawarkan jika ia akan di pegangi sampai sempurna dalam duduk. Namun, Nazwa tidak mau.
"Udah?" Tanya Andra.
"Iya udah." Balas Nazwa.
"Markikat! Mari kita berangkat!" Seru Andra dengan semangat.
Samar-samar bibir Nazwa melengkung membentuk senyuman tipis. Entah kenapa karena kelakuan cowok di depannya ini mampu membuatnya tersenyum. Ada-ada saja kelakuan cowok itu.
Di sepanjang perjalanan, Andra selalu melayangkan pertanyaan kepada Nazwa supaya tidak sepi. Ia tidak suka keheningan. Yang ia suka adalah kebisingan. Mau apapun itu pertanyaannya akan ia layangkan, baik tentang sekolah, rumah, lingkup pertemanan, dan yang lainnya. Sampai-sampai karena keasyikan mengobrol, mereka sampai tidak sadar jika sudah sampai di tempat tujuan.
"Eh udah sampai ternyata," ucap Andra dan memberhentikan laju motor.
"Silahkan turun!" Perintah Andra dengan lembut.
"Makasih," ucap Nazwa setelah turun dari atas motor.
"Iya sama-sama" balas Andra.
Setelah melepas helm bersama, mereka pun memasuki bengkel tersebut. Ketika sedang berjalan masuk, tiba-tiba ada seorang pria yang menghampiri mereka berdua. Nazwa yang belum tahu dia siapa, mendadak ketakutan karena muka pria itu nampak seperti preman. Ia pun mundur ke belakang dan berdiri di belakang punggung Andra.
Andra yang mengetahui cewek di sampingnya nampak ketakutan, ia pun mengelus punggung cewek itu dengan lembut dan membisikkan sesuatu. "Tenang aja, dia nggak akan berani sama kamu kok, kalau sampai berani sama kamu, pasti udah dimutilasi sama kakek ku" ucapnya membuat Nazwa cengo.
"Maksud kamu?" Tanya Nazwa bingung.
Bukannya menjawab, Andra malah pergi bersalaman dengan pria itu. Setelah Andra bersalaman, Nazwa pun ikut menyalami tangan pria itu walaupun dengan hati yang belum sepenuhnya tenang.
KAMU SEDANG MEMBACA
PACARKU CUEK
Teen Fiction"Aldo tungguin ih!" "Lelet." *** "Aldo bantuin, berat." "Manja." *** "Aldo, Nazwa pusing." "Lemah." *** "Aldo, kaki Nazwa kesleo. Kamu bisa nggak papah Nazwa sampe ke depan kelas?." "Ck! Nyusahin!" *** "Aldo, Nazwa capek." "Istirahat." *** "Aldo, Na...
