ATTENTION PLEASE, READ THIS BEFORE YOU CONTINUE READING THIS STORY🚨🔊❗❗
JADI, Taeri memutuskan untuk melanjutkan kembali sektor 3 sekaligus melakukan remake di chapter awal. Tenang aja engga akan melenceng kok dari cerita awalnya, remake itu hanya ada penambahan scene dan pertemuan tokohnya.
Jadi sangat disarankan baca dari awal ya, walaupun gue bilang tetap engga beda jauh, biar kalian engga terlalu kaget sama ver ini karena kok bisa tiba-tiba si A gini, si B gitu perubahannya. Karena chap lanjutan ini akan mengikuti remake-nya.
Mohon maaf sebelumnya atas ketidaknyamanan ini dan gue sebisa mungkin secepatnya menyelesaikan cerita ini, jadi mohon pemaklumannya ya guys and happy reading🚨🤸❤️🔊
Sektor 3
Panas karena sinar matahari?
Engga ada apa-apanya bagi Yossi yang sekarang tengah berbunga. Kalau panas gini bareng gadis yang ia cintai, jelas badai dan topan pun akan Yossi hadapi asal bersama Nina di sampingnya. Seperti sekarang ini, daritadi Nina terus menemaninya bahkan tak segan menggenggam tangannya agar tidak terpisah ditengah kerumunan.
Yossi yang membawakan tas Nina jelas bahagia sekali, hangat jemari mereka yang bertaut semakin membuat hati Yossi berbunga. Dengan harap yang muncul Yossi merunduk guna mentap tautan ke duanya penuh sirat, semoga tangan si cantik akan terus menggenggamnya, kalau bisa seumur hidup.
"Oci, apalagi yang belum?" tegur Nina seraya menyentil pelan pipi lelaki itu.
"Eh? Oh iya." Buru-buru Yossi melihat list di ponselnya dengan raut serius, tadi ia terlalu terbawa euforia sampai panggilan Nina tak diresponnya. "Sisa tiga item sih Kak, mau istirahat dulu engga?"
Jawaban Nina yang menyetujui cukup menyenangkan Yossi, lantaran ia berniat dari awal membawa gadis cantik ini pergi ke kedai ternama di mall yang sempat dilihatnya pada rekomendasi venue kencan, Yossi menemukannya di Instagram saat iseng melakukan pencarian tempat kencan yang hits.
Karena berhubung Nina sedang luang, pun Yossi teringat harus memberi atribut untuk ospek—sungguh sesuai harapannya yang sudah, Yossi keterima di universitas yang sama dengan Nina, tepatnya di jurusan Informatika—kesempatan ini sekalian saja Yossi gunakan untuk PDKT dengan si manis.
Meskipun ini sudah jadi kesekian kali Yossi mencoba, dan mungkin saja akan menjadi penolakan lainnya Nina pada perasaannya. Karena walau Nina mengatakan mencoba, jauh dilerung sana Yossi lebih menyadari.
Namanya tak pernah bersemat barang sedetikpun di sudut hati Nina, bahkan.
Namun apa itu menyerah? Teringat dengan Kiara dan Zalwa adalah sekian alasan Yossi ingin segera tinggal di asrama, setidaknya kalimat ke duanya selalu berhasil menarik kepercayaan dirinya agar tidak menyerah dengan Nina.
"Boleh minta nomor—"
"Engga," potong Yossi cepat dan menarik lengan Nina pelan ke belakang tubuhnya. Pasang badan dengan sigap begitu seorang pria hendak mendekati Nina.
"Wow, tenang dek. Saya cuman mau kenalan sama Kakakmu—"
"Engga minat!" Yossi mendelik tak suka dan sengaja menyembunyikan Nina di balik tubuhnya, berhubung tubuh gadis itu lebih kecil juga darinya. "Ngga usah deketin Kakak saya."
"Galak banget, saya—"
"Ngga minat saya bilang," potong Yossi lebih sewot lalu segera menarik Nina pergi. Tidak jadi memasuki kedai karena moodnya mendadak anjlok.
"Yos, pelan-pelan."
Yossi tercekat mendengar Nina dan langsung memelankan langkah, irisnya juga melembut kala melihat gadis itu. Tangan Yossi turun untuk kembali menautkan jemari mereka. Kecemasannya tercetak hanya teruntuk Nina seorang, rasa kesal yang masih membekas untungnya bisa segera ternetralisir hanya karena memandang Nina.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sektor 3
Novela JuvenilMereka hanya sekumpulan mahasiswa biasa yang tinggal di asrama suatu universitas, sektor 3. Wilayah asrama mereka berada di sektor 3. Asrama yang terdiri dari 3 gedung yang didesain berbentuk U. Serba tiga jadi yah, ish, ish. Tenang, isinya makhluk...
