Hallo!
maap ya kalo updatenya ngaret wkwkwk
soalnya bagian ini lumayan panjang, sekitar 2600 words hehe
Cari tempat PW sebelum membaca. Jangan lupa juga Vote sebelum membaca.
thx
HAPPY READING!♡
-
-
-
-
-
-
-
49. DIA PENGKHIANAT
" Semua rencana berjalan lancar. Sebenernya gue gak berekpetasi hasilnya begini karena foto yang kita ambil di TKP kurang meyakinkan. Gue juga ngira, jam tangan si Jefry bakal jadi petaka. Eh taunya, malah jadi keberuntungan "
Lelaki dengan tato berinisial 'P' tersenyum penuh kemenangan. " Ya, bener. Gue jamin, misi kita gak akan gagal " ucapnya.
" Gimana selanjutnya? Rencana kita udah 85% berhasil " tanya laki laki yang memakai jaket berlambang Eaglefire.
" Lo culik dia, dan lo temuin secara langsung. Tapi inget, jangan bawa-bawa nama gue. Belum saatnya dia tau gue "
" Siap! "
▪▪▪
Hari ini adalah hari Jumat. Dimana Seluruh murid SMA Dirgantara melaksanakan ujian terakhir. Selama lima hari terakhir pula, Lea menjadi pribadi yang pendiam. Kegiatannya di sekolah juga berkurang. Ia Lebih sering menghindari kerumunan seperti kantin dan lapangan. Waktu istirahatnya digunakan untuk membaca buku di perpustakaan atau memakan bekal di kelas.
Seperti saat ini, Lea sudah berada di perpustakaan sejak sepuluh menit yang lalu. Bukan untuk membaca buku, melainkan menjernihkan pikirannya. Ucapan Alvino kemarin terus berputar di otaknya.
" Besok hari terakhir ujian. Jadi apakah masalah kamu sudah di selesaikan? "
"Mulai besok, Ayah akan mengurus berkas perpindahan sekolah kamu dan mengurus perpindahan rumah "
Lea paham betul bagaimana sifat Alvino. Ia adalah seorang ayah yang sangat bertanggung jawab. Alvino menyuruh Lea menyelesaikan masalahnya sendiri bukan karena tidak peduli. Tapi karena Alvino menghormati privasi anaknya dan Alvino ingin Lea bertanggung jawab.
" Gue akan berusaha ngomong sama mereka hari ini. Semoga mereka paham dan mau dengerin gue " gumam Lea pelan, kemudian menutup bukunya.
" Semangat Lea! "
Lea berjalan keluar dari perpustakaan. Di sepanjang koridor, masih ada beberapa murid yang belum atau mungkin sudah ke kantin. Seperti lima hari akhir-akhir ini, setiap Lea melewati koridor, kantin, bahkan lapangan Lea selalu mendapat cibiran.
" Wei! Minggir! minggir! Ada wakil Scropion mau Lewat! " sindir salah satu siswi yang Lea ketahui adalah murid kelas XII.
Lea tidak memperdulikannya dan menganggap sindiran itu sebagai angin lalu. Sebelum berbelok ke arah tangga, Lea mendengar umpatan siswi tadi.
" SIALAN! PURA-PURA BUDEG LO?! " Lea hanya mengedikkan bahunya acuh, sembari menaiki anak tangga satu persatu.
Di tangga menuju lantai tiga, Lea melihat inti Eaglefire sedang berjalan menuruni tangga sambil mengobrol ringan. Dengan langkah cepat, Lea menghampiri dan menghadang kelimanya. " Ares! Gue mau ngomong! "
Yang dipanggil menghentikan langkahnya dan menatap Lea. " Lo siapa? " tanya Ares dengan tatapan dingin.
Lea bergeming seraya menatap kelima laki laki di hadapannya. Dulu sedekat nadi, sekarang sejauh matahari.
KAMU SEDANG MEMBACA
ANTARESKA [END]
Fiksi Remaja[ follow sebelum baca. Biar apa? Biar berkah dong! ] [ my first story. Jadi maklum kalau ada typo typo ] [ tinggalkan jejak dengan vote and comment ] ---- Kisah ini berawal dari kecerobohan seorang Leana Zeasa Brayatama yang membuat dirinya sendiri...
![ANTARESKA [END]](https://img.wattpad.com/cover/283353438-64-k140373.jpg)