Kamar 16: Feeling Weird

31 3 0
                                        

Ikawa Andreamis dan Zalwa Teodora Eugenia.

Orang telah mengenalnya sebagai sepasang sahabat yang selalu bersama. Ibarat induk bebek dengan anaknya, kemanapun Ikawa pergi maka Zalwa pasti ikut, begitupun sebaliknya. Hidup mereka seperti alami saling berkaitan dalam kondisi apapun, terbiasa memberitau satu sama lain meski sikap mereka sangat berlawanan.

Gimana engga, Ikawa itu ibarat Fawaz versi 30 pintu, cueknya melebihi Fawaz yang masih ada kesan ramah. Beda sama Zalwa yang terlalu barbar sampai satu asrama saja sudah kenal sama dia dalam kurun waktu singkat. Namun ajaib ke duanya tahan bersama, entah Ikawa yang tahan pada petakilan Zalwa yang selalu buat masalah, maupun Zalwa sendiri yang tahan bicara sama Ikawa yang responnya gitu saja.

Sebelumnya pernah disinggung perihal adik laki-laki Ikawa yang bernama Vanda bukan? Mari perjelas lebih lagi.

Ikawa merupakan putra sulung dari Varda Andreamis, sebenarnya ia anak tunggal. Namun beberapa alasan tepatnya saat Ikawa berumur 7 tahun, ia memiliki adik kembar dengan gender cewek dan cowok. Sepasang kembar yang dinamai Vanda dan Vinda memiliki paras seperti keturunan bangsawan berdarah biru. Muka mereka sangat bule sehingga Ikawa sempat berpikir mereka memang memiliki keturunan orang Barat.

Andreamis itu hampir mirip dengan Teodora, sama-sama tak segan menghukum keturunan mereka jika berani melawan aturan yang telah dibuat. Percayalah jauh sebelum Ikawa lahir, ia telah diberi beban oleh Andreamis untuk meneruskan semua yang mereka punya. Di didik menjadi terbaik adalah kebiasaan Ikawa sejak kecil, sehingga ia tumbuh sangat disiplin dan cukup tertutup akibat lingkungan didikannya.

Mungkin inilah mengapa Zalwa dan Ikawa bisa dekat, ke duanya memiliki nasib yang sama namun dengan cara menghadapi yang berbeda. Jika Ikawa menurut, maka Zalwa sebaliknya.

Berkat didikan Andreamis yang bisa tergolong tidak manusiawi membuat salah satu adiknya yang bernama Vanda melakukan perlawanan. Ikawa memang tak terlalu kaget, malah ia bertanya bagaimana Vanda bisa seberani itu kabur dari rumah bahkan tanpa membawa apapun. Hingga pada akhirnya karena Ikawa sangat khawatir dengan kondisi sang adik, hingga enam bulan lamanya Vanda pergi dari rumah, Ikawa memutuskan mencarinya.

Demi mendapatkan jawaban juga atas pertanyaan.

Namun Vanda lebih pintar dari yang Ikawa duga. Tak peduli berapa banyak Varda mengirim anak buahnya mengusik Vanda, semua berbuah nihil dan sang adik tak memiliki tanda akan kembali. Jujur saja Ikawa frustasi sendiri mengurusnya, dilain sisi takut akan Varda yang berujung nekat pada sang adik, dilain sisi Ikawa kesulitan menemui Vanda barang sebentar saja.

Selayaknya kemarin saat di Tritan Sudan, Vanda lari begitu saja ketika melihat Ikawa. Ah, Tritan Sudan.

"Lo taukan alumni bakal diundang dies natalis?"

Sedotan yang diputar Ikawa dalam gelas sontak berhenti, irisnya beralih memandang Zalwa yang daritadi sibuk bercerita sambil menyusun sesuatu di bindernya. Mereka berada di bangku minimarket asrama, sebelum kelas telah janjian bertemu untuk menghabiskan waktu.

"Wawa denger engga sih?"

Beberapa detik tak ada reaksi dari Ikawa, mata saja hanya menatap Zalwa lekat sebelum akhirnya bersuara. "Denger, gue tau."

Tentu saja Ikawa tau berita alumni yang akan diundang ke acara dies natalis Tritan Sudan, pendiam gini Ikawa mantan OSIS bersama Felicia dan Rian, hanya Zalwa yang ogah ikut OSIS karena sibuk di Basket.

Maklum, Zalwa itu atlet legendaris pertama yang berhasil membawa kota ini pada tingkat nasional dan berhasil menyambet juara dua. Benar-benar membanggakan.

"Wawa mah, pasti diundang ya?"

Ikawa hanya mengangguk, kembali memainkan sedotannya di gelas berisi es jeruk yang dipesan dari warung mba Tia. Setiap mengingat Vanda, suasana hatinya selalu berubah masam.

Sektor 3Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang